RI-MEKSIKO TANDATANGANI KERJASAMA KEPOLISIAN DAN PEMBERANTASAN PEREDARAN GELAP NARKOBA

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kepala BNN dan Jaksa Agung Meksiko sepakat untuk meningkatkan kerjasama antara kedua negara dalam memberantas peredaran gelap narkoba dengan ditandatanganinya MoU kerjasama antara BNN dan Kejaksaan Agung Meksiko (PGR) tentang Kerja Sama Teknis Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba, Bahan-Bahan Psikotropika, dan Prekursor, di Kantor Kejaksaan Agung, Meksiko pada Kamis, 3 November 2011.
 
Ditempat yang sama, Jaksa Agung Meksiko melakukan penandatanganan akhir MoU kerjasama antara Polri dan PGR tentang Pemberantasan Kejahatan Lintas Negara dan Peningkatan Kapasitas dengan disaksikan oleh Wakapolri. Penandatanganan Kerjasama Polri dan PGR dilakukan secara sirkular, setelah sebelumnya ditandatangani oleh Kapolri di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 2011.
 
Penandatanganan kedua MoU ini merupakan langkah penting dan strategis Pemri dalam peningkatan kerjasama dengan negara-negara di kawasan Amerika Utara dan Amerika Latin, khususnya Meksiko, dimana jaringan kejahatan lintas negara antara RI dan Meksiko termasuk kelompok sangat berbahaya. "Penandatanganan MOU ini merupakan suatu bentuk konkrit dari FKB 4 RI-Mexico yang telah berlangsung bulan Agustus 2011 yang lalu, dan diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral RI-Meksiko."demikian disampaikan Dubes RI untuk Meksiko Bp. Hamdani Djafar. Pada kesempatan yang sama, Kepala BNN Bp. Gories Mere turut menyampaikan apresiasinya,“Kami sangat senang bahwa akhirnya dapat dilakukan penandatanganan kerjasama ini setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang. MOU tersebut memberikan payung hukum dalam peluang kerjasama pemberantasan peredaran gelap narkoba antara Indonesia dengan Meksiko.”
 
Segera setelah usai upacara penandatanganan MoU tersebut, secara terpisah delegasi Indonesia yang terdiri dari Wakapolri, Dir. Perjanjian Polkamwil, wakil Dit. Amuteng dan Divisi Kerjasama Internasional Polri melakukan pembahasan mengenai Plan of Action (PoA) atas MoU tersebut dengan pihak PGR. Keduanya tengah menjajagi berbagai kemungkinan kerjasama di tingkat teknis seperti, antara lain, dilakukannya pertukaran perwira tinggi untuk mengamati operasi kepolisian di negara masing-masing dan penggunaan Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang untuk pelatihan gabungan.
 
Direktur Perjanjian Polkamwil menyatakan “PoA ini akan mengatur mengenai implementasi MoU di tingkat teknis antara lain dalam hal pertukaran informasi, best practices and experiences dan peningkatan kapasitas Polri dan PGR.”
 
“Setelah ditandatanganinya Memorandum of Understanding oleh Kapolri dan Jaksa Agung Meksiko, kerjasama Polri dengan Meksiko dalam upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional dan Pengembangan Kapasitas akan semakin meningkat”, demikian disampaikan oleh Wakapolri Komjen Pol. Nanan Sukarna di Mexico City.
 
Penandatanganan kedua MoU ini semula direncanakan pada awal tahun 2011, namun sempat tertunda karena batalnya kunjungan Presiden Meksiko ke Indonesia dan pergantian Jaksa Agung Meksiko pada bulan April 2011.
 
(Sumber: KBRI Mexico City, Dit. Perjanjian Polkamwil & Dit. Amuteng, Kemlu)