Sign In

​Hubungan Bilateral Bidang Ekonomi

Perdagangan

Hubungan perdagangan antara Indonesia-Oman masih relatif kecil dan berfluktuatif. Pada periode 2011-2015 trend perdagangan kedua negara menunjukkan penurunan sebesar 11,8%. Pada tahun 2011 nilai perdagangan kedua negara mencapai US$650,8 juta, namun pada tahun 2015 hanya mencapai US$355,9 juta atau menurun sekitar US$294.9 juta. Penurunan tersebut lebih banyak dipengaruhi penurunan impor Indonesia dari Oman yang memiliki tren penurunan sebesar 22%. Pada tahun 2011 impor Indonesia   US$464,4 juta dan pada tahun 2015 hanya mencapai US$144,1 juta. Sedangkan tren ekspor Indonesia ke Oman memiliki tren positif yaitu meningkat sebesar 2,8%. Pada tahun 2011 ekspor Indonesia sebesar US$186,4 juta dan pada tahun 2015 sebesar 211,7 juta.

PERDAGANGAN BILATERAL INDONESIA OMAN

(US$ Ribu)

Deskripsi ​2011 ​2012 ​2013 ​2014 ​2015 ​Jan-Juli ​
2015 2016
TOTAL 650.873 464.026 462.339 438.301,3355.937 174.457148.060
EKSPOR186.473 237.842 209.388 244.652,1211.746 125.000125.327
IMPOR464.400 226.184 252.951 193.649,2144.191 49.45722.733
NERACA-277.926 11.657 -43.563 51.002 67.555 75.542102.593


Bila dibandingkan tahun 2014, nilai ekspor Indonesia pada tahun 2015 ke Oman mengalami penurunan sebesar US$32.9 juta hal ini lebih banyak dipengaruhi melemahnya harga minyak dunia yang mengakibatkan penurunan permintaan dari Oman.

Pada periode Januari-Juli 2016, ekspor Indonesia ke Oman mengalami peningkatan sebesar 0,2% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015.

Produk ekspor utama Indonesia ke Oman adalah kendaraan bermotor (US$91 juta), minyak kelapa sawit (US$77,7 juta), veneers (35,6 juta), Kertas dan kertas karton (US$8,8 juta) dan ban mobil (US$2,8 juta).

Sedangkan produk impor Indonesia dari Oman didominasi oleh tiga produk yaitu hidrokarbon (US$100,7 juta), bahan kimia (US$23,7 juta) dan aluminium (US$3,8 juta)

Beberapa produk Indonesia yang mengalami trend peningkatan cukup signifikan pada periode 2011-2014, antara lain, kendaraan bermotor, minyak kelapa sawit, veneer, ikan segar, peralatan konstruksi, minuman non-alkohol, tabung pipa, container almunium, peralatan rumah tangga.

PRODUK EKSPOR INDONESIA KE OMAN

(US$ Ribu)

Produk Ekspor2011201220132014
Kendaraan bermotor 48.91975.50663.05291.065
Minyak kelapa sawit54.20062.69172.49577.736
Veneers 19.14329.79127.73335.612
Ban mobil2.7131.6603.4962.808
Kertas & karton potongan1.3971.7751.8581.733
Ikan segar dan ikan beku1417353151.539
Peralatan konstruksi3554987821.434
Minuman non-alkohol  266n.a3191.312
Tabung dan pipa  1834.5096.4341.238
Kontainer logam 2487156221.236
Peralatan Rumah Tangga  7508461.0901.201


Sedangkan produk ekspor Indonesia yang mengalami penurunan pada periode 2011-2014, antara lain, kertas dan kertas karton, peralatan mesin listrik, kain dan anyaman.

PRODUK EKSPOR INDONESIA KE OMAN

(US$ RIBU)

​ ​ ​ ​
Produk Ekspor2011201220132014
Kertas dan kertas karton9.2557.4468.0708.853
Peralatan mesin Listrik & aparat 2.4681.7822.0641.815
Kain dan anyaman 3.3834.6832.7091.563


Pada 30-31 Maret 2016, kunjungan misi dagang terpadu dari Indonesia ke Muscat telah menghasilkan kontribusi positif bagi upaya peningkatan hubungan perdagangan bilateral. Misi Dagang dipimpin oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan dan beranggotakan wakil-wakil dari Kementerian ESDM, Kementerian Luar Negeri, Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Bank Indonesia serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BPNP2TKI), serta diikuti oleh 13 pelaku usaha Indonesia yang terdiri dari 10 pelaku usaha ekspor, 2 Perusahaan Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dan PT. Pupuk Indonesia.

