Daftar Pejabat dan Staff


Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia Untuk Republik Filipina, Republik Marshall Islands dan Republik Palau

Y.M. JOHNY J. LUMINTANG

Wakeppri

BUDI DHEWAJANI

Fungsi Politik

 

Pejabat Diplomatik dan Konsuler yang melaksanakan fungsi politik mempunyai tugas menjalin dan meningkatkan hubungan kerjasama politik, keamanan, hokum dan hak asasi manusia antara Indonesia dengan Negara Penerima dan/ atau Organisasi Internasional serta lembaga-lembaga resmi lainnya.

 

Hubungan bilateral Indonesia - Filipina dalam bidang politik terjalin dengan sangat baik, yang antara lain ditandai dengan meningkatnya frekuensi kunjungan dari tingkat kepala negara, menteri, pejabat tinggi pemerintah, legislator, pengusaha, LSM sampai ke tingkat hubungan antara masyarakat antara lain dalam rangka kunjungan kenegaraan, kerjasama ASEAN, Bali Democracy Forum, kerjasama legislatif, maupun Joint Commission for Bilateral  Cooperation (JCBC).  

 

Sementara itu, dalam proses perdamaian di Filipina Selatan, Indonesia juga terus memainkan peran aktifnya sebagai Ketua OIC-PCSP untuk terus memfasilitasi perundingan mengenai implementasi Perjanjian Damai 1996 antara Pemerintah Filipina dengan MNLF.

 

Pada JCBC ke-5, kedua negara sepakat untuk membentuk suatu Action Plan yang diharapkan dapat ditandatangani pada pertemuan JCBC ke-6 di Indonesia tahun 2013. Action Plan diharapkan akan me-review kembali berbagai perjanjian yang harus diperbaharui dan juga pembentukan perjanjian baru yang dipandang perlu.

 

Perundingan penetapan batas laut (Delimitasi Batas Maritim) RI – Filipina dilakukan pada tanggal 15 Desember 2011. Pada perundingan terakhir, disepakati untuk melihat kembali kesepakatan yang sudah dicapai pada tahun 2007 dan berupaya menyelesaikan beberapa sekmen perbatasan yang belum disepakati.


Minister Counsellor, Koordinator Fungsi Politik

EDDY MULYA

Sekretaris Kedua, Fungsi Politik

FITHONATUL MAR'ATI FIRDIANSYAH

Sekretaris Ketiga, Fungsi Politik

MEKAR ANDARYANI PRADIPTA

Sekretaris Pertama

IWAN SATRIAWAN

Atase Kepolisian

PS SUPT. EDGAR DIPONEGORO., SIK., MH

Fungsi Ekonomi 

             Pejabat Diplomatik dan Konsuler yang melaksanakan fungsi ekonomi mempunyai tugas meningkatkan hubungan dan kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Negara Penerima dan/ atau Organisasi Internasional serta lembaga-lembaga resmi lainnya.

          Dalam kerjasama bilateral Indonesia – Filipina khususnya di bidang ekonomi berbagai perjanjian bilateral di bidang ekonomi telah dibuat dan perjanjian-perjanjian ini memberikan landasan yang kuat bagi berlangsungnya hubungan dan kerjasama ekonomi Indonesia dan Filipina.  Beberapa perjanjian bilateral ekonomi yang dimiliki RI-Filipina antara lain :

  • Air Transport Agreement (1972)
  • Trade Agreement  (1974)
  • Agreement on Forestry (1974)
  • Border Trade Agreement  (1974)
  • Agreement concerning the Promotion and Protection of Investment (2001)
  • MoU on Tourism Cooperation (2001)
  • MoU on Migrant Workers (2003)

             Dengan berlandaskan pada berbagai perjanjian bilateral di bidang ekonomi tersebut hubungan dan kerjasama ekonomi kedua negara terus menunjukan peningkatan. 

          Selain itu kedua negara juga melakukan pertemuan secara periodik dalam kerangka Komisi Bersama atau Joint Commission on Bilateral Cooperation (JCBC). Dalam pertemuan JCBC terakhir yang berlangsung di Jakarta pada Februari 2014, kedua negara sepakat untuk memperkuat kerjasama ekonomi di bidang perdagangan, investasi, perikanan, pariwisata, kehutanan, dan energi.   Pertemuan Komisi Bersama berikutnya diharapkan akan diselenggarakan di Filipina.

         Di bidang perdagangan, volume perdagangan kedua negara terus menunjukkan peningkatan dengan nilai surplus selalu berada di pihak Indonesia. Statistik perdagangan RI – Filipina dalam lima tahun terakhir adalah sebagai berikut :

Uraian2011201220132014Jan-Nov 2014Jan-Nov 2015
Total4.551.388,84.507.345,54.594.346,54.587.568,34.280.748,34.269.009
Ekspor3.699.026,73.707.633,43.816.962,63.887.831,73.636.874,43.647.511,2
Impor852.362,2799.712,1777.383,9699.736,6643.873,8621.497,8
Neraca2.846.664,52.907.921,23.039.578,73.188.095,12.993.000,63.026.013,5

       Sumber data : Website Kemendag RI

            Beberapa produk ekspor andalan Indonesia ke Filipina adalah kendaraan bermotor, kopi, batubara, produk makanan dan minuman, serta komponen produk elektronik.

                 Beberapa perusahaan Indonesia yang diketahui berada di Filipina adalah   Citra Metro Manila Tollways Corporation, TPL Trading Inc. (PT GS Battery), PT. Kalbe Farma Phils, Matahari Trading Inc, Gentle Supreme Phil (Wings), Inbisco Philippines (Mayora) dan Orangtua Group. Selain beberapa perusahaan yang memiliki cabang di Filipina, sejumlah waralaba Indonesia juga telah memasuki pasar Filipina, antara lain J.CO Donuts dan Alfamart.

             Sementara itu di bidang investasi, tercatat investasi Filipina di Indonesia selama beberapa tahun terakhir adalah sbb :

TahunNilai Investasi
2010US$ 49,6 juta
2011US$ 1,5 juta
2012US$ 6,1 juta
2013US$ 5,8 juta
2014US$ 11,5 juta.


          Di bidang pariwisata, Filipina menjadi salah satu fokus target pasar wisata Indonesia yang ditandai dengan peningkatan jumlah wisatawan Filipina ke Indonesia setiap tahun. Berdasarkan data dari  BPS dan Kementerian pariwisata, jumlah wisatawan Filipina yang berkunjung ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah sbb :

TahunJumlah Wisatawan
2010171.181
2011210.029
2012236.866
2013247.573
2014248.142

Counsellor, Koordinator Fungsi Ekonomi

HIDAYAT ZAKARIA

Sekretaris Pertama, Fungsi Ekonomi

AHMAD ARIEF ADNAN

Fungsi Sosial dan Budaya

 

Pejabat Diplomatik dan Konsuler yang melaksanakan fungsi sosial dan buadaya mempunyai tugas meniungkatkan hubungan, kerjasama dan promosi sosial dan budaya antara Indonesia dengan Negara Penerima dan/ atau Organisasi Internasional.

 

Fungsi Sosial dan Budaya merupakan unit kerja yang memiliki cakupan kerja terkait dengan people-to-people contact, khususnya antara Pemerintah dan masyarakat Indonesia dengan masyarakat di negara akreditasi. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dengan negara akreditasi, khususnya dalam tataran hubungan antar masyarakat kedua negara. Kegiatan-kegiatan dalam cakupan wilayah tugas Sosial dan Budaya KBRI Manila antara lain adalah : kegiatan promosi budaya dan pariwisata Indonesia, penanganan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial, olahraga, kepemudaan, kesehatan, dan berbagai bidang tugas terkait, serta menerima kunjungan ataupun permintaan audiensi dari pelajar/masyarakat setempat yang berkunjung ke KBRI Manila, yang terkait dengan masalah sosial-budaya.

 

Selain itu, Fungsi Sosbud juga mengemban tugas penerangan, khususnya terkait dengan pengolahan website /situs resmi KBRI Manila, serta akun jaringan sosial lainnya untuk proses penyebaran informasi kepada masyarakat Indonesia di Filipina dan negara akreditasi serta masyarakat setempat. Terkait hal ini, Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Manila juga menangani penyampaian berita maupun press release terkait berbagai informasi yang perlu disampaikan kepada media-media setempat di Filipina. Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Manila juga menerima berbagai pertanyaan dan permintaan informasi yang masuk melalui sarana telekomunikasi elektronik maupun surat tentang Indonesia, khususnya tentang tempat-tempat wisata di Indonesia serta berbagai hal terkait hal tersebut.

 

Dalam hubungannya dengan Republik Palau, KBRI Manila senantiasa mengirimkan pejabatnya untuk menghadiri undangan peringatan hari kemerdekaan negara tersebut, sebagai wujud dari dukungan dan upaya untuk membina hubungan bilateral yang erat dan akrab dengan Palau. Dalam hal ini, pada tahun 2012, KBRI Manila mengupayakan untuk mulai mengirimkan misi budaya ke Palau untuk berpartisipasi dalam Festival of Art tahunan di negara tersebut. Hal ini dilaksanakan tidak hanya dalam upaya untuk menghormati dan mendukung pelaksanaan festival tersebut, namun juga untuk mempererat jalinan people-to-people contact dengan masyarakat setempat.

 

Dalam kerjasama bilateral Indonesia – Filipina di bidang Sosial dan Budaya khususnya bidang pariwisata, Indonesia dan Filipina memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerjasama di bidang pariwisata tersebut. Kedua negara telah menandatangani MoU on Tourism pada 12 November 2001. Di bawah kerangka kerjasama tersebut kedua negara menempuh langkah-langkah promosi dan pemasaran bersama. Untuk memfasilitasi peningkatan arus wisatawan, bisnis dan people-to-people contacts, RI dan Filipina perlu membuka lebih banyak jalur perhubungan udara dan laut. Di bawah kerangka kerjasama tersebut kedua negara menempuh langkah-langkah promosi dan pemasaran bersama. Untuk memfasilitasi peningkatan arus wisatawan, bisnis dan people-to-people contacts, RI dan Filipina perlu membuka lebih banyak jalur perhubungan udara dan laut. Selain jalur penerbangan yang ada, tahun 2011 ini direncanakan akan dibuka jalur penerbangan langsung Jakarta- Manila menggunakan Indonesia Air Asia, Manila- Bali menggunakan Cebu Pasific, serta Manila-Surabaya menggunakan Philippines airlines.

 

Minister Counsellor, Koordinator Fungsi Sosial dan Budaya

TRINI GUNARTI SUALANG

Sekretaris Pertama, Fungsi Sosial dan Budaya

BASRIANA BASRUL

Fungsi Protokol dan Konsuler

 

Pejabat Diplomatik dan Konsuler yang melaksanakan fungsi konsuler mempunyai tugas pelayanan notariat, kehakiman dan jasa konsuler serta perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia di Negara Penerima. Sedangkan Pejabat Diplomatik dan Konsuler yang melaksanakan fungsi keprotokolan mempunyai tugas memberikan pelayanan keprotokolan dan mengatur acara-acara yang bersifat resmi di Perwakilan.


Kerjasama Indonesia dengan Pemerintah Filipina, Pemerintah Republik Palau dan Republik Kepulauan Marshall di bidang kekonsuleran telah berjalan dengan baik. Kerjasama dan kemudahan telah diberikan oleh pemerintah negara akreditasi dalam penyelesaian berbagai kasus hukum dan keimigrasian yang dihadapi oleh WNI baik yang menetap, berkunjung atau sekedar transit baik di Filipina maupun di wilayah akreditasi KBRI Manila lainnya.

 

Dalam ranga melaksanakan fungsi perlindungan WNI maka KBRI Manila melakukan pendampingan dalam proses peradilan yang menyangkut WNI di Filipina, membantu mencarikan pengacara dan bantuan penterjemah, melakukan koordinasi dengan pengacara serta memberikan bantuan obat-obatan dan kebutuhan sehari-hari antara lain seperti beras, keperluan mandi, bahan bacaan dan keperluan serta perlengkapan shalat.

 

Sebagai bagian dari pelaksanaan tugas KBRI di bidang bantuan dan perlindungan kepada para WNI di wilayah akreditasi, serta dalam upaya memberikan pemahaman yang baik mengenai berbagai peraturan kekonsuleran dan keimigrasian serta perlindungan WNI dan BHI, KBRI secara rutin mengadakan sosialisasi dan pelayanan kekonsuleran untuk WNI di Metro Manila, Los Banos, Cavite, Tagaytay dan Palau, termasuk kunjungan rutin kekonsuleran setiap tiga bulan khusus untuk WNI di Palau.


Counsellor, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler

ANY MURYANI

Sekretaris Ketiga, Fungsi Protokol dan Konsuler

RIZKI ZAKIYAH

Sekretaris Ketiga, Fungsi Protokol dan Konsuler

ABUN BUNYAMIN

Atase Pertahanan

 

Atase Pertahanan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Perwakilan untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama militer, pertahanan dan keamanan antara Indonesia dengan Negara Penerima.

 

Dalam rangka mempererat hubungan antara Angkatan Bersenjata Filipina dan TNI telah dilaksanakan beberapa kerjasama di bidang pertahanan. Namun demikian bentuk kerjasama kedua Angkatan Bersenjata masih sangat terbatas dan dapat lebih ditingkatkan baik pengembangan kerjasama yang sudah ada maupun membuka peluang kerjasama baru.

 

Kerjasama setingkat Kementerian Pertahanan dilaksanakan dengan diadakannya suatu bentuk kerjasama JOINT DEFENCE AND SECURITY COOPERATION COMMITTEE (JDSCC PHILINDO), MoA tersebut telah diratifikasi oleh Pemerintah RI melalui UU No. 20 tahun 2007 tentang Pengesahan Persetujuan antara Pemerintah RI dan Pemerintah RP tentang Kegiatan Kerjasama di Bidang Pertahanan dan Keamanan. Sampai saat ini telah dilaksanakan konvensi yang ke-4 Indonesia-Philippines Joint Defense and Security Cooperation Committee Meeting  dilaksanakan di Bandung pada 10-13 Juli 2012 , selanjutnya JDSCC yang ke-5 akan dilaksanakan di Manila, Filipina pada tahun 2013.

 

Kerjasama Tingkat MABES Angkatan Bersenjata kedua negara sedang dalam proses awal pembentukan. Kesepakatan bersama kedua AB akan diimplementasikan kedalam bentuk PHILIPPINES - INDONESIA MILITARY COOPERATION untuk dijadikan sebagai wadah/ payung hukum kerjasama. Forum PHILINDO - MC telah dirumuskan dan disepakati Terms of Reference (ToR) kerjasama kedua Angkatan Bersenjata, yang rencananya dilaksanakan penandatanganan bersama pada tahun 2012.

 

Joint Border Committee (JBC) dan  Joint Coordination Border Committee (JCBC) INDHOPHIL..      Perjanjian Kerjasama Perbatasan RI-RP ditanda tangani oleh Presiden Soeharto dan Presiden Marcos, pada tanggal 11 Maret 1975, dalam bentuk Joint Border Committee (JBC) dan  Joint Coordination Border Committee (JCBC) yang merupakan kerjasama  dalam rangka memberikan solusi pemecahan persoalan yang timbul diwilayah perbatasan RI - RP. Untuk saat ini BC-RI diketuai oleh Pangdam VII/Wrb sementara BC-RP diketuai oleh Komandan Eastmincom. RI-RP BC Vice Chairman Conference 31th akan dilaksanakan pada tanggal  25 s/d 28 September 2012 di Davao City, Filipina.

 

Patroli Terkoordinasi (COORPAT) PHILINDO merupakan bagian dari BCRI - BCRP telah dilaksanakan yang ke-26 pada tanggal 23 April  2012 di Bitung Indonesia dan penutupan  pada tanggal 2 Mei 2012 di  Davao City Filipina.  COORPAT 27th selanjutnya direncanakan pada bulan September 2012 yang akan di buka di Davao City, Filipina dengan direncanakan acara tambahan kegiatan Bhakti Sosial di General Santos City, Mindanao selanjutnya akan ditutup di MenadoSulawesi Utara.

 

Kegiatan ini dilaksanakan antara BAIS TNI dengan J-2 (Deputy Chief of Staff for Intelligence) AFP. Kegiatan Intelligence Exchange ke 37 dilaksanakan di Manila, Filipina pada tanggal 3-5 Nopember 201. Selanjutnya kegiatan Intelex RI-PH akan dilaksanakan antara BAIS TNI dengan  ISAFP dan tingkat Mabes AB dilaksanakan antara Sintel Mabes TNI dengan OJ-2, AFP di indonesia.

 

Indonesia-Philippines Army Working Group (INDOPHIL AWG). Kerjasama antar TNI-AD dengan AD Filipina diwadahi dan dipayungi hukum dalam bentuk Indonesia-Philippines Army Working Group (INDOPHIL AWG) yang mengadakan kerjasama di Tingkat Angkatan/Matra Darat yang meliputi bidang Pendidikan dan Latihan, pertukaran personel dan kunjungan pejabat. Sampai saat ini telah dilaksanakan pertemuan INDOPHIL AWG ke-13 yang diselenggarakan di Denpasar, Bali Indonesia 29 Mei s.d 31 Mei 2012. INDOPHIL AWG ke-14 direncanakan penyelengaraannya di Filipina pada semester I tahun 2013

 

Kerjasama antar TNI-AL dengan AL Filipina diwadahi dan dipayungi hukum dalam bentuk Indonesia-Philippines Navy to Navy Talk  (INDOPHIL NTNT) yang mengadakan kerjasama di Tingkat Angkatan/Matra Laut yang meliputi bidang Pendidikan dan Latihan, pertukaran personel dan kunjungan pejabat. Navy to Navy Talk  (INDOPHIL NTNT) dirintis dan baru mulai dilaksanakan yang pertama kali pada bulan Nopember 2010, sedangkan pertemuan yang kedua dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 2 s.d. 4 Nopember 2011. INDOPHIL NTNT ke-3 direncanakan penyelengaraannya di HQ PN, Manila City pada tanggal 28 s/d31 Agustus 2012.

 

Kerjasama antar TNI-AU dengan AU Filipina diwadahi dan dipayungi hukum dalam bentuk Indonesia-Philippines Air Force Working Group (INDOPHIL AFWG) yang mengadakan kerjasama di Tingkat Angkatan/Matra Udara yang meliputi bidang Pendidikan dan Latihan, pertukaran personel dan kunjungan pejabat. Navy to Navy Talk  (INDOPHIL NTNT) dirintis dan baru mulai dilaksanakan yang pertama kali pada bulan Nopember 2010, sedangkan pertemuan yang PHILINDO AFWG ke-2  dilaksanakan di Clark Air Base, Angeles City Pampangan, Filipina pada tanggal 9 s.d. 12 Juli 2012. INDOPHIL AFWG ke-3 direncanakan penyelengaraannya di Yogyakarta, Indonesia pada semester I tahun 2013

 

IMT mempunyai tugas pokok untuk menjamin terlaksananya proses perdamaian di Mindanao antara Pemerintah Filipina dengan MILF dan memonitor implementasi dari perjanjian GRP-MILF. Pengiriman Tim Pengamat Internasional Indonesia ke Filipina berdasarkan hasil dari Peace Panel  antar Pemerintah Filipina dengan MILF yang dilaksanakan di Kuala Lumpur pada tanggal 8 s/d 10 Desember 2009 berupa joint statement  dan  Term of Reference of the International Monitoring Team (TOR-IMT) yang berisi antara lain diperluasnya keanggotaan IMT. Berdasarkan hal tersebut, kedua belah pihak (Pemerintah Filipina dan MILF) sepakat  mengundang Indonesia  untuk ikut serta dalam IMT dengan mengirimkan Nota Diplomatik pada tanggal 11 Desember 2009.

