Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Gedung KBRI     |       

Profil Negara dan Kerjasama

Bahrain

KERAJAAN BAHRAIN

 

 

A.    U m u m

 

1.    Nama Negara              :    Kingdom of Bahrain (Mumlakah Al Bahrain)

2.    Ibu Kota                       :    Manama

3.    Bentuk Negara             :   Monarki Konstitusional Demokrasi

4.    Merdeka                       :    15 Agustus 1971

5.    Raja/Kepala Negara    :    Shaikh Hamad bin Isa Al Khalifa

6.    Putra Mahkota             :    Shaikh Salman bin Hamad Al Khalifa

7.    Perdana Menteri/

       Kepala Pemerintah      :    Shaikh Khalifa bin Salman Al Khalifa

8.    Menteri Luar Negeri     :    Shaikh Khalid bin Ahmad bin Mohammad Al Khalifa

9.    A g a m a                     :   Islam 85% (terdiri dari Sunni 30% dan Shiah 70%), sedangkan 15% lainnya terdiri dari Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan Bahai.

10.  Mata uang                    :    Dinar Bahrain (BD)

                                                 US$ 1 = BD. 0.377 (September 2011)

11.  Penduduk                     :    Data Statistik 06 Februari 2011, jumlah penduduk Bahrain 1,234.571 jiwa, terdiri dari Warga Negara Bahrain 568.399 jiwa (37.25%) dan WN Asing 666.172 jiwa (62.75%). (WNI 9.000 orang, data 2011)

12.  Income perkapita         :    US$. 37.200 (2008)

13.  Tingkat Inflasi               :    7 % (2008)

14.  Ekspor Utama              :    Pengilangan Minyak, Peleburan Alumunium, Biji Besi, Pelayanan Perbankan Syariah, Industri Asuransi, Galangan Kapal dan Parawisata

15.  Tingkat Pengganguran:    3.8 % (2010)

 

B.    Geografis

 

1.    Luas  Wilayah               :    678 Km2         

2.    Topografi/Perbatasan  :    Terletak ditengah-tengah pantai Barat Teluk Parsi, antara garis Lintang Utara 26017’dan garis Bujur Timur 50033’. Berbatasan dengan Saudi Arabia (Barat), Qatar (Tenggara), dan Teluk Arat (Utara/Selatan/Timur).

3.    Pembagian Wilayah     :    5 wilayah Gubernuran: Capital, Muharraq, Northern, Central dan Southern

4.    Iklim/Suhu                    :    Sub tropis dengan perbedaan suhu yang cukup menonjol

                                                 -   Panas & Lembab :              

                                                      Mei-September (40°C)

                                                 -   Sedang :

                                                      Oktober-April

                                                      (15°- 20°C)

5.    Waktu                           :    -   GMT    + 3

                                                 -   WIB      - 4

 

C.    S e j a r a h

 

Bahrain (= mempunyai arti Dua Lautan) sebagai bagian dari peradaban kuno “Dilmun”. Karena letaknya yang strategis, sejak 3000 tahun SM sudah dikenal oleh bangsa-bangsa lain seperti Yunani, Mesopotamia, Mesir, Assyria dan India. Dalam perkembangan selanjutnya Bahrain menjadi tempat persinggahan dan penghubung utama perdagangan antara Sumeria dan Lembah Indus.

 

Sejak akhir abad 18, Bahrain telah diperintah oleh keluarga Al Khalifa yang masih satu keturunan dengan suku bani Utbah yang menguasai Bahrain sejak abad  ke-18.

 

Tahun 1820, Bahrain di bawah pimpinan Shaikh Sulman dan Abdullah menandatangani perjanjian dengan Inggris yang dikenal dengan “The General Treaty of Peace”. Perjanjian menyebutkan bahwa penguasa Bahrain tidak dibenarkan mengatur teritorial kecuali dengan Inggris dan tidak diperbolehkan memiliki hubungan dengan pemerintahan asing manapun tanpa ijin dari Inggris. Sementara itu Inggris berjanji akan melindungi Bahrain dari segala agresor.

 

Pada tahun 1968 Bahrain bergabung dengan delapan negara lain (Qatar dan tujuh Trucial Shaikhdoms, yang sekarang dikenal PEA) di bawah perlindungan Inggris dalam usaha untuk membentuk Uni Arab Emirates. Karena pertentangan yang tidak terselesaikan khususnya menyangkut kekuasaan diantara kesembilan Shaikhdoms, Bahrain melepaskan diri mencari kemerdekaan dan baru  pada tanggal 15 Agustus 1971, Bahrain menjadi sebuah negara yang merdeka penuh dan sekaligus secara resmi mengakhiri hubungan khusus dengan  Inggris mengenai tanggung jawab atas pertahanan dan urusan luar negeri Bahrain.

 

D.    Konstitusi

 

Konstitusi Bahrain disahkan oleh Amir Shaikh Isa bin Salman Al Khalifa pada tanggal 26 Mei 1973. Pada tanggal 14-15 Pebruari 2001dilaksanakan referendum untuk mengamandemen beberapa pasal dalam Konstitusi.

 

Konstitusi yang terdiri dari lima Bab dan 109 Pasal pada intinya menekankan asas konsultasi, keadilan, partisipasi penuh warga dalam kehidupan bernegara, menjamin kebebasan dan persamaan, memperkuat ikatan persaudaraan dan solidaritas sosial, mewujudkan tanggung jawab sebagai anggota keluarga Arab dan masyarakat internasional, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, keinginan berpartisipasi secara aktif dalam usaha-usaha regional dan internasional demi tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia dan memelihara perdamaian dunia. Sebanyak 98,4% dari jumlah pemilih yang menggunakan haknya menyetujui amandemen Konstitusi tersebut, yang kemudian dinamakan sebagai Piagam Nasional (National Charter). Piagam yang terdiri dari Pembukaan, Tujuh Bab dan Komunike Akhir ini bertujuan untuk melibatkan secara aktif peran masyarakat dalam membuat/mengambil keputusan dan memodernisasikan kelembagaan negara.

 

E.    Pemerintahan

 

Bertepatan dengan peringatan satu tahun pelaksanaan referendum nasional pada tanggal 14 Pebruari 2002, Amir Sheikh Hamad bin Isa Al Khalifa secara resmi mendeklarasikan perubahan nama negara dari “Negara Bahrain” menjadi Kerajaan Bahrain” (Kingdom of Bahrain) yang menganut sistem Monarki Konstitusional Demokrasi dan untuk selanjutnya Shaikh Hamad bin Isa Al Khalifa disebut sebagai “Raja Bahrain” (King of Bahrain) yang bertindak sebagai Kepala Negara.

 

Untuk menjalankan kekuasaannya Raja dibantu oleh para menteri yang dipimpin oleh Perdana Menteri. Pengangkatan Perdana Menteri dilakukan setelah Raja melakukan serangkaian konsultasi tradisional dengan keluarga kerajaan. Sementara pengangkatan menteri dilakukan setelah Raja menerima rekomendasi dari Perdana Menteri. Perdana Menteri dijabat oleh Sheikh Khalifa bin Salman Al Khalifa (Paman Amir) yang memangku sejak Bahrain merdeka pada tanggal 15 Agustus 1971.

 

F.    Parlemen

 

Lembaga Legislatif, Majelis Nasional/Parlemen Bahrain terdiri dari dua, yaitu Dewan Shura (Consultative Council/Majelis Tinggi) dan Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Rendah (Chamber of Deputies). Di dalam Majelis Nasional kedua dewan ini diwakili masing-masing oleh 40 anggota. Keduanya mempunyai perbedaan yang mencolok, yaitu Dewan Shura seluruh anggotanya diangkat oleh Raja, sementara Majelis Rendah anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. Bahrain melaksanakan Pemilu pertama Majelis Rendah pada tanggal 24 Oktober 2003.

 

Pasca kerusuhan politik pada Februari dan maret 2011, Pemerintah Bahrain pada 24 September 2011 akan melakukan pemilihan tambahan untuk menggantikan 18 anggota parlemen dari kelompok oposisi Al Wefaq yang mengundurkan diri dari parlemen

 

 

DALAM NEGERI

 

A.   Politik

 

Pasca proses reformasi di bidang politik, Perdana Menteri Sheikh Khlaifa bin Salman Al Khalifa menggarisbawahi bahwa pemerintahan dalam era Raja Hamad bin Isa Al Khalifa akan tetap melanjutkan kebijakan yang selama ini tengah dijalankan, seperti penghormatan dan perlindungan terhadap kebebasan, hak-hak dan kepentingan rakyat dalam koridor Konstitusi, penggalakan kerjasama dengan berbagai pihak guna menciptakan iklim yang sehat di mana semua pihak mendapatkan kesempatan yang sama dan memberikan segala kondisi yang memungkinkan bagi semua pihak untuk ikut berpartisipasi demi tercapainya kemajuan dan kemakmuran. Disamping itu pemerintah telah berkomitmen untuk mengadakan koordinasi dan kerjasama yang konstruktif dengan Dewan Shura dan Majelis Rendah dalam mengemban tugas nasional tersebut.

 

Kaum wanita di Bahrain relatif memiliki kebebasan sosial politik yang lebih besar dibanding dengan kaum wanita di negara-negara Teluk lainnya dan hal ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat di Bahrain. Melalui dekrit Raja Bahrain pada bulan Agustus 2001, telah dibentuk Dewan Kewanitaan beranggotakan 14 orang, yang diketuai oleh Shaikha Sabika binti Ibrahim Al Khalifa, isteri Raja Bahrain. Salah satu perjuangan yang berhasil diperoleh adalah dengan disetujuinya para wanita untuk ikut pemilihan anggota Majelis Rendah/DPR, baik sebagai pemilih maupun calon anggota.

 

B.   Ekonomi

           

Kebijakan ekonomi yang dilakukan Pemerintah Bahrain adalah mendiversifikasi perekonomiannya dari industri migas kepada industri jasa (keuangan, perbankan, asuransi, konstruksi, pariwisata dan manufaktur). Kebijakan yang dilakukan sejak tahun 2000 tersebut telah membuat perekonomian Bahrain semakin atraktif dan berkembang kearah yang cukup positif. Pertumbuhan GDP untuk tahun 2008 dengan pertumbuhan rata-rata 6,5% per tahun senilai US$. 22,4 milyar dengan pendapatan per kapita sebesar US$. 29.873. Tingkat inflasi mencapai 3,4% dan peredaran FDI sebesar US$. 2,9 milyar. Bahrain merupakan negara yang menganut ekonomi pasar terbuka dan menempatkan Bahrain pada peringkat 16 di dunia dan menduduki peringkat pertama di antara 17 negara Timur Tengah dan Afrika Utara menurut “Heritage Foundation Index of Economic Freedom” 2009. Berdasarkan penilaian “Standards and Poors”, Bahrain masuk dari kategori (B) menjadi (A) with Stable.

 

Nilai ekspor Bahrain untuk tahun 2008 mencapai US$ 19,17 milyar dengan komoditi utama minyak dan hasil minyak, alumunium dan tekstil dengan mitra Suadi Arabia 3,5%, AS 2,5% dan UEA 2,5%. Sementara impor Bahrain mencapai US$ 15,64 milyar dengan komoditi utama minyak mentah, mesin dan bahan kimia dengan mitra utama Saudi Arabia 37,7%, Jepang 7,2%, AS 6,2%, Jerman 4,7%, Inggris 4,5%, UEA 4,2% dan China 4,1%.

 

Krisis keuangan global tampaknya cukup menghambat laju pertumbuhan perekonomian Bahrain tahun 2009, karena sulitnya mencari kredit internasional dan dana pembiayaan untuk proyek-proyek non-minyak menjadi sulit didapat. Selain itu, turunnya harga minyak berpengaruh terhadap budget negara menjadi defisit.

     

C.   Penerangan, Sosial dan Budaya

 

Kebebasan dalam berekspresi, kebebasan pres dijamin berdasarkan UU No. 47 tahun 220. Namun dalam UU tersebut terdapat beberapa larangan a.l.: mengkritik dan menghina keluarga raja dan pemerintahannya. Perkembangan media cetak dan media elektronik cukup baik dan memadai bagi konsumsi warganya.

 

Kebijakan pemerintah untuk sektor sosial dan budaya diimplementasikan pada pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana, untuk sektor-sektor pendidikan, pemberantasan kemiskinan, pelayanan kesehatan, dan sektor gender.

 

D.   Pertahanan dan Keamanan

 

Bahrain memandang penting kehadiran AS di Bahrain pada khususnya dan kawasan GCC pada umumnya. Kedua negara mempunyai sejarah panjang hubungan bilateral khususnya di bidang pertahanan dan keamanan yang menggantikan kedudukan hubungan tradisional Bahrain-Inggris pada awal kemerdekaan. Mengingat letaknya yang strategis di pusat Teluk dan munculnya berbagai konflik politik di kawasan Asia Tengah pada dekade 90-an, menyebabkan AS mempertimbangkan penempatan kekuatan militernya secara permanen yang pada akhirnya menjadikan Bahrain sebagai pusat pangkalan Armada AS ke-5. Gugus tugas armada ini mencakup Laut Merah dan Samudera Hindia (bersama kekuatan laut lainnya yang ditempatkan di Diego Garcia). Sejak itu Bahrain mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam strategi global AS, khususnya sebagai polisi keamanan internasional. Bahrain sejak tahun 2003 ditetapkan oleh AS sebagai sekutu utama di luar NATO.

 

 

LUAR NEGERI      

 

Sebagai negara pulau kecil, anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC), falsafah dan sikap kebijakan luar negeri Bahrain didasarkan pada fondasi yang dinamis, jelas dan tegas. GCC merupakan ujung tombak pelaksanaan politik luar negeri Bahrain.

 

Secara umum sikap Bahrain dalam menghadapi perkembangan di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik Palestina-Israel sejalan dengan hasil keputusan GCC, Liga Arab dan OKI. Bahrain dalam berbagai kesempatan berulangkali mendesak Liga Arab untuk dapat meningkatkan peran lebih besar lagi, khususnya dalam melaksanakan strategi Pan-Arab yang mampu memenuhi tuntutan dalam menangani isu-isu bersama.

 

Bahrain berpendapat dengan terciptanya perdamaian yang langgeng, adil dan menyeluruh di Timur Tengah akan mengakhiri segala bentuk aksi-aksi kekerasan yang selama ini terjadi antara Palestina dan Israel dan juga akan menghapuskan aksi-aksi terorisme yang sekarang melanda berbagai kawasan di dunia.

 

 

HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-BAHRAIN

 

A.    Politik

 

Sejak dibukanya hubungan diplomatik antara Indonesia-Bahrain pada tahun 1976 hingga sampai saat ini terus berjalan dan berkembang dengan baik. Dalam kunjungan Presiden RI, Abdurrahman Wahid pada bulan Juni 2000, kedua negara mencapai kesepakatan untuk lebih meningkatkan hubungan yang ada baik di bidang politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan.

 

Kedua negara juga saling memahami situasi masing-masing negara, pemerintah Bahrain telah secara terbuka menyatakan dukungannya atas keutuhan wilayah negara kesatuan RI dan mendukung langkah-langkah kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam mengatasi masalah dalam negeri.

 

Pemerintah Indonesia secara resmi telah membuka Kedutaan Besar RI di Manama semenjak 29 Desember 2010

 

B.  Ekonomi

 

1.  Dasar Hubungan

 

Perjanjian yang telah ditandatangani dan menjadi dasar hubungan bilateral adalah Perjanjian Perhubungan Udara RI - ­Bahrain yang ditanda-tangani di Manama pada tgl. 29 November 1992 oleh Zainuddin Sikado, Direktur Jenderal Perhubungan Udara RI dan Ibrahim Abdullah Al-Hamer, Undersecretary for Civil Aviation the State of Bahrain.

 

Peluang dan prospek hubungan bilateral kedua negara cukup besar untuk ditingkatkan. Bahrain sampai saat ini sangat menghargai peranan dan keberhasilan Indonesia dalam berbagai forum internasional dan selalu mendukung posisi RI dalam berbagai masalah domestik, termasuk proses percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia.

 

Kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid ke Bahrain pada tanggal 17 Juni 2000, yang walaupun hanya sekitar 3 jam namun sangat berarti bagi hubungan Indonesia Bahrain karena merupakan kunjungan presiden RI pertama ke Bahrain.

 

Namun dernikian masih ada beberapa hal pending lainnya al. Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P38) yang mulai dijajaki untuk dirundingkan sejak th. 1993 sampal saat ini belum bisa dilaksanakan. Pihak Bahrain telah mengusulkan untuk mengadakan perundingan putaran pertama pada tahun 2001, namun hingga saat ini belum ada tanggapan, Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik (sudah sampai pada saling koreksi draftnya.), Persetujuan Promosi dan Perlindungan Investasi RI - Bahrain telah diparaf tgl. 24 Februari 1999 di Manama, Bahrain dan tinggal diacarakan penanda tanganannya.

 

2.  Perdagangan

 

Dibidang perdagangan, dalam dua tahun terakhir (2002-2003) ekspor Indonesia mengalami peningkatan dan US$. 16.670 ribu menjadi US$ 17.407 ribu atau naik sekitar 12 persen. Diperkirakan dalam tahun 2004 ekspor Indonesia ke Bahrain akan mulai mening­kat lagi karena kondisi dalam negeri Indonesia semakin pulih, dan hubungan antar pengusaha juga mulai meningkat. Dalam Indonesian Solo Exhibition di Dubai bulan September 2004, buyer dan Bahrain menduduki peringkat kedua jumlah transaksi yang dilakukan, yaitu US$. 1.200.115 atau 8.49% dan total transaksi selarna pameran.

 

Perekonomian Bahrain adalah perekonomian terbuka, namun sumberdaya ekonomi yang dimiliki terbatas pada sumber daya minyak dan gas sehingga peluang ekspor non migas Indonesia sangat besar karena menjadi negara net importer komoditi non­migas. Tingkat pendapatannya yang tinggi (US$. 13.586) merupakan potensi buyer yang kuat terhadap komoditi Indonesia

 

Komoditi ekspor utama Indonesia ke Bahrain: Plywood dan kayu olahan, arang, produk kertas, garment, tekstil dan furniture.

 

Komoditi impor utama Indonesia dari Bahrain: Confectionecies, biji besi, sodium sulphites, kertas dan karton bekas, macam-macam metal scrap seperti besi, aluminium, tembaga, seng dll, besi/kawat baja, dan produk-produk aluminium.

 

3.  Kerjasama Keuangan/ Investasi

 

Belum tercatat ada investasi langsung Bahrain di Indonesia. Di sektor perbankan, sebelum krisis ekonomi Indonesia terjadi, Faysal Islamic Bank (FIB), sebuah Bank Islam terbesar di Bahrain telah membuat perusahaan patungan dengan Bank BNI ‘46 di bidang keuangan/ perbankan berdasar konsep Bank Islam yang diberi nama PT. BNI Faysal Finance. Namun setelah krisis terjadi, usaha patungan tersebut dibekukan dan menurut staf Bank tersebut, dalam tahun 2002 Bank Shamil sedang menjajaki usaha kerjasama disektor Real Estate di Indonesia.

 

Akibat krisis ekonomi di Indonesia kegiatan pinjaman Arab Banking Corporation kepada Indonesia dihentikan dan untuk mempertahankan asset value dan pengembalian pinjaman tersebut, hingga tahun 2002 ABC masih tetap berhubungan dengan BNI’46, Bank Mandiri dan Bank Muamalat.

Saat ini seorang staf BNI’ 46 ditempatkan pada Dalil Exchanges Bahrain, dalam rangka kerjasama “remittance”

 

 

C.  Pensosbud

 

     Hubungan kerjasama Sosial Budaya antara kedua Negara telah terjalin dengan adanya penandatangan Protokol Kerjasama Bidang Agama Islam pada tanggal 17 Mel 2000 di Manama, Bahrain oleh Bapak Menteri Agama RI, Drs. KHM Tolchah Hasan dengan Menteri Kehakiman, Awqaf dan IJrusan Islam Bahrain, Sheikli Khalid Abdullah Al Ithalifa. Kedua belah pihak selanjutnya sepakat akan menindaklanjuti implementasi kerjasama tersebut dalam waktu dekat dan diharapkan pihak Indonesia dapat menggunakan momentum yang baik tersebut terutama untuk membantu realisasi program Departemen Agarna RI, antara lain Baitul Quran, bea siswa dan kunjungan antar pejabat.

 

 

 

V.   Obyek-obyek wisata

 

Bait Al Qur’an

 

Museum/rumah Qur’an dibangun untuk perbandingan dan koleksi ayat suci Al Qur’an dan naskah-naskahnya, sebuah konsep yang unik di negara Teluk. Setiap orang dipersilahkan untuk mengunjunginya. Di dalam Museum tersebut terdapat sebuah mesjid, perpustakaan, sebuah aula, sebuah sekolah dan sebuah tempat dengan 5 buah ruangan pameran. Bait Al Qur’an terletak di pusat perkotaan Manama, tepatnya di diplomatik area.

 

Sheikh Isa’s House

 

Sheikh Isa’s house, terletak di kota tua Muharraq adalah kediaman kakek dan Raja Bahrain, Sheikh Isa bin Ali Al-Khalifa. Rumah tersebut dibangun dengan gaya arsitek lokal, termasuk dengan tower angin, dinding ukiran, tempat kerja dan ini adalah bentuk rumah tradisional tahun 19-an.

 

King Fahad Causeway

 

Diresmikan pada tahun 1986, sebuah jembatan yang dibangun diatas laut sepanjang 15.5 miles (25 km), yaitu sebuah daratan yang menghubungi Bahrain dan Saudi Arabia. Ini adalah salah satu jembatan termahal di dunia.

 

 

Al-Jasra House

 

Rumah tersebut dibangun oleh Sheikh Hamad bin Abdulla AI-Khalifa pada tahun 1907 dan tempat kelahiran Raja pada bulan Juli 1933. Rumah tersebut dibuka untuk kunjungan umum.

 

The Souq

 

Sebuah pasar rakyat dengan beranekaragam warna, musik-musik dan aroma-aroma. Disana juga dijual al. bermacam-macam baju, emas dan perhiasan termasuk bentuk tradisional dan buatan lokal. Pasar ni sangat terkenal hingga ada semboyan bahwa tidak berkunjung ke Bahrain apabila tidak mengunjungi pasar tersebut.

 

 

 

Riwayat Hidup

H. M. Sheikh Hamad bin Isa Al Khalifa

Raja Kerajaan Babrain

 

·            Raja Bahrain, Sheikh Hamad bin Isa Al Khalifa adalah anak tertua dari mendiang Amir Bahrain sebelumnya, Sheikh Isa bin Salman Al Khalifa dan dilahirkan di Riffa pada tanggal 28 Januari 1950 atau 7 Rabiul Awal 1369 Hijriah.

 

·            Pada usia 6 tahun, beliau memulai pendidikan dasarnya di Bahrain dan pelajaran tambahan membaca Al Qur’an serta studi agama Islam dan bahasa Arab.

 

·            Pendidikan dasar tersebut berpengaruh pada kepiawaian beliau dalam bahasa Arab dan puisi Arab seperti puisi Nabati dan Badui. Beliau sangat berminat mengikuti mendiang ayahnya untuk menghadiri majelis pertemuan dan mendengarkan dengan sangat antusias cerita­-cerita legenda kepahlawanan, bangsa-bangsa dan kejadian-kejadian yang mengakibatkan kemenangan atau kekalahan suatu bangsa.

 

·            Olah raga yang diminati beliau adalah renang, berkuda, menembak dan golf.

 

·            Pada tahun 1964, setelah berakhirnya pendidikan dasarnya beliau diangkat sebagai Putra Mahkota pada tanggal 27 Juni 1964.

 

·            Beliau menyelesaikan sekolah menengahnya di Leys Public School di Cambridge, Inggris. Dan kembali ke Bahrain pada tahun 1967 dan kemudian bergabung dalam The Lions Officer Cadet School di Aldershot, Inggris dan lulus pada tanggal 14 September 1968. Beliau juga belajar di sekolah militer terkenal di Inggris, Sandhunst Academy.

 

·            Sepulangnya ke Bahrain, Sheikh Hamad berperan sangat aktif dalarn penataan The Bahrain Defence Force (BDF) yang kemudian mendorong Amir untuk mengeluarkan ketetapan pembentukan BDF pada bulan Agustus 1968. BeIiau diangkat sebagai Pangab BDF sejak berdirinya sampai tahun 1999.

 

·            Sheikh Hamad menikah dengan sepupunya pada tanggal 9 Oktober 1968 yang kemudian melahirkan Sheikh Salman pada tanggal 21 Oktober 1969, Sheikh Abdullah pada tanggal 30 Juni 1975, Sheikh Khalifa pada tanggal 4 Juni 1977 dan Sheikha Najla pada tanggal 20 Mel 1981.

 

·            Pengalaman lainnya, antara lain Direktur Defence Directorate (1970), Menhankam (1971), mengikuti pendidikan khusus pada The US Army Command and Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1972) dan mendapat penghargaan The Freedom Medal of Kansas City dan Walikota dan rakyat Kansas City, The National Diploma dalam Military Administration (1972) di The Industrial College for the Military Forces, Washington, DC. Selain itu, beliau juga mendapat pendidikan tambahan di Fort Leavenworth (1973), mendapat pangkat Letnan Tituler dan AS yang kesemuanya itu sangat bermanfaat dalam pengembangan BDF hingga saat ini.

 



KBRI Manama

Situs Web Presiden Republik Indonesia Dr.H. Susilo Bambang Yudhoyono


About Indonesia


APEC Indonesia 2013


Wonderful Indonesia


Indonesia Integrated


Diaspora Indonesia


Travelers' Story


ASEAN Summit


Dharma Wanita Persatuan

President Republik IndonesiaMinistry of TradeBank IndonesiaIndonesia IntegratedDiaspora Indonesia
Indonesia Investment Coordinating BoardASEANIndonesia CraftMarket InfoLPPI
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan