Demonstrasi Batik dan Tarian Daerah Ramaikan Pameran Pariwisata di Marseille

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KJRI Marseille telah ikut serta dalam Pameran Pariwisata Internasional « MAHANA » (Salon du Tourisme Mahana) tanggal 13-15 Februari 2009 di Parc Chanot, Marseille. Pameran tersebut diselenggarakan atas kerja sama antara pemerintah tingkat II (Comité Départemental des Bouches-du-Rhône) dan Kantor Pariwisata Marseille.
 
Pembukaan pameran diresmikan oleh Dominique VLASTO, Wakil Walikota Marseille, Direktur Utama Kantor Pariwisata dan anggota kongres Marseille ; Daniel CONTE, Wakil Pertama Pemerintah Tingkat II (Conseil Général) Wilayah Bouches-du-Rhône, Direktur Utama Komite Pariwisata Wilayah Bouches-du-Rhône ; dan Jacques TRUOT, Direktur Utama Club de la Croisière.
 
Dalam kunjungannya ke stand Indonesia pada saat pembukaan, Madame VLASTO sangat terkesan dengan dekorasi stand Indonesia yang berbeda dengan peserta lain dengan menyebutkannya “sangat indah dan berwarna”. KJRI Marseille telah menyewa stand seluas 12 m² dengan memamerkan foto-foto dan poster-poster pariwisata Indonesia, berupa alam (flora dan fauna), situs sejarah, dan kehidupan budaya Indonesia, serta peta Indonesia dan wayang golek. KJRI Marseille juga memutar DVD mengenai pariwisata Indonesia dan musik-musik tradisional, seperti degung Sunda, selama pameran berlangsung.
 
Selama dua hari, KJRI Marseille menampilkan 3 tarian tradisional yang dibawakan oleh 2 penari, yaitu tari Piring dari Sumatera Barat, tari Jejer dari Jawa Timur, serta tari Topeng Tua dari Bali, serta demonstrasi cara membuat batik oleh seorang mahasiswa Indonesia dari kota Rennes. Setiap tarian yang dibawakan selalu dipresentasikan terlebih dahulu resensi dan asal dari tarian tersebut oleh MC sehingga penonton dapat mengerti signifikansi dari setiap tarian. Sedangkan demonstrasi batik mendapat perhatian tinggi dari para pengunjung dengan memperhatikan dan bertanya kepada pembatik mengenai proses pembuatan batik tersebut. Selain itu, stand KJRI juga menyuguhkan cicipan tradisional berupa wingko dan kerupuk singkong yang disukai oleh setiap pengunjung.
 
Stand Indonesia diuntungkan oleh letaknya yang strategis berhadapan dengan restoran sehingga ramai dikunjungi. Para pengunjung sangat antusias menanyakan pariwisata dan budaya Indonesia. KJRI Marseille menyebarkan informasi mengenai tempat-tempat wisata Indonesia, baik menjawab berbagai pertanyaan serta membagi-bagikan brosur, kartu pos dan poster pariwisata, kalender 2009, serta mendisplay buku-buku mengenai keindahan Indonesia. KJRI juga bekerja sama dengan sebuah agen perjalanan Perancis, Galeries Lafayette Voyages, untuk melayani pertanyaan dari pengunjung mengenai paket wisata ke Indonesia, seperti paket penerbangan dan tarif, serta fasilitas akomodasi/hotel.
Kebanyakan dari pengunjung yang berminat untuk melakukan kunjungan wisata ke Indonesia lebih menyukai perjalanan dengan sistem paket dan wisata tematik, seperti volcan tourism dan marine (diving) tourism. Sebagian dari mereka juga mencari tempat wisata yang masih belum banyak dikunjungi turis.
 
Menurut Fréderick AMBROSINO, wakil komisaris umum pameran, sebagai peserta yang mengikuti pameran tersebut untuk pertama kalinya, Indonesia merupakan stand yang paling ramai dengan menampilkan berbagai pertunjukan, seperti tarian dan demonstrasi batik, serta merupakan stand yang memiliki dekorasi paling menarik dibandingkan yang lainnya dengan memasang berbagai foto yang menampilkan pemandangan dan budaya Indonesia.
 
Pameran yang dilakukan di dalam gedung seluas 4.000 m² tersebut diikuti oleh 250 peserta pameran terdiri dari perusahaan penerbangan dan maritim, tour operator, perhotelan, restoran, kantor pariwisata, serta asosiasi internasional. Selain itu, selain Indonesia, perwakilan asing yang mengikuti pameran tersebut adalah kantor pariwisata nasional Abu Dhabi, Republik Dominika, Republik Ceko, Belgia, Yunani, Irlandia, Kamar Dagang Italia. Diperkirakan pameran tersebut dikunjungi oleh tidak kurang dari 20.000 pengunjung.