Balai Bahasa dan Budaya Indonesia – Victoria dan Tasmania Resmi Terbentuk

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Bertempat di salah satu ruang pertemuan di kampus Melbourne University, Balai Bahasa dan Budaya Indonesia – Victoria dan Tasmania resmi diluncurkan pada hari Kamis, 7 Agustus 2014. Acara launching atau peresmian Balai Bahasa dan Budaya ini dihadiri oleh State Director, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) Mr. John Richardson, Acting Konsul Jenderal RI di Melbourne, Ita A. Puspitasari dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, Prof. Ronny Rachman Noor. Selain itu juga hadir para dosen dan guru pengajar Bahasa Indonesia dari Universitas dan sekolah-sekolah di Victoria.


Pada sambutan pembukaan acara, Acting Konjen RI menyampaikan bahwa pengajaran Bahasa Indonesia di wilayah Victoria merupakan yang terbesar bila dibandingkan dengan negara-negara bagian lainnya di Australia. Saat ini Bahasa Indonesia diajarkan di 261 sekolah negeri, 47 sekolah swasta dan setidaknya diajarkan pula di 20 sekolah Katolik. Menurut data Departemen Pendidikan Australia, jumlah siswa di tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah atas yang mempelajari Bahasa Indonesia sebesar 52.725 siswa. Jumlah ini nampak besar, namun jika dibandingkan pada tahun 2005, jumlah siswa yang belajar Bahasa Indonesia mencapai lebih dari 91 ribu siswa. Maka dari itu diharapkan dengan terbentuknya Balai Bahasa dan Budaya Indonesia, organisasi ini dapat memainkan peran yang lebih besar dan berkontribusi bagi peningkatan jumlah maupun kualitas pengajaran bahasa ahasaudaya Indonesia di Victoria dan Tasmania.


Peresmian BBBIVT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Atdikbud KBRI Canberra, Prof. Ronny R. Noor dan diberikan kepada State Director Departeman Luar Negeri Australia, Mr. John Richardson. Dalam kesempatan peluncuran Balai Bahasa dan Budaya Indonesia tersebut, Ketua BBBIVT, Bapak Tata Survi menyampaikan presentasi mengenai Balai Bahasa dan Budaya, antara lain disampaikan mengenai latar belakang pendiriannya, apa saja kegiatan yang akan dilaksanakan, serta yang tidak kalah penting adalah manfaat yang dapat diperoleh dengen menjadi anggota dari Balai Bahasa dan Budaya. Kegiatan awal yang akan dilaksanakan Balai Bahasa dan Budaya adalah workshop atau lokakarya bagi para guru Bahasa Indonesia dengan mendatangkan narasumber dari Indonesia, di bulan Oktober atau November tahun ini.


Turut memeriahkan acara peluncuran Balai Bahasa dan Budaya adalah penampilan group “Rampak Kendang” dan tari Cendrawasih yang dibawakan oleh Maria Obrowski, yang juga pengajar Bahasa Indonesia di Victoria.