Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Kunjungi Home page KBRI Manila     |       Selamat datang di website KBRI     |       Kunjungi Website Portal Kementerian Luar Negeri RI     |       

Bidang / Urusan

Fungsi Ekonomi

Fungsi Ekonomi

 

                Pejabat Diplomatik dan Konsuler yang melaksanakan fungsi ekonomi mempunyai tugas meningkatkan hubungan dan kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Negara Penerima dan/ atau Organisasi Internasional serta lembaga-lembaga resmi lainnya.

 

Dalam kerjasama bilateral Indonesia – Filipina khususnya di bidang ekonomi berbagai perjanjian bilateral di bidang ekonomi telah dibuat dan perjanjian-perjanjian ini memberikan landasan yang kuat bagi berlangsungnya hubungan dan kerjasama ekonomi Indonesia dan Filipina.  Ini ditandai dengan ditandatanganinya delapan perjanjian bilateral di bidang ekonomi pada tanggal 30 Mei 1969 yaitu: Basic Agreement On Economic and Technical Cooperation, Trade Agreemet, Agreement on Technical and Scientific Cooperation, Agreement on Processing Arrangements and Utilization of Excess Capacity in Certain Industries, Agreement on Coconut and Coconut Products, Agreement on Forestry, Agreement on Fisheries, dan Agreement on Shipping Matters. Langkah ini kemudian diikuti dengan berbagai perjanjian bilateral lainnya dan yang terakhir adalah MoU on Marine and Fihseries Cooperation yang ditandatangani pada 23 Februari 2006.  Dengan berlandaskan pada berbagai perjanjian bilateral di bidang ekonomi tersebut hubungan dan kerjasama ekonomi kedua negara menunjukan peningkatan. 

 

Selain itu kedua negara juga melakukan pertemuan secara periodik Komisi Bersama RI-Filipina. Dalam pertemuan Komisi Bersama RI-Filipina tersebut antara lain menyepakati penguatan berbagai bidang kerjasama ekonomi, khususnya di sektor energi, perikanan, pertanian, dan kehutanan. Kedua negara sepakat untuk terus mendorong kerjasama ekonomi bilateral terutama pada isu-isu yang menjadi kepentingan bersama seperti pada aspek perdagangan, investasi, pertanian, energi dan mineral, perikanan dan tenaga kerja.  Pertemuan Komisi Bersama berikutnya diharapkan akan diselenggarakan di Filipina.

 

Sementara itu di bidang investasi kedua negara telah menyetujui perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 12 November 2001 mengenai promosi dan perlindungan terhadap investasi  yang dilakukan oleh/ dan di kedua negara.  Dalam hal ini kedua negara setuju untuk mempromosikan, mendorong, dan menciptakan situasi kondisi yang kondusif melalui undang-undang dan peraturan yang menguntungkan bagi investor untuk melakukan investasi di masing-masing negara. Selama tahun 2006-2010, BKPM telah memberikan persetujuan kepada 19 perusahaan Filipina untuk melakukan investasi di Indonesia senilai US$5,800,000.00 Sementara investasi yang berasal dari Indonesia bergerak dalam hal obat-obatan, ikan tuna, produk-produk mie instan, dan makanan yang telah diproses. 

 

Salah satu perusahaan Indonesia yang menanam modal di  Filipina, yaitu PT Citra Lantoro Gung Persada (PT Citra) telah membentuk joint venture dengan Philippine National Constructioni Corporation pada tanggal 27 November 1995 untuk membangun jalan tol layang Metro Manila Skyway dan kemudian mengoperasikan jalan tol tersebut.  Beberapa perusahaan Indonesia yang diketahui berada di Filipina adalah  Monde Denmark Nissin Biscuit Corporation, Maphilindo International Trading Inc, Citra Metro Manila Tollways Corporation, TPL Trading Inc. (PT GS Battery), Extra Joss Phils, Health All Development, PT. Kalbe Farma Phils, Matahari Trading Inc, Gentle Supreme Phil (Wings), Inbisco Philippines (Kopiko) dan Orangtua Group.

 

Berdasarkan data terakhir Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Filipina pada periode Januari-Maret 2011 berada pada peringkat ke-38 dengan nilai US$100 ribu, dalam 1 proyek.  Sedangkan untuk data tahun 2010, investasi Filipina di Indonesia bernilai US$49,6 juta dalam 9 proyek. Berdasarkan data terkahir dari Board of Investment (BoI) Filipina mengenai Approved Foreign Direct Investment (FDI) 2004-2009, tercatat investasi Indonesia sebesar 11 juta peso.

 

Dalam bidang ekonomi ada 10 produk Ekspor utama Indonesia ke Filipina antara lain coal, copper concentrates, motor cars of a cylinder capacity of 2,500cc, bitominous coal, parts & accessories of machines/other, urea, whether or not in aqueous solution, motor cars of cylinder capacity of 1,800, new, parts & accessories, of motorcycles, other, crude petroleum oil dan other prepared foods. Sedangkan impor Indonesia dari Filpina aantara lain parts & accessories of motor vehicles heading 8701-8705, other lights vessel, fire-float, other vesser, other parts, gear boxes, of motor vehicles, milk & Cream, in powder form, ammonium nitrate, whether or not in aqueous solution, centrifugal sugar, electric & electronic machinery, parts, other semi-conductor devices, other products manufactured from materials, consign dan good returned to the country whence imp/exported.

 ​



Gedung Perwakilan

ASEAN CHARTER


Trade Expo Indonesia 2012


APEC 2013


Facebook KBRI Manila


Twitter KBRI Manila

Akses DepluASEAN SELAYANG PANDANGrunning3running7running8
running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan