Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Berita Perwakilan

Indonesia Kalah Pada MTQ Internasional Di Negara Bekas Komunis

Rabu, 28 September 2011

Jainal Arifin pada Lomba MTQ Internasional ke-12 di Moskow
Umat muslim Rusia saat ini mulai bangun dari tidur panjangnya. Ayat-ayat Suci Al-Quran yang dikumandangkan bisa terdengar mengisi relung hati umat muslim. Hal ini nyaris tidak terjadi di era komunis. Salah satu kebangkitan umat muslim Rusia terlihat dari keaktifan menyelenggarakan lomba baca Al-Quran tingkat Internasional. Sayangnya keikutsertaan wakil Indonesia belum dapat menembus nominasi yang terbaik.
   
Sebanyak 36 negara dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia telah ambil bagian dalam Lomba Baca Al-Quran Tingkat Internasional ke-12 (12th Moscow International Quran Reciting Competition) tanggal 25 September 2011 di Moskow, Federasi Rusia. Kategori yang diperlombakan adalah hafalan Al-Quran/tahfiz. Lomba diselenggarakan oleh Dewan Mufti Rusia didukung oleh Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia dan Pemerintah Kota Moskow.
 
Kehadiran Indonesia untuk yang kedua kali dalam lomba ini mendapat sambutan yang baik dan positif dari para pemuka agama dan masyarakat muslim Rusia. Indonesia diwakili Jainal Arifin Bahruddin hanya memperoleh piagam penghargaan bersama 32 peserta lainnya. Tidak masuknya nominasi tiga besar disebabkan oleh adanya kesalahan dalam hafalan, bacaan yang masih belum sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid berdasarkan penilaian Dewan Juri, serta ketatnya persaingan.
 
Menurut Ketua Dewan Mufti Rusia yang juga President of the Moscow International Quran Reciting Competition, Mufti Sheikh Ravil Gaynutdin, kegiatan ini bukan semata-mata perlombaan untuk mencari kemenangan, akan tetapi sebuah perayaan akbar bagi seluruh umat muslim dimana dapat bertemu dan bersilaturahmi. Ditambahkan bahwa para peserta yang ikut merupakan peserta pilihan terbaik dan Allah SWT memilih mereka sebagai orang yang berperan dalam melindungi kata-kata-Nya.
 
“Suatu kehormatan yang besar bagi umat muslim Rusia dapat menyelenggarakan kegiatan ini. Peserta tidak hanya dari negara Islam atau berpenduduk mayoritas muslim, tetapi dari negara-negara dimana umat muslim merupakan minoritas”, kata Mufti Sheikh Ravil Gaynutdin.
 
Dewan Juri yang berasal dari Iran, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Rusia dan Turki menetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga adalah Said I.S. Dawoud dari Palestina yang merupakan imam masjid Al-Aqsa, Khalid Al-Bouzaidi dari Maroko dan Al-Waleed Al-Shamsan dari Saudi Arabia.
 
Pertama kali lomba baca Al-Quran di Moskow diselenggarakan pada tahun 2000 yang hanya diikuti oleh para peserta yang belajar di madrasah dan sekolah agama lainnya di Moskow. Tiga tahun kemudian peserta diperluas pada tingkat regional dan pada tahun 2005 menjadi tingkat Rusia. Mulai tahun 2007 lomba dilaksanakan pada tingkat internasional diikuti oleh 5 negara. Pada tahun 2008 diikuti 8 negara, tahun 2009 diikuti 22 negara dan 2011 diikuti 36 negara.
 
Negara-negara yang berpartisipasi dalam lomba ke-12 berasal dari Eropa, Timur Tengah, Afrika, Amerika dan Asia, seperti Aljazair, Afganistan, Amerika Serikat, Belgia, Bulgaria, Ghana, Italia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Pakistan, Palestina, Ukraina, Bosnia-Herzegovina, Mesir, Saudi Arabia, Yordania, Iran, Kuwait, Inggris, Perancis, Yunani, Kroasia, Indonesia, Malaysia dan Rusia. Lebih dari 1000 orang memenuhi tempat perlombaan yang terdiri dari pejabat pemerintah, tokoh agama, korps diplomatik dan masyarakat umum yang sebagian besar masyarakat muslim Rusia.
 
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Hamid Awaludin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran peserta dari Indonesia yang juga merupakan peran serta dan dukungan besar dari Kementerian Agama Republik Indonesia. “Diharapkan Indonesia dapat ikut serta secara berkesinambungan dalam lomba baca Al-Quran tingkat internasional di Moskow ini sebagai langkah untuk lebih meningkatkan dan mempererat hubungan kedua bangsa yang merupakan bagian dari public diplomacy”, ujar Duta Besar Hamid Awaludin.



Selamat Datang di Website KBRI Moskow


Buletin "TANAH AIR"

Pemilihan Umum 2014


APEC 2013


Sekolah Indonesia Moskow


Facebook KBRI Moskow


Tumblr KBRI Moskow

next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan