Sign In

​Ekonomi Negara Oman

Dari sebuah negara sederhana pada dekade 1970an, Oman telah berkembang menjadi salah satu negara makmur yang ditopang oleh komoditas minyak bumi yang merupakan penyumbang 80% perekonomian nasional. Namun demikian, penurunan tajam dan berkelanjutan  harga minyak dunia sejak pertengahan tahun 2014 telah memberikan tekanan yang signifikan terhadap perekonomian Oman. Untuk mengatasi dampak tersebut, Pemerintah Oman telah mengeluarkan berbagai langkah kebijakan seperti konsolidasi fiskal dengan pemotongan dan penghematan anggaran dan diversifikasi ekonomi. Namun, kebijakan tersebut belum memperlihatkan hasil yang positif dan bahkan IMF telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Oman pada 2016 dari 2,8% menjadi 1,8% dan tahun 2017 menjadi 1,7%.

 

Ekonomi Oman tahun 2015 mencatat kontraksi PDB sebesar 14,1% dan  defisit anggaran  sebesar US$ 11.7 milyar (OMR 4.5 milyar). Pada  enam bulan pertama 2016, defisit anggaran sudah mencapai US$9.1 milyar (OMR3.5 milyar) dan diprediksi defisit anggaran 2016 akan lebih besar.

 

Struktur ekonomi Oman didominasi oleh sektor jasa (48,9% dari total PDB), diikuti oleh sektor migas (33,9%), industri (21,2%), dan pertanian dan perikanan (1,6%). Di sektor industri, subsektor manufaktur merupakan komponen terbesar (51,3%), diikuti oleh konstruksi (38,9%), suplai listrik dan air (7,3%), dan pertambangan (2,5%). Sedangkan di sektor jasa, komponen terbesarnya adalah perdagangan grosir, transportasi, komunikasi, dan logistik.

 

Oman merupakan negara yang menganut sistem perdagangan terbuka. Perdagangan luar negeri menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional, terutama bagi penerimaan negara dari hasil penjualan minyak bumi. Nilai kegiatan ekspor-impor barang mencapai 93% dari total PDB di tahun 2015. Ekspor minyak dan gas mencapai 59,4% dari total nilai ekspor Oman, yang mencerminkan ketergantungan terhadap minyak yang sangat tinggi. Namun demikian, nilai ekspor migas turun jauh dari tahun sebelumnya yang mencapai 65,7% dari keseluruhan nilai ekspor Oman.

 

Dalam lima tahun terakhir, Oman selalu mencatat surplus perdagangan. Meskipun harga minyak dunia tengah berada di level rendah, Oman masih dapat mencatat surplus, meskipun nilainya berkurang jauh.

 

Produk utama ekspor Oman adalah minyak, gas alam, produk-produk hidrokarbon, aluminium, biji besi, dan pupuk. Sedangkan produk utama yang diimpor oleh Oman adalah Kendaraan bermotor, aksesoris kendaraan, peralatan konstruksi, dan peralatan komunikasi.

 

Oman merupakan anggota GCC yang didirikan pada tahun 1981 dengan 6 negara - yaitu Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Blok GCC memiliki lokasi yang strategis di dunia dan dikenal sebagai penghasil minyak dan gas. Bila dibandingkan dengan negara-negara GCC lainnya, ekonomi Oman relatif rendah, seperti yang terlihat pada tabel berikut:

​Arab Saudi
Bahrain​Kuwait​Oman​​Qatar​Uni Emirat Arab
​PDB (harga pasar) (juta USD)
744,33632,897175,83978,183203,235402,340
​PDB per Kapita (USD
24,81625,80650,99520,280101,43048,685
​Pertumbuhan1.47.01.02.46.88.1