Produk Ikan Indonesia kembali masuk Pasar Rusia

9/20/2014

 

?Kabar menggembirakan untuk sektor industri perikanan dan hasil laut Indonesia diperoleh dari pihak Pengawasan Sanitasi dan Veteriner Rusia/The Federal Service for Veterinary and Phytosanitary Surveillance (Rosselkhoznadzor) yang telah menyatakan pencabutan larangan sementara atas impor produk ikan Indonesia, yang mulai berlaku terhitung tanggal 17 September 2014.

 

Sebelumnya, sejak tanggal 1 Juli 2013 pihak Rosselkhoznadzor memberlakukan larangan sementara/temporary restriction terhadap impor produk ikan dan hasil perikanan dari Indonesia ke Rusia. Larangan impor tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil joint inspection tim Rosselkhoznadzor dan Customs Union pada bulan Desember 2012 terhadap perusahaan Indonesia yang mengekspor produknya ke Indonesia.

 

Menindaklanjuti keputusan Rosselkhoznadzor dengan memberlakukan larangan sementara tersebut, sepanjang tahun 2013 hingga pertengahan tahun 2014, sejumlah pertemuan antara pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia dengan Rusia untuk mengupayakan pencabutan larangan sementara tersebut telah dilakukan dengan fasilitasi KBRI Moskow. Terakhir pada tanggal 24 Juni 2014, Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) – KKP telah melakukan pertemuan dengan Wakil Kepala Rosselkhoznadzor di Moskow. Pada pertemuan tersebut kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama perikanan kedua negara dan selanjutnya pihak Rosselkhoznadzor akan mempertimbangkan pencabutan larangan impor sementara produk ikan Indonesia jika hasil inspeksi lanjutan yang dilakukan oleh Pemri menunjukkan terpenuhinya syarat veteriner Rusia dan Customs Union.

 

Bagi Rusia adalah penting bagi produk – produk yang memasuki pasar Rusia memenuhi persyaratan veteriner dan phytosanitary yang berlaku di Rusia dan Customs Union. Hal ini dilakukan Rusia tidak hanya bagi produk impor perikanan, namun juga berlaku untuk seluruh produk impor lainnya, baik pertanian maupun peternakan. Untuk itu, dicabutnya larangan sementara impor ini dapat dijadikan momentum penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan standar veteriner serta sanitasi ekspor produk unggulan perikanan dan produk hasil laut lainnya, pertanian dan peternakan ke Rusia.

 

Pencabutan larangan sementara impor produk ikan Indonesia diberlakukan bagi 15 (lima belas) perusahaan Indonesia, yaitu PT. CENTRAL PERTIWI BAHARI, PT. CENTRAL PERTIWI BAHARI (PLANT II), CV. PRIMA INDO TUNA, PT. MULTI MONODON INDONESIA, PT. DHARMA SAMUDERA FISHING INDUSTRIES, PT. KELOLA MINA LAUT, PT. BALI MINA UTAMA, PT. PANCA MITRA MULTIPERDANA, PT. WAHYU PRADANA BINAMULIA, PT. ANEKA TUNA INDONESIA, PT. ERA MANDIRI CEMERLANG, AWINDO INTERNATIONAL, PT. TUNA PERMATA REJEKI, PT. LAUTAN NIAGA JAYA, dan PT. INTIMAS SURYA.

 

Dengan capaian ini kiranya Indonesia dapat kembali menjadi salah satu penyedia produk ikan dan hasil laut lainnya bagi Rusia, khususnya dalam memenuhi kurangnya ketersediaan produk ikan Rusia akibat adanya larangan impor sejumlah produk dari UE, AS, Canada, Australia, dan Norwegia.