Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Kemlu

Sidang Komisi Bersama RI-Rusia VIII: Quick Wins 2014 Lebih 5 Milyar Dollar

Selasa, 26 Juni 2012

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Hatta Radjasa menyatakan bahwa sampai 2014 ada beberapa quick wins yang dapat dicapai dalam kerjasama Indonesia-Rusia terdiri dari bidang transportasi, food security dan industri moneral. Ketiganya akan mampu menarik inestasi Rusia tidak kurang dari 5 milyar US dolar.

Demikian, salah satu kesimpulan quick wins dari Sidang Komisi Bersama yang dihelat di Moskow (25/06). Dalam kesempatan ini, Hatta memimpin sidang bersama Dmitry Rogozin, Deputi Perdana Menteri Rusia.

Hadir pula mendampingi keduanya, Dubes Indonesia untuk Rusia, Djauhari Oratmangun, Dubes Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov serta para pejabat yang terkait lainnya.

Menurut Hatta, kedua belah pihak telah mencapai beberapa kata sepakat yang bernilai ekonomi sangat tinggi. Rusia misalnya, akan merealisasikan investasinya di jaringan kereta api di Kalimantan Timur senilai 2,5 milyar dolar. Diharapkan tahun 2012 proyek akbar ini sudah mulai digarap dan dua tahun kemudian mulai dibangun.

Rusia juga diharapkan dapat investasi perkeretaapian di wilayah Indonesia lain, seperti Sulawesi dan Sumatra.

Selain itu, urusan penerbangan langsung reguler mendapat perhatian luas dari peserta Komisi Bersama VIII mengingat Air Service Agreement yang menjadi payung penerbangan langsung reguler telah diteken pada tahun 2010 namun belum ada realisasinya sampai sekarang.

Penerbangan langsung diharapkan  akan mendorong peningkatan turis Rusia ke Indonesia dan sebaliknya serta membuka peluang besar bagi peningkatan perdagangan yang dipatok pada angka 5 milyar dolar pada tahun 2015. Turis Rusia yang berkunjung ke Indonesia tahun lalu mencapai 89 ribu orang.

Khusus dalam food security, Indonesia-Rusia antara lain sepakat untuk saling mengisi dalam soal pengadaan pangan. Indonesia berjanji untuk terus membeli gandum Rusia untuk kebutuhan pangannya serta siap menanamkan modalnya untuk pembangunan pabrik mie instant di negeri bekas komunis tersebut.

Diharapkan dengan kegiatan ini maka dapat dikurangi perdagangan melalui pihak ketiga yang membawa konsekuensi kenaikan harga.

"Saya berharap, nilai quick wins tersebut akan bernilai lebih dari 5 milyar dolar AS. Suatu jumlah yang lumayan dalam mendongkrak kerjasama ekonomi," ujarnya.

"Kita juga akan mendorong lebih banyak mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia dan mahasiswa Rusia pergi juga ke Indonesia. Saat ini, hanya sekitar 115 mahasiswa Rusia di Indonesia dan juga sebaliknya," imbuhnya.

Sementara itu, Rusia sudah menyatakan akan menanamkan modal di Indonesia untuk pengolahan smelter, mengembangkan teknologi nuklir untuk maksud damai, serta kerjasama pembuatan satelit untuk pemantauan satelit dan bencana alam.

Menurut Rogozin, angka 5 milyar dolar sebagai target volume perdagangan tahun 2015 bukanlah angka yang lumayan dalam tahap awal dan mudah dicapai.

Melihat potensi yang ada, katanya, masih sangat mungkin ditingkatkan lebih banyak. “Indonesia dan Rusia adalah dua negara besar. Penduduk Indonesia dua kali lipat dari Rusia, sementara wilayah Rusia jauh lebih besar dari Indonesia. Kita memiliki potensi maju bersama,” ujar Rogozin di depan para wartawan.

Menyambung apa yang disampaikan Rogozin, Hatta menyatakan bahwa kedua belah pihak memiliki banyak kesamaan pandangan.

Sidang Komisi Bersama yang ditingkatkan pada level Menteri Koordinator dan Wakil Perdana Menteri merupakan sebuah bukti kesungguhan untuk melambungkan kemitraan strategis kedua negara.

“Dengan level yang demikian tinggi, maka sebenarnya kami berdua menjadi penjamin bagi pelaksanaan segala kepuitusan yang sudah dicetuskan bersama,” ujar Hatta dengan muka cerah.

Di akhir kegiatan Sidang Komisi Bersama itu, Hatta dan Rogozin menandatangani kesepakatan  yang telah dibuat Sidang di depan para kuli tinta.

Sebelum itu, pihak Indonesia dan Rusia juga menandatangani Nota Kesepahaman untuk Pertukaran Data Statistik Perdagangan.

Nota Kesepahaman yang ditunda penandatangannnya karena pergantian pejabat adalah mengenai Kerjasama Bidang Pendiikan.(Sumber: KBRI Moskow)




Selamat Datang di Website KBRI Moskow


Presiden Republik Indonesia


Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia


Buletin "TANAH AIR"

Sekolah Indonesia Moskow


Dharma Wanita Persatuan


Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia

next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan