Sambutan Dubes Hamdani Djafar pada Perayaan HUT RI Ke-66

7/23/2011

 

SAMBUTAN DUTA BESAR LBBP-RI UNTUK MEXICO PADA

SYUKURAN/PERAYAAN DAN RAMAH TAMAH

DALAM RANGKA PERINGATAN HUT REPUBLIK INDONESIA KE-66 TAHUN 2011

 

Para hadirin yang saya cintai,

Assalamu alaikum wr. wb,

Salam sejahtera bagi kita semua.

 

Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan YME, atas limpahan berkah dan rahmat-Nya lah kita dapat berkumpul bersama menghadiri acara syukuran/perayaan kemerdekaan RI pada siang hari ini.

 

Bapak & Ibu yang saya hormati,

 

Keputusan untuk menyelenggarakan syukuran/perayaan kemerdekaan pada hari ini, tanggal 23 Juli 2011, adalah dengan mempertimbangkan bahwa peringatan detik-detik kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus 2011 akan jatuh pada bulan Ramadhan, dimana umat muslim akan menjalankan ibadah puasa. Namun demikian, saya yakin hal ini tidak mengurangi kehangatan dan kebersamaan yang kita rasakan hari ini.

 

Bapak Ibu sekalian,

 

66 tahun yang lalu, Soekarno dan Mohammad Hatta mewujudkan cita-cita para pejuang pendahulu dan para pahlawan tanah air dengan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Sejak saat itu pula lah, bangsa Indonesia merdeka dan berdaulat serta dapat berdiri sama tinggi dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Saat ini, kita dapat menikmati hasil perjuangan dan pengorbanan jiwa raga mereka, yaitu MERDEKA. Merdeka dari pejajahan,  merdeka dari ketakutan dan merdeka dari ketiadaan kesempatan untuk maju.

 

Bangsa kita mengalami berbagai kemajuan yang dapat dirasakan oleh rakyatnya dan kiprahnya pun semakin diakui oleh masyarakat Internasional. Dimulai dari inisiatif KTT AA 1955, GNB, ASEAN, dan sejak tahun 1998, Indonesia menjadi salah satu dari 20 negara terkemuka yang tergabung dalam G-20, dan yang dipandang memiliki kekuatan dan ketahanan ekonomi.

 

Pembangunan dan kemakmuran bagi rakyat sudah dapat kita rasakan, sekalipun belum dapat memenuhi cita-cita proklamasi kemerdekaan. Sudah menjadi suatu kewajiban bagi kita, rakyat Indonesia untuk tidak menyia-nyiakan cita-cita perjuangan dan berusaha keras untuk mengisi kemerdekaan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

 

Peringatan kemerdekaan sebagaimana yang kita selenggarakan pada hari ini merupakan salah satu upaya untuk  mengenang jasa-jasa para pahlawan putra-putri terbaik bangsa yang telah mendahului kita.

 

Saudara saudaraku sebangsa dan setanah air,

 

Ketika harus menjalani kehidupan sebagai WNI di luar negeri, kita merasakan keinginan lebih kuat untuk berkumpul dengan teman-teman sebangsa dan setanah air, termasuk menghadiri peringatan Kemerdekaan, yang juga merupakan momen bagi kita  menikmati  keindahan makna bhinneka tunggal ika yang sesungguhnya, bahwa bangsa Indonesia diciptakan sebagai bangsa yang Be-ragam, bukan Se-ragam. Bukan hanya keragaman suku dan etnis, tetapi juga keragaman  kepercayaan, strata sosial maupun keragaman fisik. Seperti saat ini, di halaman KBRI tempat kita berkumpul, kita dapat melihat keragaman itu, mulai dari kehadiran padre-padre yang mengamalkan hidup mereka untuk pengabdian kepada Tuhan, hingga kehadiran teman-teman swasta dan wirausaha kita yang berkarya di Mexico. Ini semua merupakan bukti nyata bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang gigih dan ulet dalam bekerja.

 

Besar harapan saya bahwa rasa kesatuan dan kekeluargaan dalam kebhinekaan yang kita rasakan hari ini akan terus berlanjut sepanjang hayat, tidak hanya saat menjalankan tugas di luar negeri, tetapi juga bilamana suatu hari nanti kita kembali ke tanah air. Sejarah panjang bangsa kita telah membuktikan bahwa segala kesulitan, masalah, krisis maupun bencana yang menimpa bangsa dan negara akan dapat teratasi, apabila semangat persatuan dan kebersamaan senantiasa kita pegang teguh. Sebagaimana semboyan yang kita yakini bahwa Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!

 

 

Hadirin yang saya muliakan, 

 

Pada hakekatnya, cita-cita founding fathers kita luhur yaitu mewujudkan Indonesia yang bersatu, aman, adil, demokratis dan sejahtera, yang tentunya ini hanya dapat terwujud apabila kita bekerja keras bahu membahu. Karena tanpa keikutsertaan dan sumbangsih seluruh warga masyarakat, tantangan yang kita hadapi sekarang maupun di masa mendatang tidak akan bisa diselesaikan. Demikian pula roda-roda pemerintahan tidak akan dapat berjalan dengan baik apabila tidak ada sumbangsih, inisiatif dan dukungan dari masyarakatnya.

 

Sebagai contoh sederhana adalah acara hari ini, yang tidak mungkin terlaksana, apabila tidak ada persatuan, kebersamaan, inisiatif dan sumbangsih dari seluruh elemen WNI kita di Mexico.

 

Semoga persatuan, sumbangsih dan inisiatif yang telah ditunjukkan oleh semua rekan-rekan pada acara hari ini, dapat terus berlanjut dan diterapkan dalam skala yang lebih luas, yaitu kehidupan berbangsa dan bernegara. Apabila hal itu telah kita jalankan, Insya Allah, dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, cita-cita luhur Indonesia yang bersatu, adil dan makmur dapat segera kita wujudkan bersama. Amin.

 

Wassalamu alaikum wr. wb