MASYARAKAT INDONESIA DI MADRID ANTUSIAS UNTUK IKUT MEMPROMOSIKAN INDONESIA DI SPANYOL

Pada 26 April 2015, KBRI Madrid telah menyelenggarakan acara Pertemuan Masyarakat Indonesia, dihadiri oleh 200 anggota masyarakat Indonesia di Madrid. Dalam acara yang berlangsung di Ruang Satya Loka KBRI Madrid tersebut, Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso, antara lain menyampaikan bahwa maksud dan tujuan penyelenggaraan acara ini antara lain untuk mempererat silaturahmi diantara keluarga masyarakat Indonesia di Madrid, sebagai langkah awal persiapan partisipasi Diaspora Indonesia Chapter Spanyol dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-3 di Jakarta, 12 – 14 Agustus 2015. Disampaikan pula bahwa memanfaatkan momentum pertemuan di awal tahun 2015 ini, KBRI ingin meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang apa saja yang telah dikerjakan oleh KBRI Madrid sepanjang tahun 2014 karena KBRI ingin mendorong partisipasi seluruh masyarakat Indonesia di Spanyol dalam berbagai kegiatan promosi ekonomi, sosial dan budaya Indonesia di Spanyol.

 

Paparan tentang kinerja KBRI Madrid tahun 2014 dan perkembangan terkini di Indonesia yang disampaikan oleh Dubes Yuli Mumpuni Widarso antara lain keberhasilan KBRI Madrid dalam meningkatkan perhatian berbagai kalangan pemangku kepentingan di Indonesia terhadap potensi Spanyol, terlihat pada meningkatnya kunjungan pejabat tinggi Indonesia ke Spanyol sepanjang tahun 2014, tercatat sebanyak lima anggota Kabinet, mulai dari Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro untuk meninjau secara langsung kemajuan proyek kerjasama industri strategis antara PT Dirgantara Indonesia dengan Airbus Defence & Space; Menakertrans Muhaimin Iskandar untuk membahas solusi masalah-masalah hukum yang kerap dihadapi ABK Indonesia di Spanyol yang berjumlah lebih dari 500 orang; Menteri  Penertiban Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar untuk  Peringatan 10 tahun Rekontruksi Propinsi Nanggroe Aceh Darusalam bantuan Spanyol; Menteri Pemuda & Olahraga KRMT Roy Suryo untuk meningkatkan kerjasama dalam pembinaan olahraga prestasi; dan Wakil Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar untuk memimpin Sidang Komite Eksekutif UN WTO (World Tourism Organization), serta terakhir Wakil Menlu Wardana untuk menyampaikan rencana penyelenggaraan Forum Global PBB tentang Dialog Peradaban di Bali dan mengundang Menlu Spanyol Garcia Margallo untuk hadir. Memenuhi undangan tersebut, Menlu Spanyol telah berkunjung ke Indonesia pada bulan Agustus 2014, sementara Kepala Pemerintahan Spanyol, PM Mariano Rajoy sempat singgah di Bali dalam perjalanan kembali ke Madrid setelah menghadiri KTT G-20 di Brisbane, Australia, Oktober 2014. Raihan KBRI Madrid lainnya yang disampaikan antara lain dalam hal perlindungan WNI di Spanyol, KBRI Madrid telah membantu proses pemulangan jenazah sebanyak 6 orang ABK yang mengalami kecelakaan dan pemulangan WNI karena pemutusan kontrak kerja sebanyak 12 ABK. Sementara itu di bidang ekonomi, perdagangan dan turisme, disampaikan capaian peningkatan investasi Spanyol di Indonesia yang pada tahun 2014 mencapai USD 128 juta, meningkat 300% dibandingkan investasi tahun 2013 yang hanya USD 38 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Spanyol pada tahun 2014 juga naik 7%, berjumlah USD 2,17 milyar, dibandingkan tahun 2013 yang tercatat USD 2,074 milyar. Peningkatan 7% tersebut telah melebihi target Kementerian Perdagangan, yang hanya mencanangkan peningkatan 4% mengingat situasi pasar di Spanyol yang masih belum keluar dari krisis ekonomi yang dialami negara ini sejak tahun 2008. Peningkatan juga terlihat pada jumlah turis dari Spanyol ke Indonesia, dari 60.000 orang pada tahun 2013, menjadi 75.000 orang pada tahun 2014. Peningkatan-peningkatan tersebut merupakan refleksi dari perkembangan positif perekonomian Spanyol dimana pada tahun 2014 pertumbuhan ekonominya sudah tidak lagi minus melainkan plus, tercatat dapat mencapai 2%.