 

Pada tanggal 8 s/d 10 Maret 2011 pada saat kunjungan Kenegaraan Presiden Filipina Benigno S Aquino III ke Indonesia dalam pembicaraan bilateral, Presiden RI Susilo B Yudhoyono telah menyatakan kesanggupan dan komitmen untuk memenuhi undangan dan berpartisipasi bergabung dengan IMT sesuai permintaan Nota Diplomatik Pemerintah Filipina pada bulan Desember 2009.  Kontingen IMT Indonesia  dipimpin oleh Kolonel Inf Khairully (Komandan Kontingen) secara terdiri dari 10 personel TNI dan 5 orang sipil (dari Kemenlu RI) resmi  diterima Duta Besar LBBP RI  Y. Kristiarto S. Legowo pada tanggal 1 Juli 2012 dan diserahkan secara langsung kepada pemerintah Filipina yang diwakili oleh  Hon. Secretary Teresitha Quintos Deles, Kepala Kantor Penasihat Kepresidenan untuk Proses Perdamaian (OPPAP) Filipina dan disaksikan oleh Usec. Yasmin Busran Lao, anggota Panel Perdamaian GPH-MILF di KBRI Manila.

 

Selanjutnya pada tanggal 2 Juli 2012, Duta Besar LBBP RI Manila menyerahkan Tim Pengamat Indonesia yang diterima oleh Head of Mission/HOM IMT, Mayjend Dato’ Abdul Rahim Bin Hj Mohd Yusuff di Markas IMT, Cotabato City. Setelah menyelesaikan Induction Trainning, pada tanggal 9 Juli 2012 membuka Tinm Situs baru di Kota Davao yang dipimpin oleh Kolonel Khaerully dari Kontingen Pengamat Indonesia, sedangkan personel yang lainnya langsung ditempatkan :

 

a.         Headquarter/Cotabato City                          : 1 orang

b.         Team Site I/Cotabato City                            : 1 orang.

c.         Team Site II/Iligan City                                   : 3 orang

d.         Team Site III/Zamboanga City                       : 2 orang

e.         Team Site IV/Gensan City                              : 2 orang

f.          Team Site V/Davao City                                 : 6 orang

 

Kantor Athan RI di Manila juga mempunyai tugas untuk ikut memajukan Industri Strategis Pertahanan dalam rangka untuk membina hubungan bilateral khususnya bidang Pertahanan dan Keamanan. Kantor Athan Manila telah menjembatani kerjasama Industri Strategis dengan Kementerian Pertahanan Filipina, dengan berhasilnya menanamkan kepercayaan kepada Angkatan Bersenjata Filipina agar menggunakan produk alutsista buatan Indonesia. Kabaranahan KEMHAN RI Majend TNI Ediwan Prabowo bersama delegasi pada tanggal 25-26 Juni 2012 telah melaksanakan konsultasi dan paparan tentang penawaran produk Industri Strategis yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pertahanan Filipina adalah pesawat CN 235-MPA dan Casa 212 seri 200 dari PT Dirgantara Indonesia, sedangkan untuk pengadaan kapal jenis LPD buatan PT PAL dan Panser ANOA buatan PT PINDAD masih dalam proses.

 

Atase Pertahanan

KOL. ASEP SAEFUDIN

Atase Militer

KOL. SONY HENDAYANA

Asisten Atase Pertahanan

MAJ. KES INDRA LESMANA

Atase Perdagangan

               

Atase Teknis mempunyai tugas pokok membantu kepala perwakilan untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama teknis antara Indonesia dengan Negara Penerima.

 

Secara umum, nilai perdagangan bilateral Indonesia-Filipina meningkat dan Indonesia selalu dalam posisi surplus.  Berdasarkan data terakhir, selama periode Januari – April 2012  total nilai  perdagangan RI-RP mencapai nilai US$ 1,15 milyar atau mengalami peningkatan dibanding periode bulan yang sama tahun 2011 sebesar 11,69%. Ekspor RP ke RI bulan Januari – April 2012 sebesar US$ 291,07 juta atau mengalami peningkatan sebesar 35,16% dibanding periode bulan yang sama tahun 2011. Ekspor RI ke RP bulan Januari – April 2012 sebesar US$ 861,82 juta mengalami kenaikan sebesar 5,50% dibanding periode bulan yang sama tahun 2011. Surplus perdagangan RI untuk periode bulan Januari – April 2012 terhadap RP sebesar US$ 570,75 juta.

 

Amerika Serikat (USA) merupakan negara utama impor tertinggi, dimana pada bulan April 2012 tercatat dengan pangsa pasar sebesar 11.9% dari total impor Filipina dengan yang sebesar US$ 567.84 juta. Disusul negara Jepang yang merupakan negara ke-dua dengan pangsa pasar 11.3% dari total impor Filipina dengan nilai sebesar US$ 539.85 juta. Kemudian urutan ke-tiga adalah negara Republik Rakyat Cina dengan pangsa 9.9% dengan nilai impor sebesar US$ 471.08 juta. Singapura dan Taiwan adalah urutan ke-empat dan ke-lima asal impor Filipina dengan pangsa pasar masing-masing 8.8% dan 8.4% dengan nilai impor masing-masing US$ 420.06 juta dan US$ 400.23 juta.

 

Saat ini posisi Indonesia sebagai salah satu negara asal impor bagi negara Filipina untuk periode bulan Januari – April 2012 telah menduduki peringkat kesembilan dengan pangsa pasar sebesar 4,25% pada total impor Filipina dari 10 negara utama asal impor Filipina. Namun hal ini masih harus ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, pada tahun 2012 ini kantor Atdag telah menjadwalkan akan berpartisipasi pada pameran lokal & internasional baik yang akan diadakan di Manila ibukota Filipina maupun di daerah-daerah.


Atase Perdagangan

IRAWAN

Atase Pendidikan dan Kebudayaan  

 

Atase Teknis mempunyai tugas pokok membantu Kepala Perwakilan untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama teknis antara Indonesia dengan Negara Penerima.

 

Dalam hal ini Atase Pendidikan Nasional mengusahakan untuk meningkatkan kerjasama bidang pendidikan, kebudayaan, penelitian, ilmu pengetahuan, dan teknologi antar Indonesia dengan Filipina; menyelenggarakan pendidikan bahasa dan kebudayaan Indonesia di Filipina; menyampaikan saran dan rekomendasi kebijakan pendidikan nasional berdasarkan hasil pengamatan atas perkembangan/ kecenderungan bidang pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi di wilayah akreditasinya; mengikuti pertemuan mengenai pendidikan, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam wilayah akreditasinya; membina masyarakat Indonesia khususnya para pelajar, mahasiswa dan karyasiswa di Filipina dalam rangka meningkatkan rasa kebangsaan dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Filipina; serta membina Sekolah Indonesia yang berada di Davao City-Filipina.

 

Indonesia dan Filipina telah menjalin persahabatan dan kerjasama pada saat penandatanganan treaty of friendship-Jakarta 21 of June 1951.  Persahabatan tersebut  membawa nilai tambah sehingga dalam bidang pendidikan.  Pada saat the 46th SEAMEO Council Conference di Brunei Darussalam tanggal 26 sampai dengan 29 Januari 2011, Menteri Pendidikan Indonesia H. E. Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA dan H. E. Br Armin A Luistro FSC telah menyepakati bidang kerjasama yang akan dilakukan adalah agriculture, ICT dan Madrasah.

 

Pengembangan kerjasama pendidikan semakin erat dan intensif sehingga dilakukan penandatanganan MoU dalam Basic Education (Jakarta, Mach 8, 2011) dan dilanjutkan dengan kesepahaman ”The agreed minute ot the First Joint Working Group” on MAIN AIM (Mutual Assitance on Innovataive and New technologies Agriculture Ict and Madrasah) program (Manila, December 8, 2011).


Ruang lingkup MoU adalah:

  1. Pertukaran program antar institusi pendidikan.
  2. Pendampingan Teknis dalam bidang pendidikan dasar dan kejuruan.
  3. Pertukaran guru, dan tenaga kependidikan  serta siswa dalam program sister school.
  4. Pertukaran publikasi dan jurnal pendidikan.
  5. Pertukuaran referensi, peralatan dan materi mengajar, pameran, simposium dan seminar.

Selama kurun waktu Bulan Januari sampai dengan Bulan Desember 2011, Atdik KBRI Manila telah menyelenggarakan berbagai kegiatan implementasi kerjasama bilateral bidang pendidikan melalui berbagai pertemuan dengan fihak terkait terutama DepEd (Depertemen of Education) sehingga dihasilkan TOR, Sub Task dan dokumen persiapan JWG (Joint Working Group) serta The agreed minute of the First Joint working Group Meeting berikut dengan workplan yang telah ditandatangani oleh Sekjen Kemdikbud dan Undersecretary Legal and Legislative Affair.

 

Salah satu program yang dilaksanakan adalah Sister School.  Sekolah yang melaksanakan program ini sebanyak 8 (delapan) sekolah.  Selain tingkat sekolah telah dilakukan juga program University to  University.  Program U to U diikuti oleh 13 (tiga belas) Universitas.

 

Implementasi MAIN AIM program telah dilakukan melalui workshop penyusunan TOR, Sub Task Group, Rencana Implementasi bidang Pertanian, ICT untuk SMP di Mindanao serta Kerjasama pengembangan Madrasah dengan tim Pilot Project Madrasah di Mindanao.

 

Walaupun MoU yang ditandatangani baru bidang Basic Education, tetapi implementasi di lapangan dilakukan juga kerjasama perguruan tinggi diantaranya adalah world class university.  Universitas yang telah melakukan penjajagan program ini adalah UNDIP dengan CLSU (Central Luzon State University), UNJ dengan De La Sale University; UPI dengan MSU (Mindanao State University); UNAI (Universitas Advent Indonesia) dengan AUP (Advent University of the Philippines);  dan UNISRI (Universitas Slamet Riyadi) Solo dan UNSUR (Universitas Suryakancana) Cianjur dengan Mariam College, st. Dominic College, FEU (Far Eatern University) serta LA Consolation College.

 

Kerjasama bilateral dalam kegiatan pendampingan teknis untuk pendidikan dasar dan kejuruan dilakukan kegiatan:

 

Pendampingan teknis dilakukan melalui pembimbingan dan fasilitasi penyusunan MoU dan workplan terhadap 8 SMK dari Indonesia.

 

Pendanpingan dilakukan terhadap kegiatan Diklat e-learning kerjasama antara Atdik KBRI Manila SEAMOLEC, St. Dominic Collage serta La Consolation Collage bersama dengan 7 SMK dari Indonesia.  Diklat ini menghasilkan 12 (dua belas) bahan ajar yang di up load ke masing-masing institusi yang bekerjasama.

 

Kerjasama bilateral dalam pertukaran siswa, guru dan tenaga kependidikan ini dilakukan melalui beberapa sub kegiatan yaitu;

  1. Pengiriman 9 (Sembilan) mahasiswa Filipina melalui program beasiswa Darmasiswa.
  2. Pertukaran mahasiswa Filipina dari University of Philippines dan San Beda College dengan mahasiwa Indonesia dari IPB, ITB, UNPAS, UNPAD, UNSUR dan UNDIP.
  3. Pelatihan bersama anatara mahasiswa PPI Filipina dengan mahasiswa Filipina dalam Diklat Kepemimpinan.
  4. Pelatihan menari untuk pelajar Filipina

Masyarakat Filipina saat ini banyak yang sangat tertarik untuk berlatih bahasa Indonesia, sehingga pada saat dibuka kesempatan untuk berlatih Bahasa Indonesia secara gratis di KBRI dan di Universitas, maka peserta Diklat yang mendaftarkan diri  sebanyak 213 (dua ratus tiga belas) peserta sehingga melebihi kapasitas yang disediakan yakni sebanyak 100 (seratus) peserta.  Atdik KBRI Manila memfasilitasi para peminat Bahasa Indonesia dengan  melakukan kerjasama dan berkolaborasi dengan UP (University of Philippines); UST (University of Santo Thomas); FEU (Far Eastern University) serta Saint Dominic College.  Selain itu Diklat Bahasa Indonesia diminati dan diikuti oleh masyarakat Filipina dan tentara Filipina.

 

Masyarakat Filipina saat ini banyak yang sangat tertarik untuk berlatih bahasa Indonesia, sehingga pada saat dibuka kesempatan untuk berlatih Bahasa Indonesia secara gratis di KBRI dan di Universitas, maka peserta Diklat yang mendaftarkan diri melebihi kapasitas yang disediakan.  Atdik KBRI Manila memfasilitasi para peminat Bahasa Indonesia dengan  melakukan kerjasama dan berkolaborasi dengan UP (University of Philippines); UST (University of Santo Thomas); FEU (Far Eastern University) serta Saint Dominic College.  Selain itu Diklat Bahasa Indonesia diminati dan diikuti oleh masyarakat Filipina.

 

Pola Diklat Bahasa Indonesia dilakukan selama 30 (tiga puluh) jam.  Peserta Diklat difasilitasi berbagai macam buku referensi Bahasa Indonesia, CD materi Diklat serta VCD lagu-lagu Bahasa Indonesia.  Kegiatan Diklat diselingi dengan berbagai kegiatan diantaranya adalag demo masak makanan dan masakan Indonesia serta pertunjukan “Wayang  Pancasila” yang dimainkan olen para lulusan Diklat Bahasa Indonesia.

 

Diklat Bahasa Indonesia berlangsung sukses dan saat ini terdapat berbagai permintaan dari universitas di Filipina untuk melakukan kerjasama dalam bidang referensi dan kemungkinan kerjasama pengirirman dosen Bahasa Indonesia untuk dapat mengajar di beberapa Universitas di Filipina.

 

Selama Bulan Januari sampai dengan Oktober 2011, Atdik KBRI Manila melakukan berbagai pertemuan Ilmiah diantaranya Seminar internasional dalam bidang “Intellectual Property right” , UMAP (University Mobility in Asia and The Pacific) , Annual Convention in Biotechnology, IRRI (International Research Rice Institute) , AMFIE (Asia-Pacific Ministerial Forum on ICT Education), Pengembangan Padi Hibrida, serta PHILAAS  (Philippine Association for the Advancement of Science).

 

Pendidikan dan pelatihan ditujukan kepada masyarakat Indonesia yaitu pelajar dan mahasiswa, guru SID, mahasiswa Filipina, serta masyarakat Filipina.  Pelaksanaan Diklat dilakukan sepanjang tahun tergantung dari programnya.  Tempat Diklat dilaksanakan di tempat yang bervariasi tergantung tujuan dari Diklat tersebut.  Progra Diklat disesuaikan dengan IKK (Indikator Kinerja Kegiatan) DIPA Atdik KBRI Manila serta Tupoksi dan tujuan yang ingin dicapai.  Metode Diklat dilaksanakan dalam bentuk yang beragam tergantung dari peserta dan tujuannya.  Diklat yang terlaksana pada tahun 2011 adalah  Pelatihan Bahasa Indonesia di Universitas,

Peltihan Bahasa Indonesia untuk masyarakat, Pelatihan Bahasa tagalog untuk pelajar Indonesia, Pelatihan metode penelitian untuk mahasiswa Indonesia, Pelatihan intellectual Property Right untuk mahasiswa Indonesia program S-2 dan S-3, Pelatihan kepemimpinan melalui outbound, Pelatihan pengembangan karakter bangsa, Pelatihan e-learning kerjasama dengan SEAMOLEC, Pelatihan Tari Saman dan Pelatihan Kewirausahaan.

