KEANGGUNAN INDONESIA MELALUI BATIK DI SPANYOL

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Disainer papan atas Ramli menyuguhkan keanggunan Indonesia dalam peragaaan busana bertema ¨La Esplendida Elegancia de Indonesia¨ di Barcelona (29 November) dan Madrid (1 Desember 2011). Ramli yang terkenal dengan busana batik dan bordir - banyak dikenakan kalangan sosialista di Indonesia - telah mampu mengundang kagum dari sekitar 500 hadirin baik di Barcelona maupun di Madrid yang terdiri dari kalangan diplomatik, pengusaha, disainer serta mereka yang berkecimpung di bidang fashion, selebritis, pejabat setempat, media maupun para Sahabat Indonesia.

            Batik sebagai sesuatu yang unik, individual namun sekaligus membuka terhadap budaya lain bagaikan diteguhkan di tangan Ramli. Batik Ramli adalah wajah Indonesia: dengan motif mulai dari Anambas (salah satu pulau dari Kepulauan Riau tempat masa kecil Ramli tinggal) hingga Papua; namun terselip pula motif matador khas Spanyol. Sekitar 60 koleksi Ramli ditampilkan secara menarik, gemerlap dan anggun oleh 14 gabungan peragawati dan peragawan Indonesia (termasuk Putra - Putri Batik Nusantara serta Putri Pariwisata) – Spanyol dengan iringan musik dan penata gerak yang digarap oleh Ramli.

            Dubes RI untu Spanyol, Adiyatwidi Adiwoso Asmady, dalam sambutannya menyatakan bahwa sejak tahun 2009 Batik telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai “the world Intangible cultural Heritage of Humanity”, untuk itu Batik saat ini telah menjadi bagian dari komunitas internasional termasuk wahana yang efektif untuk menjembatani budaya Indonesia dan Spanyol. Sementara itu Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, yang hadir dalam pagelaran busana di Madrid menyampaikan  bahwa Batik telah menginspirasikan berbagai pusat fashion seperti: Tokyo, Paris, London dan New York.

            Promosi Batik di Spanyol tidak saja melalui peragaan busana, selama 3 hari (29 November, 1 dan 2 Desember 2011) juga dilakukan workshop Batik yang dipandu oleh Muhammad Gibravil Pahlevi (finalis Putra – Putri Batik Nusantara). Peserta workshop selalu penuh (kapasitas 30 orang) dan hampir seluruh peserta mengikuti workshop tersebut secara serius.

            Dalam acara ramah tamah antara Ramli dengan masyarakat Indonesia pada tanggal 2 Desember 2011 bertempat di KBRI Madrid, baik Dubes Adiyatwidi maupun Ramli menyampaikan kebanggaannya bahwa promosi Indonesia melalui pagelaran busana telah mendapat apreasiasi yang tinggi di Spanyol. Diharapkan Indonesia akan lebih dikenal di Spanyol sehingga semakin banyak turis Spanyol ke Indonesia, ekspor Indonesia  meningkat dan hubungan kedua negara semakin lebih erat.

                                                                                                            Madrid, 5 Desember 2011