Rusia

INDONESIA - RUSIA
Kerjasama Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Rusia
 
Seiring dengan “mesranya” hubungan antara Indonesia dan Uni Soviet, pada akhir tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an tercatat sekitar 2000 mahasiswa Indonesia belajar di berbagai wilayah Uni Soviet melalui program beasiswa dari Pemerintah Uni Soviet.
 
Sehubungan dengan kebijakan pemerintah Indonesia pada era Orde Baru di Indonesia, sejak akhir tahun 1960-an hingga pertengahan tahun 1990-an tidak ada mahasiswa Indonesia yang pergi ke Uni Soviet untuk belajar.
 
Setelah Uni Soviet pecah, mulai tahun 1995 Pemerintah Rusia sebagai legal successor Uni Soviet, memberikan kembali beasiswa kepada warga negara Indonesia untuk belajar di berbagai perguruan tinggi Rusia pada program bachelor (S-1), spesialis, master (S-2) dan aspirantura/doktor (S-3). Jumlah beasiswa yang diberikan terus bertambah dari 10 beasiswa pada tahun 1995 hingga 45 beasiswa pada tahun 2011. Beasiswa tersebut bukan beasiswa penuh. Pemerintah Rusia hanya membebaskan biaya studi dan asrama. Sementara biaya hidup dan lainnya, termasuk biaya asuransi dan penerbangan internasional ditanggung oleh peserta.
 
Pada periode 1995-2011 lebih dari 60 mahasiswa Indonesia telah lulus dari berbagai perguruan tinggi Rusia. Sampai dengan paruh pertama tahun 2011 terdapat 91 mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia yang sebagian besar merupakan penerima beasiswa penerintah Rusia. Mereka belajar di berbagai perguruan tinggi di Rusia, seperti di Moskow, St. Petersburg, Yekaterinburg, Ufa, Tomsk, Rostov-on-Don, Voronezh dan Tula. Beberapa perguruan tinggi yang menjadi tempat studi mahasiswa Indonesia diantaranya Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN), Russian State University of Oil and Gas, Tula State University, St. Petersburg State Politechnic University, Southern Federal University (Rostov), Don State Technical University, Voronezh State University, Ural Federal University dan Ufa State Petroleum Technological University.
 
Jumlah mahasiswa Indonesia yang studi di Rusia tersebut tentunya sangat kecil dibanding jumlah warga negara Indonesia secara keseluruhan. Sebagai contoh, jumlah mahasiswa Malaysia di Rusia sekitar 3000 orang dan mahasiswa Vietnam sekitar 4500 orang. Namun demikian, meskipun bukan beasiswa penuh, dalam beberapa tahun terakhir Warga Negara Indonesia yang berminat belajar di Rusia melalui program beasiswa pemerintah Rusia ini semakin meningkat.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Nasional secara reguler mulai tahun 2004 memberikan beasiswa kepada warga negara Rusia dalam program Darmasiswa untuk belajar bahasa, seni dan budaya Indonesia. Setiap tahunnya 15-20 mahasiswa Rusia mengikuti program tersebut dengan lama pendidikan 6-12 bulan.
 
Selain itu, mulai tahun 2010 pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memberikan beasiswa kepada mahasiswa muslim Rusia untuk belajar di berbagai perguruan tinggi Islam negeri (UIN) di Indonesia, seperti UIN Jakarta, UIN Malang dan UIN Yogyakarta pada jenjang sarjana (S-1), master (S-2) dan doktor (S-3). Pada tahun 2010 sebanyak 10 mahasiswa muslim belajar di Indonesia dan tahun 2011 sebanyak 27 orang.
 
Terdapat pula program beasiswa seni dan budaya Indonesia (BSBI) yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk mempelajari bahasa dan seni budaya Indonesia selama 3 bulan.
 
