Gandrang Bulo goyang Yauza Palace

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Perpaduan antara profesional dan anak-anak telah menjadi daya tarik bagi siapapun. Tidak terkecuali bagi para penonton gandrang bulo di salah satu gedung pertunjukan paling magis di Moskow. Semua penonton dibuat bergoyang dan rela mengkahirinya dengan tepuk tangan panjang Itulah salah satu tampilan utama dalam rangkaian penampilan Budaya Sulsel di Rusia yang kali ini (25/10) dipanggungkan di Yauza Palace yang didirikan tahun 1912. Gandrang bulo yang merupakan permainan anak-anak di Makasar dan sekitarnya itu ternyata menjadi atraksi yang menarik manakala dimainkan puluhan anak kecil yang terlahir di luar negeri dan diiringi oleh pemain musik professional dari Sulsel. Baju warna warni, kain sarung sutra dan topi merah biru menjulang menghiasi anak-anak dibawah 10 tahun . Sambil dengan pede menyanyi lagu daerah yang mungkin tidak dipahami, anak-anak itu menari riang di atas panggung sambil memukul-mukulkan dua bambu pendek yang dibawanya. Seolah-olah suara gemertik bambu-bambu itu merupakan petikan gitar yang mengiringi gerak dan suara nyaring mereka. Dan agar penonton mendapatkan suasana yang lebih komplit maka 4 kendang dimainkan oleh para professional berfungsi sebagai bas bagi alunan bambu. Sajian selama 7 menit oleh siswa-siswa kelas satu hingga 3 Sekolah Dasar Sekolah Indonesia Moskow (SIM) itu kontan membuat ratusan penonton girang dan ikut menggoyangkan kaki mereka. Dan adegan pertunjukan gandrang bulo berakhir dengan tertinggalnya salah seorang dari para penari tersebut di atas panggung. Anak tersebut seolah keasyikan menari sehingga tidak sadar teman-temannya telah pulang ke rumah. “Tidak ada yang lebih lucu dalam hidup ini kecuali anak-anak. Saya suka tarian mereka,” ujar salah seorang penonton. Menurut Ketua Tim Kesenian Sulsel, Pancawati Baso Mappa, gandrang bulo merupakan salah satu andalan dalam pagelaran budaya di 4 kota Rusia, selain rabbana jepeng, prosesi adat appasiori waju, dan simponi kecapi. “Permainan anak ini selain terus dilestarikan karena memang unik dan memiliki daya pikat bagi masyarakat asing,” ujarnya. Sebagaimana di kota Vladimir pada hari sebelumnya, maka di Moskow juga diadakan peragaan busana dengan bahan sutra Bugis oleh designer Toto Supangat. Setelah sukses di dua kota, maka pertunjukan budaya Sulsel akan segera berpindah ke kota santri Rusia, Kazan()