Status Hubungan Bilateral RI-Meksiko

7/26/2011

 

Laju pertumbuhan nilai perdagangan Indonesia – Meksiko rata-rata selama kurun waktu 5 tahun terakhir (2005-2009) mencapai 14,86 persen per tahun.  Nilai perdagangan kedua negara tahun 2010 mencapai USD 975,53 juta atau meningkat 86,25 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (2009).

Ekspor Indonesia ke Meksiko selama lima tahun terakhir bertumbuh rata-rata sebesar 9,91 persen per tahun. Nilai ekspor Indonesia ke Meksiko tahun 2010 mencapai USD 762,66 juta atau naik 98,59 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (2009).  Impor Indonesia dari Meksiko selama kurun waktu lima tahun terakhir (2005 – 2009) bertumbuh rata-rata 36,69 persen per tahun.  Impor Indonesia dari Meksiko tahun 2010 USD 212,87 juta atau meningkat 52,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (2009).

Hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara selalu menunjukkan peningkatan, terutama sekali setelah mulainya pengiriman gas alam cair dari Indonesia ke instalasi di Costa Azul, Ensenada, Baja California. Ekspor migas Indonesia pada tahun 2010 mencapai USD 280,67 juta sedangkan tahun-tahun sebelumnya selama kurun waktu terakhir (2005-2009) hanya dalam jumlah kecil yaitu pada tahun 2007 sebesar USD 20,6 juta dan pada tahun 2008 sebesar USD 39,9 juta.

Produk impor utama Meksiko dari Indonesia diantaranya adalah transformator elektris misalnya rectifier dan induktor, printer dot matriks, Technically Specified Natural Rubber (TSNR), mesin/peralatan listrik, alas kaki, sirkit terpadu dan rakitan mikro elektronik, benang jahit dari poliester, alkohol lemak industri, pompa vakum, kompresor angin atau gas, magnesium produk dengan kapasitas silinder melebihi 1.000 cm3, kurang atau sama dengan 1.500 cm3, batubara, boneka, dan minyak mentah.  Sedangkan produk ekspor utama Meksiko ke Indonesia diantaranya adalah pupuk, mesin/peralatan listrik, traktor pertanian, tepung, tepung kasar dan pelet, dari ikan atau dari krustasea, moluska atau invertebrata air lainnya, kapas, traktor pertanian, adaptor, sisa dan skrap aluminium dan kopi instan.

Walaupun demikian, peningkatan perdagangan tersebut masih dibawah potensi yang dimiliki kedua negara.  Untuk itu, Indonesia telah membuka kantor Indonesian Trade Promotion Center di Meksiko City guna meningkatkan volume ekspor Indonesia ke Meksiko yang pada akhirnya akan meningkatkan perdagangan kedua negara.  Mengamati hubungan perdagangan kedua negara yang menunjukkan tendensi yang meningkat setiap tahunnya, dengan potensi yang ada masih terbuka peluang bagi peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan lebih lanjut.

Kerjasama RI-Meksiko di bidang ekonomi yang tertuang dalam beberapa dokumen persetujuan yang telah ditandatangani, siap ditandatangani dan sedang dalam proses penyelesaian:

I.        Persetujuaan yang telah ditandatangani:

-       MoU kolaborasi antara BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional) dan ProMexico (Lembaga Promosi Ekspor Mexico).

-
MoU Pembentukan Komite Konsultatif di bidang Pertanian atau CCA).

Catatan: kedua kesepakatan ini ditandatangani pada saat kunjungan Kenegaraan Presiden RI dan Ibu Negara ke Mexico pada tanggal 16 - 17 Nopember 2008

Sementara itu COMCE (Kamar Dagang Mexico) dan KADIN Indonesia telah menandatangani satu kesepakatan yaitu Partnering Agreement saat kunjungan delegasi COMCE ke Jakarta pada tanggal 16 Nopember 2009.

-
MoU Kerjasama di bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam yang ditandatangani disela-sela COP16 DI Cancun tanggal 10 Desember 2010.

II.        Persetujuan yang siap ditandatangani:

-       Kerangkaacuan Komite Konsultatif di bidang Pertanian (TOR Consultative Committee on Agriculture).  Meksiko telah menyetujui usulan Indonesia agar terjemahan Minute of Meeting dalam tiga bahasa yaitu Indonesia, Spanyol dan Inggris.  Penandatanganan TOR ini rencananya dapat ditandatangani pada saat kunjungan Mentan Meksiko ke Indonesia yang direncanakan pada bulan November 2011.

-
MoU di Bidang Kehutanan (siap ditandatangani namun ternyata ada perubahan dari draft awal yang telah disetujui Indonesia.  Saat ini, Indonesia masih membahas perubahan tersebut).

III.        Persetujuan yang sedang dalam proses penyelesaian:

-
MoU Kerjasama di bidang Kesehatan.  Pihak Meksiko telah merubah hal-hal substantif dari draft awal yang telah disetujui Indonesia.  Saat ini, Indonesia masih membahas terkait perubahan draft MoU yang disampaikan Meksiko.

-
MoU Kerjasama di bidang Energi antara Pertamina dan PEMEX.  Pertamina telah menyampaikan counterdraft MoU yang disiapkan Pemex dan menunggu tanggapan dari Biro Hukum Pemex terkait perubahan beberapa isi MoU).

-
Persetujuan Kerjasama Timbal Balik di Bidang Bantuan Administrasi Kepabeanan.

-
MoU Kerjasama di bidang Perikanan dan Akuakultur.  Pihak Meksiko telah mengirimkan draft MoU dan status masih menunggu tanggapan dari Indonesia.

-
Draft “Terms of Reference of Mexico-Indonesia Joint Committee on Environment and Natural Resources” sebagai tindak lanjut dan upaya implementasi MoU di bidang Lingkungan Hidup yang telah ditandatangani disela-sela COP 16 di Cancun pada bulan Desember 2010.

-
Perubahan pasal 26 Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) antara RI dan Meksiko (masih dalam proses penyelesaian). Meksiko telah menyetujui usulan Indonesia untuk menyesuaikan pasal 26 dengan standar OECD dan mengusulkan beberapa perubahan kecil dalam Protocol Amending.  Saat ini Meksiko masih menunggu tanggapan dari Indonesia.

-
Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal (P4M) antara Indonesia dan Meksiko (masih dalam proses penyelesaian).  Indonesia mengusulkan kepada Meksiko untuk melakukan perubahan pasal 3 terkait tema ¨National Treatment and Most Favored Nation Treatment¨, pasal 6 terkait tema ¨Expropriation and Compensation¨ dan artikel 10 ¨The Applicability of Other Agreement¨.  Saat ini masih menunggu tanggapan dari pihak Meksiko.