 

Selama Bulan Januari sampai dengan Desember  2011, Atdik KBRI Manila melakukan berbagai pertemuan Ilmiah diantaranya UMAP (University Mobility in Asia and The Pacific), Annual Convention in Biotechnology, IRRI (International Research Rice Institute) , AMFIE (Asia-Pacific Ministerial Forum on ICT Education), Pengembangan Padi Hibrida, serta PHILAAS  (Philippine Association for the Advancement of Science).

 

Selain hal-hal diatas, Atdik KBRI Manila telah bekerjasama dengan insitusi Filipina yang mempunyai kewenangan dalam bidang Intellectual Property Right sehingga dapat terselanggara seminar internasional dengan tema “Intellectual Property Right in Indonesia and Philippine”

 

Untuk mengembangkan masyarakat Indonesia khususnya para pelajar, mahasiswa dan karyasiswa di Filipina, maka telah dilakukan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan rasa kebangsaan dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Filipina.  Kegiatan pembinaan mahasiswa melalui PPI Filipina dilakukan melalui Diklat Kepemimpinan untuk PPI Filipina dari berbagai cabang, Kongres Luar Biasa PPI Filipina, Diklat Metode Penelitian, Diklat Peningkatan Karakter Bangsa, Saresehan penyusunan AD/ ART PPI Filipina, Diklat Seni dan budaya Indonesia dan berbagai upacara peringatan hari nasional.

 

Untuk meningkatkan mutu Sekolah Indonesia Davao (SID) , Duta Besar RI menugaskan Atdik KBRI Manila bekerja dengan KJRI untuk membina SID.  Kegiatan pembinaan yang dilakukan selama Bulan Januari sampai dengan Oktober 2011 adalah Diklat Sosialisasi Akreditasi, Diklat ICT dan CPD, Diklat Standar Nasional Pendidikan, Diklat Standar Proses Pendidikan, Diklat Standar Penilaian, Diklat Penyusunan Dokumen akreditasi, Diklat Pre-Akreditasi, dan Diklat ISO.  Hasil dari berbagai pembinaan SID melalui peningkatan mutu sekolah, guru dan staf sekolah, maka SID telah memperoleh akreditasi dari BAN-SM (Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/ Madrasah) sebagai berikut:

  1. SD-SID akreditasi A
  2. SMP-SID akreditasi A
  3. SMU-SID akreditasi A

Untuk program peningkatan pelayanan prima dalam perencanaan dan kerjasama luar negeri, Atdik KBRI Manila telah melaksanakan:

    1. Pameran pendidikan (Indonesian Education Expo).
    2. Bahasa Indonesia Day di University of Philippine
    3. Diskusi dan saresehan dengan PPI Filipina Pusat dan 7 (tujuh) Cabang
    4. Seminar Internasional bekerjasama dengan UI dan Ateneo de Manila University dengan tema "The 6th International Conference on Business and Management Research"
    5. Rapat koodinasi  untuk menyesuaikan dan mensinkronkan program Atdik KBRI Manila dengan KJRI Davao City, serta Kemdiknas
    6. Kehumasan dan protocol, dilakukan dengan pendekatan pelayanan prima kepada semua stake holder Atdik KBRI Manila
    7. Beasiswa Unggulan:  3 (tiga) orang mahasiswa 

Untuk mengukur pelayanan prima dari fihak Atdik KBRI dalam perencanaan dan pelaksanaan kerjasama luar negeri di bidang pendidikan, maka dalam setiap pelaksanaan kegiatan selalu dilakukan survey kepuasan pelanggan.  Hasil pelayanan prima yang telah diolah datanya adalah pelayanan Atdik (sangat memuaskan); Diklat Bahasa Indonesia (sangat memuaskan);  pameran pendidikan (sangat memuaskan); Seminar (sangat memuaskan); Pengembangan PPI Filipina (sangat memuaskan); Sosialisasi beasiswa unggulan (sangat memuaskan); Fasilitasi kerjasama U to U (MoU) dan sister school (sangat memuaskan); dan  pembinaan SID (sangat memuaskan).

 

Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Atdik  telah berhasil dengan baik, hal ini disebabkan adanya dukungan yang sangat istimewa dari Duta Besar RI LBBP, DCM/HOC KBRI Manila dan seluruh fungsi KBRI Manila yang selalu melakukan koordinasi dengan harmonis. 


Atase Pendidikan dan Kebudayaan

FAHMY LUKMAN

Unit Komunikasi

 

                Unit Komunikasi yang dilaksanakan oleh Petugas Komunikasi merupakan Unsur Penunjang dalam Perwakilan RI.  Komposisi dan jumlah Unsur Penunjang pada KBRI Manila dapat ditinjau kembali sesuai dengan perubahan Indeks Perwakilan atau kebutuhan.

 

Atase

IMAN HASTA DARAJAT

Atase

SEPTINA ANGGRAENI

BPKRT

 

                Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan (BPKRT) merupakan Unsur Penunjang  pada Perwakialn RI di luar negeri. Komposisi dan jumlah BPKRT pada KBRI Manila dapat ditinjau kembali sesuai dengan Indeks Perwakilan atau kebutuhan.

BPKRT

ITRIA NOVITA

BPKRT

MONICA M. CHRISTINA