ASEAN Centre Lahir di Tengah Peringatan 60 Tahun RI-Rusia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Di sela-sela gegap gempitanya Indonesia-Rusia memperingati 60 tahun hubungan bilateral, ASEAN Centre lahir di Moskow. Peristiwa bersejarah ini memberikan makna positif beragam, baik bagi Indonesia maupun ASEAN sendiri. Karenanya, Menlu Rusia Lavrov tidak segan menyambangi.
 
Siang itu, satu langkah baru telah menandai kemajuan hubungan ASEAN dengan Federasi Rusia yaitu dengan diresmikannya ASEAN Centre di Moskow oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, pada tanggal 15 Juni 201.
 
Lembaga tersebut berlokasi di Universitas MGIMO yang merupakan sebuah perguruan tinggi terkemuka di Rusia yang memfokuskan pada studi hubungan internasional.
ASEAN Centre Moscow diketuai oleh Dr. Victor Sumsky yang dipilih melalui suatu mekanisme seleksi di antara Pemerintah Rusia dan Pemerintah negara-negara ASEAN. Dr. Victor Sumsky adalah seorang pengajar bidang studi Asia/Studi Oriental di MGIMO dan peneliti senior di Institute of World Economy and International Relations Moskow (IMEMO). Yang bersangkutan juga seorang Indonesianis terkemuka di Rusia.
 
Acara peresmian dihadiri oleh seluruh ketua dan anggota delegasi  7th ASEAN-Russia Senior Officials Meeting (SOM)  yang telah mengadakan pertemuan pada tanggal 14-15 Juni 2010, termasuk Dirjen Kerjasama ASEAN Kemlu RI Djauhari Oratmangun, Dubes-dubes negara-negara anggota ASEAN di Moskow termasuk Dubes RI untuk Moskow, Hamid Awaludin, dan  para dosen serta sejumlah mahasiswa MGIMO.
 
“ASEAN Centre di Moskow merupakan salah satu bentuk nyata kemitraan antara Rusia dan ASEAN yang sangat penting untuk mendorong kemajuan kerja sama di segala bidang antara Rusia dan ASEAN”, ujar Menlu Lavrov dalam sambutannya.
 
Pernyataan Menlu Lavrov tersebut merupakan harapan dan sekaligus optimisme Rusia terhadap masa depan hubungan ASEAN-Rusia yang diharapkan mampu memberikan sumbangan nyata bagi kedua belah pihak. Maklum, melalui  ASEAN Centre inilah  diharapkan bangsa Rusia dan bangsa-bangsa  ASEAN dapat lebih saling mengenal dan bekerjasama.
 
Sementara itu, Djauhari Oratmangun banyak berharap agar senter ini menjadi stepping stone menuju kerjasama riset kedua belah pihak dan tonggak bagi kehadiran ASEAN yang makin kokoh di negara besar seperti Rusia.
 
Melalui lembaga ini pulalah diharapkan muncul pemikiran-pemikiran inovatif dan produktif guna disumbangkan kepada upaya memajukan kerja-sama ASEAN-Rusia di segala bidang. ASEAN Center di Moskow berfungsi sebagai pusat diseminasi informasi mengenai ASEAN dan hubungan ASEAN-Russia dari  aspek politik, ekonomi dan sosial budaya yang dapat dipergunakan untuk saling menggali potensi kerja sama di ketiga aspek tersebut.
 
ASEAN Center juga akan menyelenggarakan program-program penelitian, seminar dalam upaya menyebarluaskan infomrasi mengenai ASEAN kepada masyarakat Rusia dan sebaliknya dan membangun jejaring dengan pusat-pusat pengkajian (center of excellence) serupa di Negara-negara ASEAN.
 
Bagi Dubes Hamid Awaludin, pendirian senter ini secara tidak langsung menambah bobot peringatan 60 tahun RI Rusia yang jatuh pada tahun ini. Promosi Indonesia akan terus berlangsung higga akhir tahun di berbagai kota besar Rusia.
 
"Indonesia sebagai salah satu founding father ASEAN tentu menyambut senter ini dengan antusias, apalagi diresmikan di sela-sela peringatan hubungan bilateral yang demikian gencar. The right centre in the right time," ujarnya.