Sign In

​Sistem Pemerintahan

  1. Kesultanan Oman merupakan negara monarki berdasarkan keturunan (hereditary monarch).  Dalam konstitusinya secara tegas disebutkan bahwa yang berhak menjadi sultan adalah laki-laki yang berasal dari keturunan Sayyid Turki bin Said bin Sultan dan beragama Islam.
  2. Sultan merupakan kepala negara sekaligus kepala pemerintahan (Perdana Menteri) yang dibantu oleh Dewan Menteri/Kabinet (Council of Ministers).  Selain sebagai Perdana Menteri, Sultan juga merangkap sebagai Panglima Angkatan Bersenjata, Menteri Pertahanan, Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan, walau dalam pemerintahan sehari-hari dilaksanakan oleh Menteri yang bertanggung jawab untuk setiap masalah ini, yaitu Minister Responsible for Foreign Affairs (untuk masalah luar negeri) dan Minister Responsible for Defense (untuk masalah pertahanan).    
  3. Secara administratif sejak 28 Oktober 2011, Kesultanan Oman dibagi menjadi 11 Muhafazat (Kegubernuran; atau setingkat provinsi di Indonesia), yaitu  Ad Dakhiliyah, Al Buraymi, Al Wusta, Az Zahirah, Janub al Batinah (Al Batinah Selatan), Janub ash Sharqiyah (Ash Sharqiyah Selatan), Masqat (Muscat), Musandam, Shamal al Batinah (Al Batinah Utara), Shamal ash Sharqiyah (Ash Sharqiyah Utara), dan Zufar (Dhofar). 
  4. Muhafazah terbagi lagi menjadi 61 Wilayat (Distrik) yang dipimpin oleh seorang Wali yang bertanggungjawab untuk menyelesaikan perselisihan lokal, mengumpulkan pajak dan memelihara perdamaian di wilayahnya.  Gubernur bertanggungjawab kepada Menteri Dalam Negeri, kecuali Gubernur Dhofar yang statusnya adalah Menteri Kabinet.