KUNJUNGAN DELEGASI PENGUSAHA KESULTANAN OMAN KE INDONESIA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Delegasi Pengusaha Oman yang dikoordinir oleh Ketua Kadinda Sohar Kesultanan Oman, Mr. Saeed Saleh Al Kiyumi, melakukan kunjungan bisnisnya ke Indonesia tanggal 25 Agustus – 2 September 2013. Kunjungan tersebut terlaksana atas kerjasama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat Kesultanan Oman, dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Perdagangan RI.

 

Kunjungan delegasi pengusaha Oman tersebut merupakan yang pertama kali sejak dibukanya KBRI di Muscat pada bulan Desember 2010. Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi pintu pembuka jalan bagi peningkatan intensitas perdagangan antara kedua negara yang selama belum maksimal karena kedua negara belum memanfaatkan potensinya masing-masing.

 

Sebagaimana diketahui, Hubungan perdagangan antara Indonesia dengan Oman memang masih relatif kecil, namun terus tumbuh dari tahun ke tahun. Trend total perdagangan bilateral pada tahun 2008 – 2012 cukup signifikan mencapai 41,60 %. Pada tahun 2008, total perdagangan Indonesia dengan Oman baru mencapai USD  166,45 juta, namun pada tahun 2012 naik 279,5.% menjadi USD 464,03 juta.  Sedangkan periode Januari - Mei 2013, total perdagangan kedua negara telah mencapai USD 193,92  atau mengalami kenaikan 2,36 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Khusus untuk ekspor non migas Indonesia ke Oman, trend pertumbuhan tahun 2008-2012 mencapai 17,28 % dengan total nilai ekspor non migas sebesar USD 151,93 juta pada tahun 2008 dan menjadi USD 237,84 juta pada tahun 2012. Pada periode Januari – Mei 2013 ekspor non migas mencapai USD 91,08 juta naik sedikit sebesar 0,37 % dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Disisi impor, pada tahun 2008, impor non migas Indonesia dari Oman sebesar USD 10,89 juta dan naik pada tahun 2012 menjadi USD 226,18 juta. Untuk periode Januari – Mei 2013 terjadi kenaikan impor sebesar 4,19 % atau menjadi sebesar USD 102,84 juta.

 

Neraca perdagangan Indonesia – Oman pada tahun 2012 memberikan surplus kepada Indonesia sebesar USD 11,66 juta. Namun pada periode Januari – Mei 2013, neraca perdagangan menjadi defisit untuk Indonesia sebesar USD 11,761 juta.

 

Komoditi ekspor utama Indonesia ke Oman antara lain;  wood and wood product, electrical appliances, paper and paperboard, article or iron, textiles, man-made staple fibres furniture dan food. Sedangkan komoditi impor utama Indonesia dari Oman antara lain; product of miling industry, mineral fuels  dan  in organic chemicals.

 

Dalam program kunjungannya ini, pada tanggal 27 Agustus 2013 diselenggarakan Indonesia-Oman Business Forum  untuk mempertemukan pengusaha Oman dengan pengusaha Indonesia melalui one-on-one business meeting bertempat di kantor Kementerian Perdagangan RI. Forum bisnis tersebut berjalan dengan baik dan dilanjutkan dengan kunjungan para pengusaha Oman untuk melakukan penjajakan kerjasama dengan beberapa perusahaan/manufaktur terkemuka Indonesia yaitu PT Sritex untuk garment, PT Elang Perdana Tyre untuk ban kenadaraan bermotor, PT Kedaung untuk building materials, PT Pindo Deli Pulp & Paper untuk kertas, Polytron Indonesia serta bertemu Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Tangan Indonesia (ASMINDO).

 

Saat ini Oman sangat membutuhkan komoditi perdagangan di bidang bahan bangunan, ban kendaraan bermotor, kertas, furniture, elektronik dan barang-barang untuk dekorasi dan interior lainnya.

 

Sebagai informasi, Kesultanan Oman merupakan negara dengan sistem ekonomi terbuka yang bergantung pada impor dan merupakan negara yang sangat potensial di wilayah Timur Tengah sebagai negara tujuan ekspor Indonesia. Oman adalah negara kaya penghasil minyak bumi. Tingkat pertumbuhan ekonominya sekitar 6-7% meskipun diperkirakan menurun tahun 2013 menjadi sekitar 5.5-6 % dan GDP per kapita sebesar USD 22.841 (peringkat ke-32 dunia). Pendapatan perekonomian Oman sangat bergantung pada sumber daya alam minyak dan gas bumi. Cadangan terbukti (proved reserves) minyak bumi Oman sekitar 5.5 milyar barrel sementara cadangan terbukti gas alamnya sekitar 34.6 trilliun cubic feet (0.5% cadangan gas alam dunia). Produksi minyak buminya sekitar 870.000 barrel per hari (Indonesia 850.000 barrel per hari).

 

Saat ini Pemerintah Oman sedang pesat-pesatnya melaksanakan pembangunan dalam skala besar melalui Oman Vision 2020 terutama di bidang infrastruktur, pelabuhan laut dan udara internasional, real estate dan apartemen, bangunan-bangunan komersial lainnya. Pemerintahnya sedang menggenjot diversifikasi ekonomi terutama pengembangan industri pariwisatanya guna mengantisipasi berkurangnya pendapatan dari sektor migas ke depannya karena menipisnya cadangan minyak bumi.

 

Beberapa produk potensial Indonesia yang dapat dikembangkan bekerjasama dengan pengusaha Oman ke depannya antara lain, bahan-bahan bangunan (building materials), furniture, suku cadang otomotive, pariwisata, produk spa, dan industri potensial lainnya. Pemerintah RI membuka peluang sebesar-besarnya bagi pebisnis Oman selain untuk melakukan transaksi dagang juga untuk  berinvestasi di industri yang dapat memberikan nilai tambah berupa pengolahan bahan baku menjadi produk akhir untuk tujuan ekspor maupun pasar domestik. (Sumber : KBRI Muscat).