Ditipu Agen Kapal Pesiar, 7 ABK Indonesia Terdampar di Marseille

6/22/2012

Marseille Dijanjikan akan bekerja di kapal pesiar Yunani "Minoan Lines", ternyata 7 Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia ditipu. Sesampai di Nice, Prancis, mereka menghubungi KBRI di Paris dan KJRI di Marseille untuk meminta bantuan.

Ketujuh ABK tersebut adalah Helmi Fajrin, Mohammad Holil, Hoirul Muslim, Komang Parwata, Nurahmad Fnu, Choirul Ansori, dan Ali Yanus.

Menurut keterangan, mereka direkrut oleh agen di Bekasi bekerjasama dengan salah satu agen di Italia, demikian Konsul Muda Pensosbud KJRI Marseille, Prancis, Andy M. Mauna kepada detikcom hari ini, Jumat (22/6/2012).

Menindaklanjuti kasus, Fungsi Konsuler KJRI Marseille Upi Dewi Marciana langsung berkoordinasi dengan KBRI Roma dan KBRI Athena, kemudian menghubungi melalui telepon serta email agen di Bekasi dan agen di Italia untuk mencari penyelesaian terbaik bagi para ABK namun sia-sia.

Setelah diyakini bahwa para ABK tersebut korban penipuan maka Konsul Jenderal RI di Marseille memutuskan untuk segera memberikan penampungan semalam di Nice dan keesokan harinya dijemput menuju KJRI Marseille.

Sejak itu komunikasi intensif dilakukan dengan agen pengirim tetapi setelah 15/6/2012 agen sama sekali tidak dapat dihubungi, sedangkan visa para ABK sudah hampir habis masa berlakunya. Kronologi

Berbekal kontrak kerja yang ditandatangani oleh para pihak terkait dan bermodalkan Visa Schengen yang diperoleh melalui Kedubes Italia di Jakarta, maka mereka berangkat dari Jakarta menuju Roma pada 7/6/2012.

Untuk seluruh proses pembersngkatan ini, para ABK masing-masing harus membayar biaya antara Rp17 sampai Rp20 juta, yang disetorkan melalui agen di Bekasi.

Setibanya di Roma (8/6/2012), mereka segera naik kereta menuju Napoli, Italia, dan menginap di Colombo Hotel malam itu, sebagaimana arahan agen di Bekasi. Tidak ada keraguan bahwa mereka dalam perangkap penipuan. Ke-7 ABK merasa yakin bahwa dokumen kerja yang diberikan oleh agen di Bekasi adalah dokumen sah dan valid.

Kesokannya harinya mereka ditemui oleh seorang yang mengaku sebagai kapten Kapal Donato. Sang kapten dengan nada kesal menyatakan kedatangan para ABK terlambat dan harus menyerahkan uang masing-masing EUR 400 sebagai jaminan untuk tidak meninggalkan pekerjaan sebelum kontrak berakhir.

apten kemudian memberikan tiket kereta ke Nice, Perancis, dengan alasan setibanya di Nice pagi hari 10/6/2012, mereka akan dijemput oleh seseorang menuju pelabuhan di Toulon, untuk naik kapal Minoan Lines yang merapat disana pada hari itu.

Namun setibanya di Nice hingga sore hari tidak ada seorang pun yang menjemput para ABK itu. Selanjutnya para ABK menghubungi KBRI di Paris dan KJRI di Marseille untuk meminta bantuan. Pemulangan

Untuk tidak lebih memperburuk keadaan, Konsul Jenderal RI Marseille mengajukan permohonan kepada pimpinan Kementerian Luar Negeri RI pada 18/6/2012, agar mempertimbangkan untuk segera mengirimkan e-tiket pemulangan ke 7 ABK.

Hanya berselang sehari, setelah permohonan itu, diperoleh kepastian melalui telepon dari Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu RI bahwa e-tiket akan segera dikirim untuk memulangkan ABK tersebut ke Indonesia secepatnya.

"Wajah kuyu para ABK sontak ceria ketika e-tiket dari Jakarta sudah diterima dan pada Kamis (21/6/2012) para ABK dengan sukacita telah bertolak kembali ke tanah air," pungkas Andy.

Menurut Andy, pekerjaan sebagai ABK di kapal pesiar merupakan salah satu pekerjaan yang sangat diminati karena imbalan cukup menjanjikan.

Diperoleh informasi dari agen kapal pesiar yang melintasi laut Mediterania bahwa di setiap kapal pesiar mempekerjakan sekitar 100 -120 orang WNI dengan berbagai keahlian dan gaji yang sangat menggiurkan. (es/es)

Link: http://news.detik.com/read/2012/06/22/174326/1948657/10/ditipu-agen-kapal-pesiar-7-abk-indonesia-terdampar-di-marseille?9922022