Tari Indonesia Kembali Hadir di Acapulco

​​​​​​

Tari Rantak, Tari Jaipong, dan Tari Rejang dipertunjukan dengan apik dan cantik oleh kelompok tari Grupo Tari Bali pada Festival La Nao 2016 di kota Acapulco. Sekitar 200 orang memadati Fuerte de San Diego untuk menikmati aneka sajian multibudaya yang ditampilkan tanggal 25 Oktober 2016. Sore itu, pertunjukan tari nusantara tampil bersama dengan musik tradisional dari Argentina, tari floklor dari Meksiko, dan musik perkusi dari Kolombia dan memperoleh sambutan paling meriah dari penonton.

Festival yang berlatar belakang perjalanan kapal La Nao ke Acapulco di era abad ke-16 ini diselenggarakan untuk memperingati kejayaan perjalanan kapal tersebut, serta untuk memperkenalkan secara langsung budaya negara-negara yang dilalui kapal La Nao yang dipandang turut mewarnai budaya masyarakat Acapulco. Festival ini dibuka pada tanggal 22 Oktober 2016 dan akan berlangsung hingga 29 Oktober 2016. Cina merupakan Negara Tamu festival tahun ini, sementara itu, Kolombia, Inggris, Spanyol, Jepang, Filipina, dan Indonesia turut pula menampilkan kekhasan budaya masing-masing selama festival berlangsung.

Kepala Kanselerai Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Meksiko Serikat, Aji Setiawan, saat hadir dalam acara pembukaan festival menyampaikan arti penting partisipasi Indonesia dalam festival yang telah terselenggara sebanyak 10 kali ini. Indonesia pernah menjadi Negara Tamu dalam Festival La Nao 2013 dan telah berpartisipasi sebanyak enam kali pada festival budaya mancanegara di kota yang terkenal dengan keindahan pantainya ini. Sebagaimana disampaikan Aji Setiawan kepada Walikota Acapulco, Jesus Evodio Velazquez Aguirre, pada pembukaan festival, "Penampilan tarian Indonesia mewakili keragaman budaya Asia yang turut dibawa oleh kapal La Nao di masanya. Keindahan tari Indonesia tentunya akan semakin membuka mata masyarakat Meksiko akan keindahan Indonesia."

Selain tampil di Fuerte de San Diego, benteng yang sekaligus musium sejarah kota Acapulco, tari Indonesia juga dipertunjukan di hadapan civitas academica Universitas Americana Acapulco (UAA) pada tanggal 26 Oktober 2016. Tampilan tari Rantak menutup Seminar Beasiswa Indonesia di UAA, yang terselenggara berkat kerja sama KBRI dengan Kantor Pariwisata (Secretaria de Turismo) Kota Acapulco.

Seminar dibuka oleh Sekretaris Pariwisata Acapulco, Alejandro Gonzalez Molina, dan Rektor UAA, Mario Mendoza Castaneda, dan dihadiri oleh Walikota Acapulco. Walikota Evodio Velazquez dalam pidatonya menyambut baik tawaran beasiswa Pemerintah Indonesia kepada pemuda Acapulco. Ia juga sampaikan, "Kesempatan belajar di Indonesia merupakan kesempatan baik bagi pemuda Acapulco untuk menimba ilmu dan membuka wawasan untuk nantinya membangun Acapulco."

"Khalayak muda Meksiko di Acapulco perlu diperkenalkan dengan beasiswa Indonesia karena hingga saat ini belum ada peminat maupun peserta untuk beasiswa Darmasiswa dan KNB (Kemitraan Negara Berkembang) dari Acapulco." Demikian disampaikan Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya yang mewakili KBRI Mexico City saat menyampaikan paparan mengenai beasiswa Darmasiswa dan manfaat mengikuti program beasiswa di Indonesia dalam seminar yang dihadiri oleh sekitar 180 civitas academica UAA tersebut. Kepada mahasiswa UAA disampaikan pula informasi umum mengenai Indonesia.

Alumni Darmasiswa dari Meksiko, Graciela Lopez dan Jessica Gamez, juga diajak untuk menyampaikan informasi mengenai alasan dan cerita pengalaman mengikuti Darmasiswa di Indonesia. "Mereka telah menjadi duta Darmasiswa di Meksiko. Rasa cinta mereka akan Indonesia yang mulai tumbuh saat mengikuti Darmasiswa di Indonesia diharapkan akan semakin menumbuhkan minat kalangan seni Meksiko untuk mengenal Indonesia melalui partisipasi dalam Darmasiswa", imbuh Laksi Pensosbud KBRI Mexico City.

 

Mexico City, 27 Oktober 2016​