 

Untuk tahun 2015, sesuai dengan rencana pembangunan Pemerintah Indonesia 2015 – 2019 yang mencanangkan peningkatan arus wisarawan asing ke Indonesia dari 8 juta ke 20 juta dan ekspor naik 300%, maka Dubes Yuli Mumpuni Widarso mengajak seluruh masyarakat Indonesia di Madrid untuk berpartsipasi aktif dalam mempromosikan berbagai potensi Indonesia di Spanyol. Untuk itu telah disampaikan beberapa rencana kegiatan KBRI Madrid sepanjang tahun 2015 yang akan lebih berhasil jika mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia, sepertiJournalist Tour ke Paviliun Indonesia di Expo Milan, 1 Mei - 30 Oktober 2015; Bazar Indonesia di KBRI Madrid, 13 – 14 Juni 2015; Pertemuan Diaspora Indonesia Chapter Spanyol di KBRI Madrid, Juli 2015; Pentas Budaya Indonesia di Barcelona, September 2015; dan Reuni Akbar Alumni Indonesia di Madrid, Oktober 2015 selain perayaan HUT RI sepanjang bulan Agustus 2015. Ajakan Dubes RI tersebut disambut dengan antusias masyarakat yang hadir dalam acara Silaturahmi tersebut dan bahkan mereka akan menyampaikan saran-saran untuk lebih menyemarakan kegiatan - kegiatan promosi Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Madrid. Salah satu wakil dari diaspora Indonesia, Jimmy Liem yang telah lebih dari 25 tahun bermukim di Madrid dan beristri warga Spanyol menyatakan siap untuk mempromosikan gastronomi Indonesia di Madrid melalui kegiatan kerjasama dengan Pemerintah Kota Madrid dan komunitas Asia lainnya di Madrid, menyelenggarakan semacam pekan gastronomi atau Madrid Foodstreet Festival.    

 

Pada kesempatan tersebut, Dubes RI juga telah menyampaikan tentang perkembangan terkini di tanah air, terutama situasi darurat narkoba di Indonesia yang sudah sangat memprihatinkan. Digambarkan bahwa berdasarkan informasi dari BNN saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 4,2 juta orang mengidap ketergantungan narkoba. Sekitar 40 orang meninggal setiap hari karena narkoba. Bandar dan pengedar  narkoba telah masuk ke berbagai wilayah di Indonesia, tidak hanya kota-kota besar tetapi juga ke desa-desa. Para bandar yang tertangkap memenuhi penjara-penjara di Indonesia, jumlahnya tidak kecil, sekitar 67 ribu orang. Kerugian yang diderita bangsa Indonesia sangat besar. Indonesia akan kehilangan satu generasi jika narkoba bebas beredar di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, hukum di Indonesia  menerapkan  hukuman mati bagi para pengedar dan bandar narkoba. Hukuman mati yang diterapkan di Indonesia tersebut tidak bertentangan dengan hukum internasional, dan tidak bertentangan dengan HAM karena diterapkan setelah melalui proses hukum yang adil di berbagai tingkat pengadilan. Hukuman mati tersebut juga diterapkan secara sangat selektif, hanya untuk kasus-kasus pidana sangat berat. Dan bagi Indonesia, pengedar dan bandar narkoba merupakan pelanggaran hukum pidana yang sangat berat. Dubes RI meminta masyarakat Indonesia di Spanyol untuk menyampaikan kepada teman-teman Spanyol mereka jika ke Indonesia supaya tidak terlibat dalam perdagangan narkoba karena ancamannya hukuman mati. Hal ini perlu disampaikan kepada seluruh WNI di Spanyol karena mereka hidup di tengah masyarakat anggota Uni Eropa yang telah menghapuskan hukuman mati dari hukum nasionalnya. Pemahaman tentang hukum di Indonesia ini penting agar seluruh WNI di Spanyol dapat menjelaskan jika ditanyakan oleh teman-teman mereka warga Spanyol.     

 

Penyelenggaraan silaturahmi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia yang menyatakan bahwa informasi yang disampaikan oleh KBRI dalam kesempatan tersebut telah menambah rasa percaya diri mereka dalam bergaul di tengah masyarakat Spanyol​