FILM-FILM INDONESIA DIPASARKAN DI FESTIVAL DE CANNES 2010

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dua puluh dua film nasional telah dipasarkan pada Marché du Film (Pasar Film) Festival Cannes 2010 dengan genre komedi, horror, dan klasik, antara lain Ayat-Ayat Cinta, Emak Ingin Naik Haji, Get Married 1 dan 2, Jamila dan Sang Presiden, Ruma Maida, Ketika Cinta Bertasbih, dan Kuntilanak Beranak. Sedangkan trilogi “Merah Putih” produksi Margate House diputar dalam Screening sebanyak 2 kali selama festival berlangsung.

Untuk keenam kalinya, Indonesia kembali berpartisipasi pada Festival Film Internasional Cannes yang berlangsung tanggal 12-23 Mei 2010 dengan mendirikan sebuah booth “Indonesian Cinema” pada Marché du Film (bursa film internasional) yang merupakan salah satu side event utama pada festival ini.

Delegasi Indonesia pada Festival Cannes 2010 dipimpin oleh Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni, dan Film, Kembudpar, Tjetjep Suparman, terdiri dari Direktur Perfilman, Persatuan Perusahaan Film Indonesia, Indonesia National Gallery, para pengusaha film nasional, serta P.T. Jababeka.

Artis kawakan Indonesia, Ninik L. Karim, pun menjadi wakil Indonesia pada acara red carpet saat pembukaan festival film yang prestise ini.

Tujuan utama dari keikutsertaan Indonesia selain untuk mempromosikan film-film terbaru Indonesia, juga memperkenalkan Indonesia sebagai negara yang memiliki lokasi shooting film, serta melakukan penjajakan kemungkinan untuk melakukan kerja sama produksi (joint production) film dengan para produser film dunia yang datang di ajang festival tersebut.

Perusahaan film Indonesia yang ikut serta dalam event festival tersebut antara lain Rapi Film, P.T. Kharisma Starvision Plus, Intimasi Production, P.T. Tripar Multivision Plus, dan P.T. Parkit Film.