Menlu: Manfaatkan momentum 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Rusia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Menteri Luar Negeri RI, R.M. Marty M. Natalegawa telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Rusia, Sergey V.Lavrov pada tanggal 15 Oktober 2010 di Moscow, Rusia. “Kedua Menlu sepakat hubungan diplomatik ke-60 RI-Rusia harus dijadikan momentum guna meningkatkan potensi hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi. Kami menyepakati muatan yang lebih substansial terhadap hubungan kedua negara tersebut” jelas Menlu RI Natalegawa. Pada pertemuan singkat itu telah dibahas beberapa bidang kerjasama kedua negara yang dapat lebih ditingkatkan. “Bidang penanggulangan terorisme, managemen bencana dan sektor perhubungan udara merupakan bidang yang disepakati oleh kedua negara” imbuh Menlu. Pertemuan secara khusus menjajaki kemungkinan kerjasama perhubungan udara dengan membuka rute langsung Indonesia-Rusia termasuk oleh maskapai Indonesia, Garuda Indonesia. “ semoga perjanjian hubungan udara antara kedua negara dapat ditandatangani di sela-sela rangkaian pertemuan KTT ke-17 ASEAN dan KTT terkait Lainnya di Hanoi pekan depan” sambung Menlu RI. Menlu RI menggarisbawahi bahwa hubungan bilateral Indonesia-Rusia harus beragam dan dilaksanakan pada seluruh tingkatan. Bukan hanya terbatas pada hubungan antar pemerintah tetapi juga hubungan antara pebisnis dan masyarakat kedua negara. Menlu Rusia menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi pembukaan Konsulat Jenderal Indonesia di wilayah Rusia sehingga dapat meningkatkan kepentingan ekonomi dan perdagangan Indonesia di Rusia. Dalam kesempatan tersebut dibahas pula isu-isu regional termasuk ASEAN, arsitektur baru kawasan dan perkembangan di Laut Cina Selatan. “Indonesia berkomitmen untuk terus menciptakan kawasan Asia Pasifik yang lebih stabil, damai dan sejahtera berdasarkan pada “dynamic equilibrium” dalam konstelasi hubungan antar negara di kawasan” sergah Menlu RI. “Sebagaimana diketahui dan dirancang sejak awal, melalui perluasan East Asia Summit yang mencakup Rusia dan AS, maka partisipasi perdana AS dan Rusia akan dilakukan pada masa keketuaan Indonesia pada tahun 2011” sambung Menlu RI. “Untuk isu global, kami telah membahas bersama Menlu Rusia masalah Semenanjung Korea, proses perdamaian di Timur Tengah, nuklir Iran, serta Kosovo,” ujar Menlu RI.