Lumpia, Nasi Goreng, Kopi, Batik, Abang Jakarte Ramaikan Winter Bazaar 2015 di Moskow

​​​​

Di tengah udara beku musim dingin di Moskow, ada keramaian tahunan yang digelar International Women's Club of Moscow (IWC) pada 28 November 2015 di Hotel Radisson Slavyanskaya: Winter Bazaar. Kegiatan yang telah diadakan IWC sejak tahun 1994 ini diikuti lebih 60 perwakilan asing di Moskow, berbagai perusahaan swasta, sponsor dan sukarelawan manca negara serta dihadiri sekitar 4500 pengunjung.

 

Sebagaimana tahun sebelumnya, KBRI Moskow yang dimotori ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan turut berpartisipasi dalam Winter Bazaar. Di food bazaar, konter Indonesia menyajikan sate ayam, lontong, lumpia, bakwan, bihun dan mi goreng, puding, aneka kue, mi instan, kacang sukro dan sebagainya. Sementara di crafts and goods bazaar, konter Indonesia menjual pakaian batik, kipas batik, syal batik, pakaian songket, bros wayang, pembatas buku wayang, ukiran kayu dari Bali, dan aneka kerajinan khas Indonesia lainnya. Satu konter khusus juga menyajikan kopi “Torabika Kapuchino” dari Grup Mayora yang laris dikunjungi pembeli. Bursa kuliner dan suvenir Indonesia semakin marak dengan kehadiran Abang Jakarta Utara 2015, Duan Akelyaman, yang bersama “none” Tiara Mandalika Wangsadiria, mahasiswi Russian University of People’s Friendship (RUDN) aktif mempromosikan kuliner dan kerajinan khas Indonesia kepada pengunjung.

 

Sementara itu di ruang teater hotel Radisson, siswa-siswi Sekolah Indonesia Moskow unjuk kebolehan dengan nomor tari “Ondel-Ondel.” Tarian lincah nan menggemaskan yang dibawakan siswa-siswi SIM memperoleh aplus meriah dari ratusan penonton. Demikian pula nomor tarian dari Kalimantan Timur “Tari Berburu” yang dimainkan belasan mahasiswa dan mahasiswi anggota PERMIRA (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia) cabang Moskow mengundang decak kagum penonton, termasuk juga berkat keunikan kostum tari yang dikenakan.

 

“KBRI Moskow senantiasa mendukung program IWC dalam meningkatkan komunikasi budaya antara bangsa melalui Winter Bazaar ini,” ujar Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus Djauhari Oratmangun.

 

Antusiasme juga datang dari penonton warga Rusia.

 

"Anak-anak yang menari sangat lucu. Begitu juga untuk tarian kedua, pakaiannya sangat cantik,” ujar Tatyana, seorang  ibu rumahtangga yang datang bersama putrinya, Nastya.

 

Kegiatan Winter Bazaar 2015 yang berlangsung sejak pukul 10 pagi, pada pukul 16.30 ditutup. Ratusan pengunjung yang memadati ruangan, termasuk di konter kuliner dan produk Indonesia, perlahan menyusut. Penghasilan yang diperoleh dari penjualan makanan dan produk Indonesia selanjutnya disumbangkan kepada panitia Winter Bazar.

 

International Women's Club of Moscow (IWC) www.iwcmoscow.ru didirikan tahun 1978 dan keanggotannya terbuka bagi ekspatriat wanita dan pria  yang bermukim di Moskow dan secara terbatas bagi pemegang paspor Rusia.  Fokus kegiatan utama IWC adalah Kelompok Minat (Interest groups, terdapat 80 kelompok minat), Kelompok Amal (the Charities group) dan Penggalangan dana (Fundraising). Kegiatan Winter Bazaar merupakan kegiatan utama tahunan yang menyumbang 2/3 pendapatan amal IWC. Selain untuk amal, Winter Bazar juga bertujuan sebagai wadah solidaritas dan silaturahmi ribuan warga asing dan warga Rusia melalui kegiatan “shopping from around the world” ini. Pendapatan yang diperoleh IWC selanjutnya disumbangkan ke berbagai proyek amal yang dipantau oleh IWC. (Sumber: KBRI Moskow)