Memenuhi undangan Presiden Republik Ekuador, Rafael Correa Delgado, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, melakukan kunjungan kenegaraan perdananya ke Ekuador sejak dibukanya hubungan diplomatik tahun 1980. Kunjungan Presiden Yudhoyono ini (22-24/06) memberi makna penting bagi hubungan bilateral kedua negara.
Presiden Correa menggarisbawahi arti strategis Indonesia bagi Ekuador. “Indonesia adalah jembatan politik dan ekonomi untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Australia” tutur Presiden Correa. Menurutnya, keberadan Kedutaan Besar Ekuador di Jakarta yang merangkap wilayah Asia Tenggara dan Australia, menjadi salah satu bukti.
Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI, Presiden Correa juga menyampaikan keinginan untuk belajar dari Indonesia sebagai negara kepulauan dalam penanganan keamanan darat dan laut.
Kedua Presiden menyambut baik peringatan ke-32 tahun hubungan bilateral yang terjalin sejak 28 April 1980 dan sepakat untuk mewujudkan hubungan yang aktif dan dinamis di tingkat bilateral maupun tingkat multilateral.
Kedua Presiden sepakat untuk mencari terobosan dalam meningkatkan nilai perdagangan dengan memanfaatkan lokasi kedua negara sebagai gerbang masuk produk-produk perdagangan di kawasan seperti ASEAN, Mercado Comun del Sur (Mercosur), organisasi negara-negara Andean (CAN), Asosiasi Negara-negara Amerika Latin (ALADI).
Pada tahun 2011, perdagangan bilateral meningkat 40% dengan nilai yang mencapai 96 juta dolar AS dan Indonesia menikmati surplus sebesar USD 83 juta. Produk ekspor utama Indonesia ke Ekuador antara lain peralatan pertambangan, kopi, karet alam, synthetic fillamen yarn, kertas karbon, ban dan baterai.
Terkait investasi, kedua Presiden juga menekankan perlunya kerjasama antara lain di bidang energi, telekomunikasi dan pariwisata.
Di bidang energi, keberhasilan kelompok Bakrie Kalila baru-baru ini yang mendapatkan konsesi di 3 ladang minyak di Orienta Basin di blok Lago Agriyo, Guanta dan Parahuacu sebesar 65 juta barel dengan investasi sekitar USD 350 juta, merupakan hasil nyata semakin meningkatnya hubungan investasi kedua negara di bidang ini.
Pemerintah Ekuador juga telah mengundang investor Indonesia untuk terus berinvestasi di proyek Manta-Manaos Coridor, koridor transportasi yang membentang dari pelabuhan Manta di Ekuador ke pelabuhan Manaos, Brasil.
Proyek ini merupakan bagian dari rencana besar untuk menghubungkan Amerika Latin dengan pasar Asia dengan menembus Samudra Pasifik dan Atlantik.
Pada kunjungan Presiden RI ke Ekuador ini juga dilakukan pertemuan khusus (breakfast meeting) antara Menteri bidang ekonomi (Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan) serta KADIN, HIPMI dan beberapa pengusaha Indonesia dengan mitranya dari Ekuador.
Pertemuan juga membahas berbagai potensi perdagangan, invetasi dan pariwisata untuk meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. Dari pertemuan ini terungkap beberapa pengusaha lokal menyatakan minatnya untuk mengimpor garmen, mobil (Innova), sepeda motor dan spare part dari Indonesia.
Di bidang sosial budaya, kedua Kepala Negara memiliki pandangan yang sama mengenai upaya-upaya pembangunan ekonomi dan lingkungan hidup. “Pemerintah Indonesia mendukung upaya pemerintah Ekuador dalam perlindungan hutan (inisiatif Yasuni ITT) dengan menjanjikan bantuan keuangan dari Pemerintah Indonesia” pungkas Presiden SBY.
Dalam meningkatkan hubungan antar masyarakat kedua negara, Presiden Yudhoyono dan Presiden Correa juga mendukung berbagai program yang telah ada diantaranya pemberian beasiswa seperti program Dharmasiswa dari Indonesia, dan menyetujui kerjasama bidang olah raga.
Dalam kesempatan tersebut, kedua Presiden juga menyaksikan penandatanganan perjanjian di bidang perdagangan dan investasi antara Menteri Perdagangan RI dan Menteri Luar Negeri, Perdagangan dan Integrasi Ekuador serta perjanjian mengenai kegiatan bersama untuk peningkatan hubungan bileteral kedua negara antara Menteri Luar Negeri RI dengan Menteri Luar Negeri, Perdagangan dan Integrasi Ekuador.
Kedua Presiden juga telah menerbitkan dan menandatangani “Sampul Peringatan” untuk memperingati Kunjungan Kenegaraan Presiden RI yang pertama ke Ekuador. (Sumber: KBRI Quito/Dit.Infomed/PLE/PY)