Diplomasi Maritim melalui Peningkatan Kerjasama dengan Universitas Tasmania

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?”Searah kebijakan untuk menjadi poros maritim dunia, Indonesia mendukung dan menyambut baik setiap inisiatif dari seluruh level kerangka kerjasama untuk pengembangan potensi maritim,” demikian ditegaskan Konjen Dewi Wahab saat menerima Rektor University of Tasmania (UTas), Prof. Peter Rathjen pada hari Selasa, 10 Februari 2015.


Pertemuan dilaksanakan sebagai upaya penjajakan kerjasama maritim secara komprehensif, mengingat UTas sebagai Universitas Ocean Engineering terbaik di Australia, dan merupakan salah satu dari lima terbaik di dunia pada bidang yang sama, sangat berpotensi untuk kerjasama dimaksud. Beberapa kemampuan unggulan yang dimiliki meliputi: pengembangan pelabuhan, managemen, logistik, infrastruktur, SDM, tourism, dan fishery industry. 


Keseriusan UTas untuk mengembangkan kerjasama dengan Indonesia telah diawali sejak Februari 2013 melalui penandatanganan MoU kerjasama riset dan pengembangan SDM bidang maritim dengan UGM (Universitas Gadjah Mada), dan APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia). UTas berharap agar kerjasama ini dapat kembangkan dengan instansi terkait lainnya. 


Konjen RI mencatat bahwa bidang kerjasama ini memiliki beberapa kesamaan  pemikiran dengan bidang kerjasama yang dilaksanakan oleh organisasi regional yang  ada di kawasan, utamanya Indian Ocean Rim Association (IORA) yang saat ini menjadi fokus peran strategis kedua negara, dimana Australia merupakan ketua periode 2013 – 2015, dan akan diambil alih oleh  Indonesia akhir 2015 – 2017. Karena itu, sinkronisasi program kerjasama pada seluruh level kerjasama mutlak diperlukan. 


Kedua pihak menyepakati mengenai pentingnya keterlibatan berbagai instansi terkait dalam upaya mengintegrasikan berbagai program kerjasama ke dalam program pembangunan Indonesia. Untuk itu sebagai salah satu langkah nyata, pihak UTas bermaksud mengundang Dubes RI Australia untuk secara langsung melihat ketersediaan infrastruktur, fasilitas dan program universitas dimaksud.  

Pertemuan berlangsung produktif, dan kedua pihak berkomitmen untuk melakukan langkah-langka nyata, guna menyukseskan implementasi berbagai program MoU yang telah ada dengan UGM dan APTISI, serta  mengembangkan kerjasama secara lebih luas dengan stakeholder terkait lainnya.