KBRI Moscow dibanjiri Generasi Muda Rusia Pecinta Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lebih dari 150 orang generasi muda Rusia sahabat Indonesia menghadiri dan memadati Ruangan Serbaguna KBRI Moskow dalam suatu acara Temu Pemuda Rusia Pecinta Indonesia, Jumat, 15 Oktober 2010 di KBRI Moskow. Temu Pemuda Rusia Pecinta Indonesia yang merupakan acara rutin KBRI Moskow diikuti oleh generasi muda Rusia dari bebagai kalangan, seperti mahasiswa, akademisi, eksekutif muda dan wartawan. Empat orang Mahasiswa Rusia Duta Wisata Indonesia yang berkunjung ke Indonesia pada pertengahan Juli 2010 lalu memberikan presentasi tantang pengalamannya mengunjungi kota-kota wisata Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali dan Pulau Komodo. “Keindahan alam, keanekaragaman budaya dan objek-objek wisata di Indonesia hingga keramah-tamahan penduduknya memberikan kesan yang luar biasa”, kata Maria Mitsura, mahasiswi Institut Negara-negara Asia Afrika (ISAA)/MGU, salah seorang dari Duta Wisata Indonesia. “Indonesia suatu negara yang sangat eksotik dan menarik. Saya hanya bisa mengatakan datanglah ke Indonesia. Saya suka Indonesia dan ingin kembali mengunjunginya”, ujarnya. Acara pertemuan disemarakan dengan tarian daerah persembahan siswa-siswi Sekolah Indonesia Moskow dan alunan lagu-lagu Indonesia seperti Rayuan Pulau Kelapa (Strana Rodnaya Indonezia), Panon Hideung (Ochi Chiornie) dan Widuri dalam bahasa Indonesia dan Rusia yang dibawakan mahasiswi-mahasiswi ISAA/MGU. “Lagu-lagu tersebut mengingatkan kita pada masa-masa mesranya hubungan kedua bangsa kita di era 60-an”, kata Sergei Vasilyev, salah seorang Indonesianis. “Saya senang sekali generasi muda Rusia yang mengenal Indonesia terus meningkat”, tambahnya. Menurut Duta Besar RI Moskow Hamid Awaludin, kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Rusia, khususnya generasi muda. Duta Besar Hamid Awaludin mengakui bahwa jumlah pemuda Rusia pecinta Indonesia terus meluap sehingga tempat di KBRI tidak lagi mencukupi untuk penyelenggaraan kegiatan serupa, terutama pada musim dingin. Karenanya perlu dipertimbangkan mencari tempat pertemuan yang cocok, seperti menyewa ruang pertemuan khusus untuk menampung aktivitas dan kreativitas mereka. “Ini bagian dari public diplomacy kita dan diharapkan mereka dapat menjembatani hubungan kedua bangsa kita di masa mendatang yang saat ini terus berkembang”, ujar Duta Besar Hamid Awaludin.