Kerjasama antar perguruan tinggi menunjukan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tercermin antara lain dengan adanya saling kunjung dan penandatanganan kerjasama antar perguruan tinggi, yaitu:
  1. Universitas Indonesia dengan Institute of Asian-African Studies (ISAA)/Moscow State University (MGU) (2004);
  2. Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kementerian Luar Negeri RI dengan Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia (2006);
  3. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan People’s Friendship University of Russia (RUDN) dan Bauman Moscow State Technical University (BMSTU) (2009);
  4. Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan Bauman Moscow State Technical University (BMSTU) dan People’s Friendship University of Russia (RUDN) (2009);
  5. Universitas Indonesia (UI) dengan St. Petersburg State Politechnic University (2009);
  6. Universitas Hasanuddin dengan St. Petersburg State Politechnic University (2009);
  7. Institut Teknologi Bandung dengan St. Petersburg State Politechnic University (2009);
  8. Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta dengan Universitas Islam Moskow; Universitas Islam Rusia (Kazan) dan Pusat Pendidikan Islam Kaukasus Utara (Makhachkala) (2009);
  9. Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta dengan Universitas Islam Moskow; Universitas Islam Rusia (Kazan) dan Pusat Pendidikan Islam Kaukasus Utara (Makhachkala) (2009);
  10. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dengan Universitas Islam Moskow; Universitas Islam Rusia (Kazan) dan Pusat Pendidikan Islam Kaukasus Utara (Makhachkala) (2009);
  11. Universitas 45 Makassar dengan Russian State University of Trade and Economics Samara Institute (RSUTE) Samara (2010);
  12. Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Gontor dengan Universitas Islam Rusia, Kazan (2011).
 
Sementara itu, terdapat pula minat dari perguruan-perguruan tinggi lainnya kedua negara untuk menjalin kerjasama. Beberapa perjanjian kerjasama yang masih dalam pembahasan, seperti:
  1. Universitas Diponegoro dengan St. Petersburg State University;
  2. Universitas Gadjah Mada dengan St. Petersburg State University;
  3. Universitas Padjadjaran Bandung dengan Far Eastern Federal University, Vladivostok.
 
Untuk lebih memberikan pemahaman tentang Indonesia terkini dan hubungan bilateral Indonesia-Rusia kepada generasi muda Rusia, khususnya kalangan mahasiswa, dilakukan kuliah umum Duta Besar RI di berbagai perguruan tinggi di Rusia, seperti Moscow State of International Relations of the Ministry of Foreign Affairs of the Russian Federation (MGIMO), Institute of Asian-African Studies (ISAA) of the Moscow State University dan di Moscow State University (MGU), Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN), Don State Technical University (DSTU), Far Eastern Federal University (DVFU) Vladivostok, Tver State University (TSU), St. Petersburg State University (SPbGU), Universitas Islam Moskow, Universitas Islam Rusia (Kazan) dan lainnya.
 
Di berbagai perguruan tinggi Rusia dipelajari bahasa Indonesia, seperti di Institute of Asian-African Studies (ISAA) of the Moscow State University (MGU), Oriental University of the Russian Academy of Sciences, Moscow State University of International Relations (MGIMO) of the Ministry of Foreign Affairs of the Russian Federation, St. Petersburg State University (SPbGU), Akademi DIplomatik Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia dan Far Eastern Federal University (DVGU) Vladivostok.
 
Untuk lebih mengembangkan Bahasa Indonesia di Rusia, pada tahun 2010 KBRI Moskow bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional RI mendatangkan seorang tenaga pengajar Bahasa Indonesia untuk mengajar di berbagai perguruan tinggi di Rusia, seperti Institute of Asian-African Studies (ISAA) of the Moscow State Univesity (MGU), Oriental University of the Russian Academy of Sciences dan Moscow State University of International Relations (MGIMO) of the Ministry of Foreign Affairs of the Russian Federation. Pada tahun 2011 KBRI Moskow bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional RI kembali akan mendatangkan dua orang tenaga penagajar Bahasa Indonesia untuk kelanjutan program tersebut, termasuk pengajaran Bahasa Indonesia di Far Eastern Federal University, Vladivostok dan di berbagai perguruan tinggi di Moskow.
 
Meskipun kerjasama bidang pendidikan menunjukan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir, sampai saat ini perjanjian antara Indonesia dan Rusia di bidang tersebut masih dalam pembahasan kedua pihak. Berdasarkan perkembangan terakhir draf perjanjian dimaksud berada di pihak Rusia.