Kegiatan misi dagang meliputi business forum, business matching (B to B), serta pertemuan bilateral dengan Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Oman, Oman Investment Fund (OIF), Kementerian Ketenagakerjaan Oman, Public Authority for Investment Promotion and Export Development (ITHRAA), dan KADIN Oman.

Pada tanggal 27-31 Juli 2016, delegasi dagang Kadin North Bathinah Kesultanan Oman berkunjung ke Indonesia, dengan membawa 11 (sebelas) orang pelaku usaha di berbagai bidang, seperti bahan bangunan, ban dan suku cadang kendaraan, makanan, dan pertambangan. Delegasi tersebut bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah Indonesia dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, BKPM, BNP2TKI, Pemprov Jawa Barat, SMESCO dan terakhir Utusan Khusus Presiden RI untuk Timur Tengah dan OKI, Dr. Alwi Shihab. Delegasi juga diberikan kesempatan untuk melakukan site visit ke Kawasan Industri Jababeka dan 3 (tiga) pertemuan one-on-one business matching.

Investasi

Kerja sama di bidang investasi antara kedua negara masih belum berkembang secara signifikan. Indonesia belum menjadi negara tujuan investasi bagi pengusaha Oman. Arus modal yang ditanamkan di luar negeri (outflow investment) yang berasal dari Oman pada tahun 2014 mencapai US$ 1,16 milyar (World Investment Report 2015, UNCTAD). Investasi Oman di Indonesia relatif masih kecil sekitar US$211 ribu yaitu :

  • Investasi di sektor pertanian padi di Kabupaten Sleman, senilai US$ 80 ribu;
  • Investasi di stasiun pengisian dan pengangkutan Compressed Natural Gas (CNG) di Kabupaten Sidoarjo, senilai US$ 131,6 ribu.

Pada tahun 2016, perusahaan Biyag Oil Field Services mendirikan usaha/investasi pelayanan jasa di bidang migas di Indonesia dengan modal sebesar US$ 1.000.000 (satu juta US dollar).

Dari hasil kunjungan misi dagang terpadu Indonesia ke Muscat tanggal 30-31 Maret 2016, terdapat beberapa perusahaan Oman, yakni INTAJ dan Towell Engineering, yang tertarik untuk menanamkan modalnya ke Indonesia di sektor migas dan pengeboran.

Sebaliknya, Oman juga menawarkan peluang kepada investor  Indonesia, khususnya untuk menjadikan Oman sebagai basis produksi (hub) untuk pasar di kawasan Timur Tengah, Asia Tengah, dan Afrika timur.

Investasi perusahaan Indonesia di Oman yang signifikan adalah dari PT. Medco Energi Internasional Tbk. yang bergerak di bidang eksplorasi dan pertambangan minyak bumi.  Pada tahun 2006, Medco Energi bersama Oman Oil Company (OOC), Kuwait Energy, Vision Oil & Gas dan PetroVest membentuk perusahaan Medco LLC yang mengelola Karim Small Field (KSF) dan pada April 2015 memperoleh perpanjangan kontrak kembali pengelolaan sumur minyak bumi tersebut hingga 25 tahun mendatang (hingga tahun 2040). Medco akan meningkatkan produksi KSF dari 17.500 barel per hari menjadi 20.000 barel per hari hingga tahun 2040.  Selain itu, Medco Energi juga berhasil memenangkan kontrak pada tahun 2015 untuk melakukan eksplorasi di Block 56 di Oman yang diperkirakan memiliki cadangan minyak sebesar 370 juta barel.

Pariwisata

Kerja sama di bidang pariwisata antara Indonesia dan Oman belum berkembang secara signifikan dan kedua negara belum memiliki MoU di bidang pariwisata. Wisatawan Oman yang berkunjung ke Indonesia masih relatif kecil yaitu sekitar 4.616 orang pada 2014  bila dibandingkan dengan Thailand yang mencapai 80.000 orang.

Namun demikian, dengan dibukanya direct flight Oman Air Jakarta-Muscat-Jakarta,  wisatawan Oman yang berkunjung ke Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada Januari-Agustus 2016 jumlah wisatawan Oman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 8.598 atau menduduki peringkat kedua dari wisatawan GCC yang berkunjung ke Indonesia setelah Arab Saudi yang mencapai 135.972 orang.

Dalam meningkatkan kunjungan wisatawan Oman ke Indonesia, KBRI dan Oman Air sepakat untuk meningkatkan arus wisatawan dari Oman ke Indonesia melalui berbagai bentuk kerja sama, antara lain (1) familiarization trip bagi tour operator Oman ke Indonesia; (2) penjualan destinasi pariwisata Indonesia melalui pertemuan antara tour operator di Oman dengan Kemenpar dan ASITA; (3) membantu mensponsori kegiatan-kegiatan promosi pariwisata dan budaya Indonesia yang diadakan KBRI.