Casa Asia Siap Pererat Kerjasama dengan Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Casa Asia, lembaga di bawah naungan Kemlu Spanyol yang berkonsentrasi pada kerjasama dengan negara-negara di kawasan Asia, menyatakan siap mempererat kerjasamanya dengan Indonesia. Hal itu disampaikan Mr. Jesus Sanz, Direktur Jenderal Casa Asia, kepada Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Ibu Adiyatwidi Adiwoso Asmady, dalam kunjungannya ke Barcelona pada 5 Mei 2010. Mr. Sanz menyadari bahwa masih banyak potensi kerjasama yang dapat digali dalam hubungan Indonesia-Spanyol. Mr. Sanz menambahkan bahwa masyarakat Spanyol perlu mengenal Indonesia secara lebih mendalam, baik tentang seni, budaya, maupun kehidupan masyarakatnya. Pihak Spanyol berminat untuk dibentuk suatu simposium Indonesia seperti yang telah dibina Casa Asia dengan Korea Selatan, Filipina, dan India. Simposium ini akan terdiri dari berbagai pemangku kepentingan dan unsur masyarakat, mulai dari kalangan pemerintah, akademisi, agamawan, seniman, dan lain-lain.

 

Dalam pertemuan tersebut Duta Besar menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama yang dijalin antara KBRI Madrid dengan Casa Asia selama ini, khususnya dalam Festival Asia yang diadakan setiap tahun, dan dukungan Casa Asia dalam pelaksanaan TTI tahun 2007. Namun demikian Duta Besar juga menyampaikan bahwa kerjasama ini perlu ditingkatkan di berbagai aspek, mengingat banyaknya persamaan yang dimiliki kedua negara.

 

Diakui bahwa selama ini Casa Asia belum memberikan fokus terhadap Indonesia. Oleh karena itu perlu kiranya Casa Asia juga memberikan perhatian terhadap Indonesia, termasuk kebudayaannya. Mr. Sanz sendiri menyatakan akan memberikan prioritas bagi Indonesia setelah melihat bahwa banyak pakar-pakar Indonesia yang memiliki artikulasi yang sangat baik dalam beberapa isu. Kerjasama yang ingin dikembangkan antara lain di bidang interfaith dialogue, tourism, dan gender. Untuk itu Duta Besar dan Dirjen Casa Asia sepakat untuk segera menyusun agenda kegiatan bersama untuk tahun 2010 dan 2011. Diharapkan Indonesia dapat berpartisipasi dalam kegiatan Festival Asia, Asian Tourism Congress II, dan seminar mengenai gender yang akan diselenggarakan tahun ini.