DUBES NEGARA ISLAM DUKUNG RUSIA PERANGI TERORISME

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Bom bunuh diri di ruang kedatangan bandara internasional Domodedovo (24/01) masih menyisakan kepedihan yang mendalam di semua lapisan masyarakat Rusia. Di tengah-tengah penyidikan yang intens, secara spontan para dubes negara-negara Islam memberikan dukungan kepada Pemerintah Rusia dan masyarakatnya untuk tidak pernah menyerah kepada terorisme.
 
Bertempat di KBRI Moskow, 11 duta besar dari negara-negara Islam di Moskow bersama mufti besar Rusia, Syeikh Ravil Gaynutdin menyampaikan pesan di depan puluhan kuli tinta bahwa umat Islam di berbagai penjuru dunia menyampaikan simpati dan belasungkawa atas tragedi serangan teroris baru-baru ini. Selain itu, mereka juga menegaskan bahwa teorisme merupakan ancaman internasional karena hampir semua negara mengalaminya. “You are not alone, your suffer is our suffer,” ujar tuan rumah Dubes Hamid Awaludin.
 
Meskipun sampai saat ini belum teridentifikasi siapa dan motif pegeboman di bandara tersibuk di rusia itu, namun dalam dua hari pasca kejadian Syekh Mufti Ravil Gaynutdin telah menghimbau agar masjid-masjid di seluruh Rusia untuk melakukan doa bersama untuk para korban serta keluarga yang ditinggalkan. Baginya muslim yang benar adalah mereka yang masuk Islam secara sempurna, termasuk mengedepankan persahabatan dan cinta. “Teroris jelas tidak mengenal agama dan nasionalitas. Tidak ada teroris yang berada di jalan Tuhan,” ujar Mufti dengan mimik yang serius.
 
Dubes Sinegal yang kini menjadi ketua para dubes dari negara-negara Organisasi Konferensi Islam (OKI) memberikan apresiasi inisiatif Indonesia dan Dewan Mufti Rusia atas kegiatan yang bermanfaat ini. Menurutnya, semua pihak harus menyuarakan keberaniannya untuk menentang terorisme dimanapun dan kapanmun.
 
Dubes Pakistan mengisahkan bahwa negerinya tidak pernah berhenti mendapat serangan teroris, bahkan selama tahun 2010 terdapat ribuan penduduknya menjadi korban sia-sia. Karenanya, Pakistan sangat mengerti apa yang dirasakan Rusia saat ini. Sementara itu, Dubes Malaysia, Dato Z. Abidin Omar mengingatkan agar tidak ada lagi kelompok teroris di dunia ini yang membajak agama (Islam) dan tidak membiarkan kelompok kecil mendikte pemerintah dan dunia. “Kita harus bekerjasama menghadapinya,” ujarnya.
 
Menurut Gaynutdin, maraknya bom di Rusia berakar dari urusan politik. Untuk menghentikannya maka harus ada kebersamaan dan saling memahami antara satu dan lainnya. Pengalaman negara lain mengajarkan agar setiap masyarakat harus pandai-pandai merangkul dan mengarahkan kaum muda agar tidak terjerumus pada kegiatan terorisme.
 
Menyimpulkan pertemuan sore itu, Dubes Hamid Awaludin menggarisbawahi bahwa tindakan teroris di Bandara Domodedovo merupakan tragedi kemunusiaan dimana pelaku dan kelompok yang ada di belakangnya tidak dapat dimaafkan. “Pertemuan spontan ini memberikan sinyal jelas bahwa kita menentang aksi teror, ikut bela sungkawa dan memberikan dukungan penuh kepada rakyat dan Pemerintah Rusia untuk memenangi perang melawan para teroris,” ujarnya.