INFORMASI BAGI PENERIMA BEASISWA PEMERINTAH FEDERASI RUSIA

1/30/2012

 
A. UMUM
  1. Hubungan Indonesia-Rusia di Bidang Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan dalam 15 tahun terakhir berkembang yang tercermin dengan semakin banyaknya mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia melalui program beasiswa dari Pemerintah Rusia. Untuk tahun 2011 Pemerintah Rusia memberikan 45 beasiswa kepada Indonesia dari 35 beasiswa pada tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, pada tahun 2012 pemerintah Rusia memberikan 50 beasiswa.
  2. Saat ini lsebanyak 128 mahasiswa Indonesia tengah menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Rusia, seperti di Moskow, St. Petersburg, Rostov-on-Don, Yekaterinburg, Tula, Ufa, Voronezh, Vladimir dan Belgorod.

B. PERSIAPAN KEBERANGKATAN
  1. Siap mental, finansial dan intelektual.
  2. Paspor, tiket.
  3. Membawa dokumen-dokumen asli: ijazah beserta lampirannya (transkrip nilai), surat keterangan kesehatan dari dokter.
  4. Membawa pas photo tambahan sebanyak 7 buah (3x4 cm).
  5. Membawa obat-obatan yang diperlukan secukupnya.
  6. Membawa perlengkapan secukupnya untuk semua musim, terutama pakaian untuk musim dingin (September sudah memasuki musim gugur).
  7. Membawa kamus Indonesia-Rusia atau kamus elektronik (Alfalink yang terdapat bahasa Rusia), notebook, handphone (jika diperlukan).
  8. Kartu ATM yang dapat digunakan di Rusia : VISA, CIRRUS, MAESTRO, PLUS.
  9. Membawa souvenir khas Indonesia untuk bingkisan kepada orang tertentu sebagai langkah memperkenalkan budaya Indonesia.
  10. Membawa salah satu pakaian daerah (khas Indonesia/batik) yang bisa digunakan dalam acara-acara kebudayan di universitas.
  11. Penerima beasiswa pada dasarnya hanya dibebaskan dari uang kuliah dan biaya asrama (beberapa asrama harus bayar dengan harga terjangkau atau mengeluarkan biaya tambahan).
  12. Adapun uang saku yang diterima mahasiswa pada kisaran 30$-55$ setiap bulan. Dibeberapa perguruan tinggi hanya diberikan pada mahasiswa yang berprestasi atau bernilai bagus. 
  13. Mempunyai biaya hidup selama belajar di Rusia yang jumlahnya minimal US$250 setiap bulan.
  14. Membayar asuransi kesehatan setiap tahun sekitar US$250.
  15. Pihak Rusia tidak menanggung biaya transportasi internasional calon mahasiswa untuk ketibaan di tempat belajar dan kembali ke tanah airnya.
  16. Pengurusan visa di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta setelah mendapat undangan yang dikirim langsung oleh pihak Rusia ke Kedubes Rusia di Jakarta.
  17. Penentuan universitas dan kota tempat belajar menjadi kewenangan Kementerian Pendidikan Federasi Rusia. Sejauh ini, nama perguruan tinggi bagi calon mahasiswa belum diberitahukan oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia dan biasanya akan disampaikan beberapa saat menjelang keberangkatan calon mahasiswa tersebut atau pada saat ketibaan di Rusia.
  18. Calon mahasiswa yang telah diterima tidak mudah mengganti jurusan/perguruan tinggi atau kota tempat studi.


