Belarusia

​INDONESIA - BELARUS
Hubungan Bilateral antara Indonesia dan Belarus
 
Hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dengan Republik Belarus telah terjalin selama 18 tahun, sejak ditandatanganinya Joint Communiqué Concerning the Establishment of Diplomatic Relation Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Belarus (Komunike Bersama Pembukaan Hubungan Diplomatik antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Belarus), 18 Juni 1993.
 
Peningkatan hubungan kedua negara ditandai antara lain adanya pertemuan-pertemuan pejabat pemerintahan kedua negara dan delegasi lainnya untuk perundingan bilateral. Dalam rangka mempererat hubungan dan kerjasama kedua negara di berbagai bidang, terutama politik, ekonomi, perdagangan dan teknik, Presiden Belarus berencana untuk melakukan kunjungan ke Indonesia yang sampai saat ini waktu pelaksanaannya masih dalam pembahasan kedua pihak. Selain itu, saat ini Pemerintah Republik Belarus tengah mempersiapkan pembukaan perwakilannya di Indonesia.  
 
Di fora internasional, kedua negara saling memberikan dukungan dalam keanggotaan pada berbagai organisasi internasional.
 
Kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Belarus di bidang ekonomi dilandasi oleh Persetujuan Perdagangan Antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Belarus (Trade Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Belarus) yang ditandatangani pada 12 Mei 2000.
 
Hubungan perdagangan kedua negara mengalami meningkat, walaupun dalam skala yang relatif masih kecil dan masih belum sesuai dengan potensi yang dimiliki kedua negara. Para pelaku bisnis kedua negara yang didukung pemerintah masing-masing cukup intensif melakukan komunikasi guna menjalin hubungan bisnis. Wakil Menlu Belarus, Mr. Sergey Aleinik, berkunung ke Indonesia pada 20-23 Juni 2010 dalam rangka memimpin misi dagang Belarus ke Indonesia. Sedangkan pada 13 September 2010 Menteri Perdagangan RI memimpin Misi Dagang RI ke Belarus serta melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Belarus guna membahas upaya peningkatan kerjasama ekonomi perdagangan.
 
Selama periode 2006-2010 rata-rata pertumbuhan perdagangan RI-Belarus mencapai 28,79% dan RI terus mengalami defisit mengingat impor Indonesia dari Belarus meliputi alat-alat industri bernilai tinggi sedangkan ekspor berupa bahan mentah hasil pertanian. Pada tahun 2009 terjadi penurunan angka perdagangan yang antara lain sebagai dampak dari krisis global yang terjadi di tahun 2008.
 
Neraca Perdagangan
Indonesia-Belarus
2006 - 2011
 
(Nilai: Ribu US$)
 

URAIAN

2006

2007

2008

2009

2010

Trend%) 2006-2010

Jan-Mei

Perubahan%) 2011/2010

2010

2011

Total perdagangan

21.587,2

32.262,9

135.118,4

11.456,2

128.340,0

28,79

46.207,8

83.292,3

80,26

Migas

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

Non migas

21.587,2

32.262,9

135.118,4

11.456,2

128.340,0

28,79

46.207,8

83.292,3

80,26

Ekspor

5.994,8

5.311,3

2.688,9

1.211,4

1.333,3

-36,14

354,2

1.310,2

269,93

Migas

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

Non migas

5.994,8

5.311,3

2.688,9

1.211,4

1.333,3

-36,14

354,2

1.310,2

269,93

Impor

15.592,4

26.951,6

132.429,5

10.244,8

127.006,7

38,09

45.853,6

81.982,0

78,79

Migas

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

Non migas

15.592,4

26.951,6

132.429,5

10.244,8

127.006,7

38,09

45.853,6

81.982,0

78,79

Neraca perdagangan

-9.597,6

-21.640,2

-129.740,6

-9.033,5

-125.673,3

0,00

-45.499,4

-80.671,8

77,30

Migas

0,0

0,0

0,0

0,0

0,0

0,00

0,0

0,0

0,00

Non migas

-9.597,6

-21.640,2

-129.740,6

-9.033,5

-125.673,3

0,00

-45.499,4

-80.671,8

77,30

Sumber: Kementerian Perdagangan RI 
 
Produk ekspor utama Indonesia adalah natural rubber, balata, gutta pecha etc, automatic data processing machines, optical reader etc, synthetic filam yarn, palm oil and its fractions, tobacco, woven fabrics filam yarn, coconut (copra), palm kernel/babassu oil and its fractions, paper and paperboard, coated with kalolin or other inorganic substances, oxygen-function amino-compounds, woven fab of syn staple fibre.
 
Produk impor utama Indonesia dari Belarus adalah new pneumatic tires of rubber, mineral or chemical fertilizers, potassic, retreaded/used tire; solid tire, interchangeable tire treads & flaps, leather of bovine/equine animal, other than leather of 4108/4109.
 
Salah satu mekanisme untuk mempererat dan meningatkan hubungan dan kerjasama guna lebih memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki, khusunya di bidang ekonomi, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknik, secara berkala diselenggarakan Intergovernmental Indonesian-Belarusian Joint Commission on Trade, Economic, Scientific and Technical Cooperation atau Sidang Komisi Bersama (SKB) Kerjasama Ekonomi, Perdagangan, Ilmu Pengetahuan dan Teknik antara Indonesia dan Belarus. SKB I telah diselenggaran di Minsk pada bulan Februari 2008, SKB II di Jakarta pada bulan November 2009. Sementara itu, SKB III akan diselenggarakan pada pertengahan bulan September 2011 di Minsk.
 
Di bidang pariwisata, secara umum jumlah wisatawan Belarus yang berkunjung ke Indonesia masih belum menunjukan angka yang signifikan. Akan tetapi terdapat kecenderungan peningkatan dari tahun ke tahun. Upaya-upaya promosi pariwisata Indonesia terus dilakukan antara lain keikutsertaan yang aktif dalam pameran pariwisata Internasional Otdykh Minsk. Salah satu kendala yang dihadapi wisatawan Belarus untuk berkunjung ke Indonesia adalah jalur penerbangan dan lamanya waktu tempuh.
 
Sementara itu, di bidang pendidikan terdapat minat lembaga-lembaga pendidikan kedua negara untuk menjalin kerjasama. Kedua negara tengah membahas perjanjian di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan yang akan menjadi paying kerjasama di bidang tersebut.
 
Indonesia dan Belarus telah menandatangani berbagai perjanjian kerjasama, seperti Trade Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Belarus (12 Mei 2000), Agreement Between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Belarus on Economic and Technical Cooperation (12 Mei 2000) dan Memorandum of Understanding on Consultation Between the Department of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia and the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Belarus Regarding the Establishment of the Intergovernmental Indonesian-Belarusian Joint Commission on Trade, Economic and Technical Cooperation (24 April 2007).
 
Beberapa perjanjian yang masih dalam pembahasan kedua pihak, seperti di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan, kebudayaan, bebas visa bagi pemegang paspor dinas dan diplomatik, hukum, investasi, penanggulangan bencana dan teknik militer.