UJAT Tabasco Meksiko Panen Primer Udang Langka Hasil Riset Bersama Indonesia dan Meksiko

Bertempat di ranch San Fransisco Tabasco, Meksiko pada 29 November 2015, telah diselenggarakan panen primer udang pigua(macrobrachium carcinus) yang dilakukan secara simbolis untuk menandai keberhasilan penelitian bersama antara Universidad Juárez Autónoma de Tabasco (UJAT) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta beberapa universitas dari Brazil, India dan Israel.

 

Penelitian pengembangbiakkan udang ini telah dilakukan sejak enam tahun lalu  oleh tim peneliti UJAT yang dipimpin dosen peneliti UJAT dari Indonesia, Dr. Jeane Rimber Indy. Menurut Dr. Jeane, udang pigua merupakan jenis yang sangat langka di Meksiko dan memiliki nilai komersial yang sangat tinggi di Amerika, yaitu sekitar MXN 1.000 pesos atau setara USD 70 per kilogramnya.

 

 “Kami sangat mengapresiasi kesediaan Indonesia dan negara lainnya (Brazil, India dan Israel) untuk berbagi pengetahuan dan teknologi dengan UJAT. Panen udang ini merupakan hasil transfer teknologi yang efektif dan efisien untuk mempertahankan spesies udang tersebut yang hampir punah di Tabasco dan Meksiko,” demikian disampaikan Rektor UJAT Dr. José Manuel Piña Gutiérrez dalam sambutan pembukaannya.

 

Perwakilan KBRI Mexico City dari Fungsi Ekonomi, Juriani Nurhayati, yang juga hadir dalam acara panen udang tersebut, menyampaikan kegiatan ini merefleksikan hasil kerjasama konkrit antara kalangan akademisi Indonesia dan Meksiko, dan menjadi salah satu contoh keberhasilan warga negara Indonesia di luar negeri yang memimpin tim peneliti dari berbagai negara.

 

Turut hadir dalam kegiatan panen ini adalah Menteri Energi dan Perlindungan Lingkungan bagi Sumber Daya Alam Negara Bagian Tabasco (Sernapam).