RANGKAIAN KEGIATAN PENYERAHAN SURAT – SURAT KEPERCAYAAN DUTA BESAR LBBP RI UNTUK REPUPLIK FILIPINA MERANGKAP REPUBLIK KEPULAUAN MARSHALL DAN REPUBLIK PALAU

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 10 Maret 2010, pukul 14.00, bertempat di Istana Malacanang, Manila, Filipina, Y.M. Drs. Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo telah menyerahkan Surat–surat Kepercayaan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau kepada Presiden Republik Filipina Gloria Macapagal-Arroyo.

Sebelum acara penyerahan dilakukan, Duta Besar LBBP RI menyampaikan pidatonya, yang antara lain menyampaikan salam hangat dari Presiden RI kepada Presiden Arroyo dan juga apresiasi atas hubungan kedua Negara yang terjalin erat.

Setelah menyerahkan Surat-surat Kepercayaan, Dubes LBBP RI didampingi oleh Wakeppri, Minister-Counsellor Politik/HOC dan Atase Pertahanan melakukan pembicaraan singkat dengan Presiden Arroyo. Pada kesempatan itu, Presiden Filipina menyampaikan harapannya agar Indonesia dapat tetap berperan sebagai Ketua Peace Committee for the Southern Philippines (OIC-PCSP) dan memberikan apresiasi atas dukungan kuat Indonesia kepada Filipina sebagai Observer Permanen di Organisasi Konferensi Islam serta dukungan Indonesia terhadap Filipina dalam Coral Triangle Initiatives (CTI) Summit yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara pada bulan Mei tahun 2009 yang dihadiri oleh Presiden Arroyo. Ditegaskan pula bahwa pentingnya kerja sama regional Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP EAGA), terutama untuk mempromosikan dan mengembangkan perekonomian daerah di negara-negara yang termasuk di dalam BIMP EAGA. Salah satu keberhasilan kerjasama ini adalah dengan direncanakannya peresmian pelayaran perdana kapal komersial penumpang dan barang, rute Tahuna, Propinsi Sulawesi Utara – Glan, Propinsi Sarangani, Mindanao, dalam waktu dekat ini.

Menanggapi hal tersebut, Dubes LBBP RI menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Filipina terkait dengan partisipasi Filipina dalam Aceh Monitoring Mission. Berkaitan dengan peresmian pelayaran perdana tersebut, Dubes LBBP ri menyampaikan bahwa hal tersebut sangat kondusif dalam rangka memajukan hubungan people to people interaction.

Dubes LBBP RI juga berkesempatan melakukan pembicaraan singkat dengan Menteri Luar Negeri Republik Filipina, Alberto Romulo, yang antara lain membahas mengenai upaya memajukan kerjasama bilateral dan dalam kerangka asean. Secara khusus, Menlu Romulo menyatakan menyambut baik rencana kehadiran Menlu RI pada Special Non-Aligned Movement (NAM) Ministerial Meeting on Interfaith Dialogue and Cooperation for Peace and Development pada tanggal 16-18 Maret 2010.

Sehari sebelum penyerahan Surat-surat Kepercayaan, Dubes LBBP RI Manila telah melakukan kunjungan kehormatan kepada Menlu Filipina sebagai pemberitahuan resmi kedatangan Dubes LBBP RI di Filipina sekaligus penyerahan salinan Letter of Credence dan Letter of Recall. Pada pertemuan tersebut, Duta Besar LBBP RI menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan Menlu Romulo serta menyampaikan salam hangat dari Menlu RI dan mantan Menlu RI, Bapak N. Hassan Wirajuda. Dan dalam menjalankan tugas di Filipina, Duta Besar LBBP RI akan terus berupaya meningkatkan dan memajukan hubungan kerjasama dan persahabatan kedua negara yang telah berjalan dengan sangat baik selama ini. Hal ini ditanggapi Menlu Romulo dengan menyatakan bahwa Pemerintah Filipina menyambut dengan sangat baik kedatangan Dubes LBBP RI di Manila. Apalagi dalam beberapa kesempatan, telah beberapa kali Menlu Romulo bertemu Dubes LBBP RI baik dalam rangka kunjungan Menlu RI ke Manila maupun dalam berbagai pertemuan ASEAN.

Sebagai akhir dari rangkaian acara penyerahan Surat-surat Kepercayaan, pada tanggal 11 Maret 2010, Dubes LBBP RI melakukan peletakan karangan bunga di Monumen Pahlawan Nasional Filipina, Dr. Jose P. Rizal.(Sumber:KBRI-Manila)