C. MEKANISME KEDATANGAN

  1. Memberitahukan waktu kedatangan kepada KBRI Moskow dan Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia melalui Pusat Kebudayaan Rusia di Jakarta dan atau Kemdiknas RI selambat-lambatnya 10 hari sebelum keberangkatan ke Rusia.
  2. Ketibaan di Rusia secara berkelompok dan waktu ketibaan pada hari dan jam kerja atau tidak pada hari libur (Sabtu/Minggu atau libur nasional Rusia), serta tidak pada malam hari untuk memudahkan pengaturan penjemputan.
  3. KBRI Moskow bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia dan dibantu oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) melakukan koordinasi  mahasiswa baru dan pengaturan keberangkatan para mahasiswa ke tempat/universitas yang dituju.
  4. Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia yang menjemput akan mengurus dan mengantar ke stasiun kereta api untuk berangkat ke daerah tujuan masing-masing (jika menggunakan kereta api) atau mengantar langsung ke perguruan tinggi yang terjangkau, seperti untuk wilayah Moskow. Transportasi ke tempat tujuan yang tidak memungkinkan dengan kereta api, bisa menggunakan pesawat terbang, seperti ke Ufa, Tomsk atau Yekaterinburg.
  5. Perguruan tinggi yang tidak jauh dari Moskow, seperti Tver dan Tula biasanya mengirimkan perwakilannya untuk menjemput langsung ke airport Moskow.
  6. Sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia, setiap mahasiswa harus mempersiapkan biaya administrasi kedatangan/penjemputan sekurang-kurangnya US$250, Tver dan Tula US$160 dan Volgograd US$200 termasuk untuk biaya perjalanan (tiket) ke daerah/universitas tujuan. Biaya yang dikenakan bervariasi mulai dari US$80-US$250 tergantung dari daerah yang menjadi tujuan belajar mahasiswa. Sementara itu, untuk daerah yang cukup jauh dari Moskow, seperti Tomsk, Ufa dan Ekaterinburg dianjurkan untuk naik pesawat terbang dengan harga tiket sekitar US$300, mengingkat jika menggunakan kereta api memakan waktu lebih dari 30 jam perjalanan. Tiket pesawat tersebut bisa langsung dibeli di airport Moskow (Domodedovo) setelah ketibaan, atau langsung dari Indonesia jika sudah diketahui bahwa akan belajar di kota tersebut.
  7. Di airport pada saat penjemputan, perwakilan Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia akan menyerahkan surat pengantar (napravlenie) kepada calon mahasiswa untuk disampaikan kepada pihak perguruan tinggi setibanya di universitas yang dituju.
  8. Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia menyediakan kendaraan jemputan dan mengantar mahasiswa ke universitas (di Moskow) dan mengurus keberangkatan mahasiswa yang akan belajar di luar Moskow dengan membelikan tiket kereta/trasportasi lainnya dan mengantar ke stasiun (jika menggunakan kereta).
  9. Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia berkoordinasi dengan universitas tempat mahasiswa akan belajar untuk pengaturan penjemputan pada saat ketibaan di kota/universitas yang dituju. Namun demikian, KBRI Moskow berkoordinasi pula dengan PERMIRA di berbagai daerah untuk membantu penjemputan kedatangan mahasiswa baru dan pengurusan di universitas.
  10. Di universitas, mahasiswa baru mengurus administrasi, seperti registrasi ijin tinggal/visa, asrama, pemeriksaan kesehatan, ujian tertulis bagi jurusan exacta (seperti di RUDN. Mata pelajaran yang diujikan: matematika, fisika, biologi, kimia/sesuai dengan jurusannya). Apabila tidak lulus maka tidak diterima di fakultas/jurusan yang diminati atau jurusan exacta lainnya. Pindah jurusan membutuhkan waktu dan prosedur yang cukup rumit.
  11. Setelah semua administrasi dengan universitas selesai, mahasiswa baru mulai belajar di fakultas persiapan selama setahun (belajar bahasa Rusia sesuai jurusan masing-masing).
  12. Terdapat beberapa mahasiswa (S-1) yang fakultas persiapannya di universitas/kota tertentu dan setelah selesai fakultas persiapan pindah ke universitas/kota lain sesuai penunjukan dari Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia dengan memperhatikan jurusan yang diambil dan kemapuan yang bersangkutan.
  13. Lapor diri ke KBRI Moskow (Fungsi Protokol dan Konsuler).

D. HAL-HAL LAINNYA
  1. Belajar di Rusia tidak seperti di negara-negara Eropa lainnya.
  2. Kesempatan untuk mencari penghasilan sampingan (bekerja) sangat tidak memungkinkan.
  3. Kondisi universitas/asrama di berbagai daerah tidak sama. 
  4. Bagi yang tidak mau tinggal di asrama, biaya sewa apartemen untuk satu kamar rata-rata di atas US$300 setiap bulan (tergantung kota tempat belajar).
  5. Paspor/visa (registrasi ijin tinggal) merupakan dokumen penting yang harus senantiasa melekat kemanapun bepergian selama di Rusia.
  6. Setiap mahasiswa harus memperhatikan masa berlaku paspor masing-masing dan jika habis masa berlakunya agar segera melapor ke KBRI Moskow untuk diganti atau penggantian dilakukan di Indonesia.
  7. Bagi pengguna paspor dinas, harap memperhatikan masa berlaku paspor dan juga masa perpanjangannya. Perpanjangan paspor dinas dilengkapi surat penugasan dari Setkab.
  8. Memperhatikan masa berlaku paspor penting mengingat registasi/visa ijin tinggal yang diberikan dinas keimigrasian setempat (OVIR/universitas) tidak sama dengan habis masa berlakunya paspor, melainkan beberapa bulan atau bahkan setahun sebelum habis masa berlaku paspor.
  9. Berdasarkan peraturan keimigrasian Federasi Rusia, seseorang yang baru tiba di wilayah Rusia harus mengurus registrasi/ijin tinggal setelah 3x24 jam (di luar hari libur). Hal ini berlaku pula apabila seseorang tiba dari satu kota ke kota lain, maka harus mengurus ijin tinggal/registrasi di kota yang didatangi.    
  10. Transportasi umum tersedia (metro/subway (di beberapa tempat), bis, angkutan umum, trem, trolleybus atau taxi). Bagi mahasiswa biasanya ada tiket angkutan umum bulanan.
  11. Bahan makanan/kebutuhan sehari-hari saat ini tidak sulit didapatkan karena sudah banyak dijual di pasar-pasar atau supermarket. 
  12. Buku-buku perkuliahan tersedia di setiap perpustakaan perguruan tinggi, jadi tidak selalu harus membeli.
  13. Di beberapa perguruan tinggi di Rusia, bagi yang mengambil program aspirantura (S-3) dimintakan oleh perguruan tingginya untuk menyetarakan ijasah S-2-nya di Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Federasi Rusia. Untuk itu diperlukan dokumen-dokumen seperti ijasah (S-1, S-2) yang sudah diterjemahkan (diutamakan ke bahasa Rusia) oleh notaris dan dilegalisir oleh lembaga berwenang. Setiap dokumen harus ada terjemahan dalam bahasa Rusia, termasuk paspor. Biasanya pengurusan penyetaraan ini membutuhkan waktu yang cukup lama.
  14. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Rusia di Jakarta, KBRI Moskow (Enjay Diana/Sekteraris Kedua Pensosbud KBRI Moskow kbrimos@gmail.comenjaychik@gmail.com), atau Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA).