MANUSIA BALI DI MATA SENIMAN RUSIA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kebinekaan Indonesia menyimpan banyak misteri. Berbagai suku bangsa yang hidup di dalamnya menciptakan suatu kemahaunikan yang tak pernah selesai untuk dieksplorasi. Itulah mengapa, selama sebulan kedepan gambaran orang Bali rekaan 16 seniman Rusia akan menjadi obyek kajian para pengunjung Museum Nasional Ketimuran, Moskow.
 
Dalam acara pembukaan pameran seni oleh Duta Besar Hamid Awaludin serta berberapa pejabat tinggi aneka Kementerian di Rusia (22/04/10) tersebut ditampilkan 72 lukisan, 17 keramik, 6 patung kayu serta banyak sketsa yang menggambarkan manusia Bali. “Pameran ini hanya menggambarkan budaya, cita, rasa, cinta dan wisdom yang ada pada salah satu suku di Indonesia,” kata Hamid Awaludin.
 
Dalam pandangan para seniman, orang Bali merupakan komunitas yang sangat relijius dan taat terhadap norma-norma yang diyakini kebenarannya.  Hal ini muncul bukan hanya dalam beberapa karya lukisan yang menggambarkan seorang pemuka agama yang begitu santun dan penuh wibawa, melainkan juga dalam beberapa patung keramik. Pakaian bersih dengan ikat kepala dan sarung tradisi setempat yang semuanya berewarna putih menjadi bidikan yang seolah tidak pernah selesai untuk diabadikan, disamping adanya bunga mawar yang ditenggerkan diatas kuping dan tangan yang menyilang. “Itu dapat dimaknai sebagai cerminan budi yang tinggi,” kata seorang seniman.
 
Kedekatan orang Bali dengan Tuhannya juga digambarkan dalam bentuk aneka gapura dan sesajian yang sarat dengan makna religi. Terkesan sangat kuat adanya aroma magis yang muncul dari permainan warna yang tepat, meskipun benda seni yang tercipta melalui teknik yang berlainan. Semua itu bisa terjadi karena seniman yang membuat memang mungkin piawai. “Menikmati aneka karya disini, seolah saya berada di Bali dan menghirup dupa,” ujar seorang pengunjung yang telah 4 kali ke Bali.
 
Orang Bali juga digambarkan sebagai sosok yang sangat patuh terhadap tradisi. Rupanya, di mata seniman Rusia, budaya yang dimiliki oleh manusia Bali sangat unik dan klasik, tidak ada duanya di dunia. Gambaran orang Bali yang dimunculkan selalu saja menggunakan pakaian khas adat alias berbaju putih atau tidak berbaju, serta bersarung kotak-kotak atau batik.
 
Selain hal itu, Bali juga digambarkan sebagai sebuah tempat yang sangat hijau dengan pohon beringin yang besar yang akarnya menjulur kesana kemari, tempat aneka bunga warna-warni bersemai, serta persawahan yang spesifik. Semua bersatu memunculkan suatu tipe khusus manusia yang berasal dari Bali.
 
Yang unik, dalam pameran ini terdapat 4 roda pedati kuno yang kemudian diukir dengan berbagai kisah religi yang tertera dalam Ramayana. Karena antiknya, gambar roda pedati ini sering menghiasi berbagai reklame dan publikasi di Rusia. Tidak hanya itu, dipamerkan pula sebuah perahu tradisional sangat kuno yang dibeli oleh seniman Rusia seharga 5 dolar. Benda ini kemudian diberi ornamen tatahan khas Bali kemudian dikirim melalui cargo beberapa tahun silam ke Moskow.
 
Menurut Vladimir Annisimov, seniman yang mengorganisasikan pemeran ini, kunjungan banyak pelukis Rusia ke Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir tanpa henti, hanya menunjukkan satu hal bahwa Indonesia merupakan rumah kedua dari para seniman. “Kami sangat mencintai Indonesia, karenanya kami selalu datang dan datang lagi,” ujarnya bersemangat.
 
Duta Besar Hamid Awaludin menilai, peran para seniman dalam mengeratkan hubungan antar bangsa tidak kecil. Mereka melakukannya dengan rasa, cinta, kepedulian serta kesabaran yang tanpa batas. “Selama masih ada seniman seperti yang kita lihat karyanya hari ini, maka hubungan kedua bangsa akan tetap hangat,” katanya.
 
Pameran karya seniman Rusia pecinta Indonesia dalam rangka perayaan 60 tahun hubungan Indonesia dan Rusia ini akan berangsung hingga 24 Mei mendatang. Sebelum kegiatan pameran ini telah dihelat beberapa kegiatan terkait peringatan seperti pertukaran ucapan oleh kedua presiden dan Menlu, peluncuran kamus Indonesia-Rusia, pameran pariwisata,  dan seminar hubungan bilateral.(as)