KJRI Marseille Manfaatkan Pameran Pariwisata di Kota Toulon 14-15 Maret 2009

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KJRI Marseille untuk pertama kalinya ikut serta dalam pameran pariwisata « 12ème Salon du Tourisme et des Loisirs : Idées Week-end » di kota Toulon, Perancis Selatan, tanggal 14-15 Maret 2009. Pameran tersebut diikuti oleh 101 peserta terdiri dari perusahaan penerbangan dan maritim, tour operator, agen perjalanan, perhotelan, kantor pariwisata, dan asosiasi internasional, dengan pengunjung sekitar 5.000 orang.
 
Dengan menyewa stand seluas 9 m², KJRI Marseille memamerkan foto-foto dan poster-poster pariwisata Indonesia, berupa alam (flora dan fauna), situs sejarah, dan kehidupan budaya Indonesia, serta peta Indonesia dan wayang golek. KJRI Marseille juga memutar DVD mengenai pariwisata Indonesia dan musik-musik tradisional, seperti degung Sunda dan musik Bali, selama pameran berlangsung.
 
Pada kesempatan itu, KJRI Marseille juga menampilkan demonstrasi seni membatik yang diperagakan seorang mahasiswa Indonesia, serta memamerkan kain batik dan leaftlet mengenai cara membatik, serta informasi atas keputusan UNESCO yang menjadikan batik sebagai salah satu Cultural Heritages.
 
Para pengunjung sangat antusias menanyakan pariwisata dan budaya Indonesia, serta mengenai batik itu sendiri. KJRI Marseille menyebarkan informasi mengenai tempat-tempat wisata Indonesia, baik menjawab berbagai pertanyaan serta membagi-bagikan brosur dan mendisplay buku-buku mengenai keindahan Indonesia. KJRI juga bekerja sama dengan sebuah agen perjalanan Perancis, Galeries Lafayette Voyages, untuk melayani pertanyaan dari pengunjung mengenai paket wisata ke Indonesia, seperti paket penerbangan dan tarif, serta fasilitas akomodasi/hotel.
 
Keikutsertaan Indonesia pada pameran pariwisata di Toulon ini dimaksudkan untuk memperluas jaringan dengan pelaku usaha wisata di wilayah tersebut kepada masyarakat setempat. Untuk meningkatkan promosi pariwisata Indonesia di wilayah Perancis Selatan, KJRI Marseille memanfaatkan event tersebut menjadi sarana menjalin komunikasi dengan agen-agen perjalanan setempat dengan harapan agar mereka dapat ikut menjual paket-paket wisata Indonesia di wilayah tersebut.