Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Kunjungi Home page KBRI Manila     |       Selamat datang di website KBRI     |       Kunjungi Website Portal Kementerian Luar Negeri RI     |       

Profil Negara dan Kerjasama

Filipina

Hubungan yang sangat baik antara RI-Filipina terlihat pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Benigno S. Aquino III ke Jakarta tanggal 8-9 Maret 2011 yang telah menghasilkan 4 kesepakatan kerja sama di berbagai bidang. Selain itu Presiden Filipina juga telah berkunjung ke Jakarta dalam rangka menghadiri rangkaian KTT ke- 18 ASEAN tanggal 7-8 Mei 2011 dan KTT ke-19 ASEAN di Bali tanggal 17-19 November 2011. Presiden RI dan Wakil Presiden Filipina telah bertemu di sela-sela pertemuan Bali Democracy Forum IV tanggal 8 Desember 2011. Ditingkat Menteri, pada tanggal 7 Maret 2011, Menlu Filipina Albert F. Del Rosario, mengadakan kunjungan ke Indonesia. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan perkenalan Menlu Filipina kepada Menlu RI. Selain itu, Menlu RI dan Menlu Filipina juga telah mengadakan pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan Tingkat Tinggi Menteri Luar Negeri ASEM, pada tanggal 7 Juni 2011 di Godollo, Hongaria, dan pertemuan bilateral di Jakarta tanggal 25 Juli 2011 guna membahas isu-isu regional. Pada tanggal 13-14 Desember 2011, telah diselenggarakan pertemuan ke-5 Joint Commission on Bilateral Cooperation RI-Filipina di Manila. Pertemuan membahas perkembangan kerja sama RI-Filipina di bidang politik, pertahanan keamanan, ekonomi, kelautan dan perikanan, pertanian, kehutanan, energi, pariwisata, transportasi, kebudayaan, pemuda, olah raga dan pendidikan, ketenaga kerjaan, sister city, serta menjajaki kerja sama di sektor sektor baru seperti kesehatan, industri produk halal, dan kekonsuleran. Pemerintah Filipina menghargai peranan Indonesia dalam memfasilitasi dialog antara Pemerintah Filipina dengan MNLF yang telah menghasilkan Perjanjian Damai 1996. Filipina juga mengharapkan Indonesia dapat terus memfasilitasi perundingan mengenai implementasi perjanjian tersebut dalam kapasitas sebagai Ketua Komite OKI untuk proses damai di Filipina Selatan. Saat kunjungan Presiden Filipina, Benigno Simeon C Aquino III ke Jakarta pada bulan Maret 2011, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampaikan kesediaan Indonesia atas permintaan Filipina untuk mengirimkan military observersebagai bagian dari International Monitoring Team, dalam kerangka proses perdamaian antara pemerintah Filipina dan Moro Islamic Liberation Front (MILF) di Filipina Selatan. Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Filipina dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan Indonesia selalu dalam posisi surplus. Nilai perdagangan bilateral tahun 2009 sebesar USD 2,94 milyar dengan surplus untuk Indonesia sebesar USD 1,8 milyar. Tahun 2010, total nilai perdagangan mencapai USD 3,88 milyar dengan surplus sebesar USD 2,47 milyar. Untuk periode Januari-Agustus Foto 3. Upacara Penyambutan Presiden Filipina pada Kunjungan Kenegaraan ke Indonesia, 8 Maret 2011 Kesepakatan Kerja Sama RI – Filipina 2011: 1. MoU on Basic Education 2. MoU on Sports Cooperation 3. MoU on Cooperation in Preventing and Combating Transnational Crimes and Capacity Building 4. Joint Declaration concerning Maritime Boundary Delimitation. Pada tahun 2011, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 2,99 milyar atau meningkat 15,57% dibanding periode yang sama tahun 2010, dengan surplus sebesar USD 1,89 milyar. Kerja sama yang erat antara Indonesia dan Filipina di bidang sosial budaya ditandai dengan disepakatinya MoU on Basic Education dan MoU on Sports Cooperation, pada saat kunjungan kenegaraan Presiden Aquino III ke Jakarta bulan Maret 2011. Pada bulan Februari 2011, Pemerintah Filipina memberikan bantuan kemanusiaan sebesar USD 50,000 yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu korban bencana alam letusan Gunung Merapi dan tsunami di Kepulauan Mentawai. Sejak bulan September 2011, beberapa negara anggota ASEAN, termasuk Filipina terkena imbas bencana banjir yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian ekonomi, sosial serta lingkungan. Sebagai bentuk kepedulian dan simpati, bantuan dana sebesar USD 400.000,- diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Filipina. Di bidang investasi, keinginan pengusaha Filipina untuk berinvestasi di Indonesia antara lain di bidang pengolahan rumput laut, pengolahan ikan, furnitur, kerja sama operator wisata, pertambangan, penyediaan air minum, pendidikan di Indonesia bagi pelajar/mahasiswa asing, pabrik pembuatan rambut palsu kualitas tinggi, usaha perawatan medis seperti perawatan mata dengan lasik. Jumlah WNI di Filipina pada periode JanuariSeptember 2011 sebanyak 2.054 orang. Kegiatan terkait perlindungan WNI antara lain kunjungan kekonsuleran secara rutin kepada 15 WNI yang sedang menjalani hukuman dan tahanan di sejumlah penjara di Metro Manila, menghadiri proses persidangan WNI yang dilaksanakan di sejumlah pengadilan di Metro Manila, memfasilitasi kunjungan keluarga para WNI yang ditahan dan melakukan sosialisasi berbagai ketentuan/aturan kekonsuleran. Dalam periode pelaporan ini, Pemri telah memberi bantuan dan perlindungan kepada 119 orang WNI, 83 diantaranya berhasil kembali ke tanah air. Dalam rangka perlindungan tenaga kerja, Indonesia dan Filipina juga bekerja sama erat di berbagai forum pada tingkat global dan regional. Khususnya dalam kerangka kerja sama ASEAN, terkait dengan pembahasan draft instrument on the protection and promotion of the rights of migrant workers. Pada tingkat global, secara khusus Indonesia bersamasama Filipina memprakarsai resolusi di Majelis Umum mengenai perlindungan tenaga kerja migran wanita.


Gedung Perwakilan

ASEAN CHARTER


Trade Expo Indonesia 2012


APEC 2013


Facebook KBRI Manila


Twitter KBRI Manila

Akses DepluASEAN SELAYANG PANDANGrunning3running7running8
running9running10
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan