Spanyol

​PROFIL

NEGARA SPANYOL

 

  1. PENDAHULUAN

 

a.   Sejarah Singkat:

  • Unifikasi Spanyol dimulai pada saat Spanyol dikuasai oleh Kerajaan Roma (Abad ke 2 SM – Abad ke V M) yang dilanjutkan oleh bangsa Visigoth (bangsa dari utara, sekarang Perancis, Jerman pada periode abad ke V – hingga abad ke VIII). Setelah periode tersebut, bangsa Moor (Muslim) menguasai Spanyol dari abad ke VIII – hingga abad XV).
  • Pada abad XVI dan XVII, Kerajaan Spanyol mengalami masa kejayaan sebagai imperium dunia dan menguasai hampir seluruh benua Amerika, Filipina serta Guam namun memasuki abad XVIII kejayaan Spanyol mulai menyurut.
  • Dalam Perang Dunia I dan II Spanyol mengambil posisi netral, namun mengalami Perang Saudara pada tahun 1936-1939. Perang Saudara dimenangkan oleh kelompok Kanan yang didukung oleh militer dengan Jenderal Francisco Franco menjadi presiden (1939 – 1975).
  • Spanyol mengalami transisi damai demokrasi setelah wafatnya Jenderal Franco pada tahun 1975. Dalam masa demokrasi, Spanyol mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi (Spanyol bergabung dengan EU tahun 1986) dan menjadi negara industri maju. 

 

b.       Perkembangan Politik Dalam Negeri

  • Selama paruh kedua abad ke-20, Spanyol berusaha mengejar ketinggalannya dari negara-negara barat lainnya. Spanyol pada tahun 1977 menjadi negara demokrasi dengan berlangsungnya pemilu pertama. Kemudian menjadi anggota Masyarakat Ekonomi Eropa pada tahun 1986. Tantangan utama yang dihadapi Spanyol di antaranya masalah terorisme kelompok Euskadi Ta Askatasuna (ETA/Pembebas Tanah Basque), namun saat ini relatif sudah mulai dapat ditangani dengan ditangkapnya beberapa tokoh penting ETA sejak tahun 2006 dan pada tahun 2011 ETA telah menyatakan penghentian penggunaan kekerasan. Permasalahan politik lainnya adalah aspirasi pemisahan diri Catalunya, imigran gelap dari Afrika Utara, terorisme ISIS dan korupsi.

  • Pada 9 November 2014 secara sepihak kelompok politik pro kemerdekaan Catalunya (Generalitat Catalunya) yang dipimpin oleh Artur Mas menyelenggarakan jajak pendapat mengenai masa depan Catalunya, apakah akan tetap berada dalam konteks negara Kerajaan Spanyol ataukah memisahkan diri dengan membentuk negara baru. Di tahun 2015 Artur Mas gagal terpilih menjadi Presiden Catalunya. Posisi tersebut sekarang diduduki oleh tokoh pro-kemerdekaan Carles Puigdemont.
     
  • Pemerintah pusat Madrid menyatakan ilegalitas jajak pendapat tersebut, dan melalui jaksa penuntut nasionalnya menyeret Artur Mas ke pengadilan atas tuduhan melanggar konstitusi. Pada tanggal 4 Oktober 2016 Jaksa Penuntut Umum Spanyol meminta hukuman 10 tahun larangan memegang jabatan publik untuk mantan kepala daerah Catalunya Artur Mas.
     
  • Pada bulan Oktober 2016 Parlemen Catalunya telah menyetujui 2 resolusi (mosi) yang membuka jalan bagi pelaksanaan referendum pemisahan diri Catalunya dari Spanyol. Walaupun telah mendapat peringatan dan bahkan tuntutan hukum dari Mahkamah Konstitusi, koalisi Junts pel Si dan partai CUP berhasil mengusung 2 resolusi pro-kemerdekaan baru. Resolusi pertama yang disetujui adalah mengenai komitmen pelaksanaan jajak pendapat umum di Catalunya mengenai kemerdekaan pada bulan September 2017. Sementara resolusi kedua merupakan mosi yang diajukan Gubernur Carles Puigdemont mengenai kesepakatan koalisi partai kiri untuk mempertahankan perjuangan pelaksanaan referendum di tingkat pusat pemerintahan atau Kongres.

  • PM Rajoy dinilai berhasil dalam pemulihan ekonomi, terlihat pada angka pengangguran yang menurun dari 26% (2008) menjadi 20% (2016). Menurunkan defisit anggaran juga sudah memenuhi ketentuan Uni Eropa, yakni 2% (2015) dibandingkan 11% (2008).
  • Pada hasil Pemilihan Umum Nasional tanggal 20 Desember 2015, partai pemenang pemilu tidak meraih suara absolut (minimal 176 kursi). Empat partai terbesar adalah Partido Popular aliran kanan (123 kursi), Partido Socialista Obrero España aliran kiri (90 kursi), Podemos aliran kiri (69 kursi) dan Ciudadanos aliran kanan-tengah (40 Kursi). Karena sampai batas waktunya tidak tercapai kesepakatan untuk pemilihan Perdana Menteri, maka pada 2 Mei 2016 Parlemen Spanyol dibubarkan dan diadakan Pemilu ulang.

  • Pada Pemilu ulang tanggal 26 Juni 2016 sebanyak 36.518.100 pemilih Spanyol telah memberikan suara. Partai konservatif (PP) sekali lagi memenangkan suara/kursi terbanyak, tapi masih gagal memperoleh mayoritas mutlak untuk membentuk pemerintahan. Setelah 100% suara dihitung, PP mendapat 33,03% suara dan 137 kursi, PSOE menurun perolehan suaranya menjadi 22,67% dan mendapat 85 kursi. PSOE sekarang akan memainkan peran kunci untuk membentuk pemerintahan koalisi yang berpotensi mengalahkan PP. Koalisi Unidos-Podemos di bawah ekspektasi hanya memperoleh 21,10% suara dan 71 kursi. Sementara Ciudadanos berada di posisi keempat dengan 13,05% suara dan 32 kursi.

  • Pada tanggal 31 Agustus 2016 Parlemen Spanyol memulai sidang pemilihan Perdana Menteri baru dengan calon dari Partai Popular (PP) yaitu PM ad interim, Mariano Rajoy. Hasil voting adalah; 137 suara dari PP, 32 suara dari partai tengah Ciudadanos, serta 1 suara dari Koalisi Kanarias. Setelah melalui 2 tahap voting, Rajoy tetap gagal terpilih karena suara penolakan dari partai oposisi PSOE yang tetap bersikeras menolak.

  • Kegagalan PM ad interim Mariano Rajoy (PP) dalam pemilihan PM (31/8) telah mendorong opini publik Spanyol untuk beranggapan bahwa Partai Sosialis merupakan penyebab kebuntuan politik secara berlarut-larut atas penolakan Anggota Parlemen secara terus menerus tanpa menawarkan alternatif. Pada tanggal 29 September 2016 sebanyak 17 anggota komite eksekutif Partai Sosialis (PSOE) mengundurkan diri dari posisi mereka dalam rangka memaksa pimpinan partai, Pedro Sánchez, untuk mundur dari jabatannya. Pada tanggal 1 Oktober 2016 krisis internal di Partai Sosialis (PSOE) mencapai puncaknya dengan pengunduran diri Ketua sekaligus Sekretaris Jenderal partai, Pedro Sánchez, setelah mengalami kekalahan dalam voting.
  • Setelah pengunduran diri Pedro Sánchez, Javier Fernández, mengambil alih sebagai Kepala Manajemen interim PSOE, dan berhasil mempersatukan suara PSOE, yaitu menghindari Pemilu ulang yang ketiga, dengan memberi kesempatan kepada PP untuk memimpin eksekutif Spanyol, dengan meminta agar anggoata partai PSOE, memberikan suara abstain pada sidang investidura, sebelum dibubarkan Parlemen Spanyol pada tanggal 31 Oktober 2016.

  • Pada tanggal 27 Oktober 2016, hasil Investidura  pertama, di Congreso de los Diputados, tetap menunjukkan kekalahan Mariano Rajoy, karena butuh mayoritas absolut yakni minimal 176 kursi, sedangkan hanya berhasil mendapatkan 170 kursi dari PP, Ciudadanos y Coalición Canaria. Namun, pada sidang investidura kedua tanggal 29 Oktober 2016, Mariano Rajoy berhasil meraih mayoritas simpel, dengan meraih 170 kursi, lebih tinggi dari yang menolak 111, dan 68 abstain. ​
  • Pada tanggal 31 Oktober 2016, Mariano Rajoy mengambil sumpah sebagai Perdana Menteri Spanyol di depan Raja Felipe VI. Selanjutnya, pada tanggal 4 November 2016, kabinet PM Mariano Rajoy terbentuk dan mengambil sumpah di depan Raja Felipe. 

 

II.     GEOGRAFI DAN KEPENDUDUKAN

 

  • Total luas wilayah 504.782 km2 dengan luas darat 499.542 km2 dan luas perairan 5240 km2.
  • Jumlah Penduduk: 46.048.446 (Juni 2016).
  • Pertumbuhan Penduduk: -0,12% (2016 est.)
  • Bahasa Resmi adalah bahasa Spanyol (disebut juga Castellano), namun terdapat bahasa lokal yang diakui yaitu Catalan (17%), Galicia (7%) dan Euskera (2%)

 

III.    SISTEM PEMERINTAHAN

  • Sistem Pemerintahan: Monarki Parlementer
  • Ibukota: Madrid
  • Pembagian administratif: 17 daerah otonom dan 2 kota otonom: Andalucia, Aragon, Asturias, Balearic Islands, Kota Ceuta, Canary Islands, Cantabria, Castilla-La Mancha, Castilla y Leon, Cataluna, Communidad Valenciana, Extremadura, Galicia, La Rioja, Madrid, Kota Melilla, Murcia, Navarra, Pais Vasco (Basque).
  • Pemerintahan Eksekutif: Kepala  Negara: Raja Felipe VI (sejak 19 Juni 2014). Kepala Pemerintahan: Perdana Menteri Mariano Rajoy Brey (sejak 21 Desember  2011, dari Partido Popular)
  • Kekuasaan Legislatif: Parlemen Spanyol (Cortes Generales) adalah parlemen dengan 2 majelis, yang terdiri dari:
    1. Kongres Deputi (majelis rendah), dan
    2. Senat (majelis tinggi)
  • Kekuasaan Yudikatif: Mahkamah Agung atau Tribunal Supremo

 

IV.   PROFIL EKONOMI SPANYOL

a.      Pertumbuhan Ekonomi

  • Jika dibandingkan dengsan periode tahun sebelumnya, produk domestik bruto (PDB) Spanyol meningkat 3,2%. Kontribusi tersbesar datang dari permintaan domestik, yang menunjukkan penurunan 3 poin (penurunan di tahun 2015: -3,8 poin). Sementara itu permintaan dari luar negeri memberikan kontribusi yang cukup besar yaitu meningkat 2 poin (pada tahun 2015: -0,4 poin)
  • Perekonomian Spanyol mempertahankan tingkat pertumbuhan pada kuartal kedua 2016 di tingkat 0,8% (Q on Q), sepersepuluh lebih tinggi dari yang diumumkan, berkat tarikan investasi dan konsumsi. Tampaknya kelumpuhan politik tidak mempengaruhi output ekonomi Spanyol. Secara khusus, peningkatan GDP pada bulan April-Juni sama dengan 0,8% yang tercatat di tiga kuartal sebelumnya (kuartal ketiga dan keempat 2015 dan kuartal pertama 2016) dan sepersepuluh lebih tinggi dari perkiraan yang dilakukan oleh INE pada akhir Juli (0,7%).
  • Dalam jangka panjang pemulihan ekonomi masih terhalang oleh defisit anggaran publik dan tingkat pengangguran yang tinggi. Inflasi Spanyol negatif sejak Juli tahun 2015 lalu, dan peningkatan utang publik dan pengurangan defisit yang cukup besar pada APBN 2016 akan mencegah peningkatan konsumsi pemerintah. Di sisi lain, stimulus moneter dari Bank Sentral Eropa masih tertahan karena belum terbentuknya pemerintahan baru. Upah tenaga kerja Spanyol turun dalam beberapa tahun terakhir yang mendorong perusahaan membuka pasar tenaga kerja.

b.     Neraca Anggaran

  • Anggaran berada pada $473.6 milyar dan rancangan pengeluaran pada estimasi tahun 2015 sebesar $527.9 milyar. Spanyol mengalami defisit anggaran -.4% dari PDB estimasi tahun 2015 dengan hutang publik yang mencapai 101% PDB.

  • Ekspor Spanyol cukup kuat menghadapi kemerosotan ekonomi dan membantu untuk membawa akun Spanyol saat ini menjadi surplus pada tahun 2013 untuk pertama kalinya sejak 1986, di mana sejak itu tetap berada di posisi yang sama pada tahun 2014-15. Peningkatan produktivitas tenaga kerja dan devaluasi internal yang dihasilkan dari moderatisasi biaya tenaga kerja dan inflasi yang lebih rendah telah membantu untuk meningkatkan minat investor asing dalam perekonomian dan FDI positif arus dipulihkan. Walau sejak pemilu 2015 belum menghasilkan pemerintah baru yang membuat penarikan modal investor asing.
     
  • Pemerintah Spanyol tetap mempertahankan tingkat pajak yang tinggi sejalan meningkatnya pengeluaran pemerintah untuk komitmen-komitmen sosial (42%).

 

c.      Inflasi

 

  • Tingkat Inflasi inti di Spanyol diperkirakan akan 0,90% pada akhir kuartal ini Sedang mencari. Perkiraan Tingkat Inflasi Inti di Spanyol untuk berdiri di 1,20 dalam 12 bulan. Dalam jangka panjang, tingkat Inflasi Spanyol diproyeksikan bergerak sekitar 2,10% pada tahun 2020.  Indeks Harga Konsumen di Spanyol diperkirakan akan berada pada posisi 102,94 Indeks Poin pada akhir kuartal ini. Perkiraan Indeks Harga Konsumen di Spanyol  berdiri pada posisi 106,41 dalam 12 bulan. Dalam jangka panjang, Indeks Harga Konsumen (IHK) diproyeksikan bergerak sekitar 122,21 Indeks Poin di 2020.

     

d.     Pengangguran

 

  • Negara yang mencatat pengangguran tertinggi antara lain adalah Spanyol, yang memiliki tingkat pengangguran 21,4%. Menurut perkiraan oleh Uni Eropa, yang merupakan estimasi oleh Eurostat berdasarkan data pengangguran bulanan, Spanyol memiliki 4,9 juta pengangguran. Ini berarti bahwa hampir 30% dari pengangguran di kawasan euro, atau 22% dari Uni Eropa, berasal dari Spanyol. Meskipun terdapat peningkatan ekonomi, Spanyol berada di kelompok atas negara-negara dengan tingkat pengangguran tertinggi. Menurut data yang sebanding terbaru, yaitu sampai September, posisi pertama ditempati Yunani dengan angka pengangguran 24,6% dan pengangguran kaum muda 49,7%, dibanding dengan Spanyol (21,4% dan 47,7%, masing-masing).

     

e.      Perdagangan

  • Pada semester pertama 2016 ekspor Spanyol terhadap barang naik 2,3%, menjadi € 128,041.2 juta, angka akumulasi tertinggi dalam periode ini. Volume kenaikan tersebut lebih besar 4,8%. Mengenai penurunan harga, Unit Indeks nilai (UVI) mengalami penurunan 2,4%. Impor, sementara ini turun 0,5% ke € 135,919.5 juta, sementara dalam hal volume ekspor mereka meningkat 4,6% karena harga yang turun turun 4,9%.

  • Defisit perdagangan Spanyol mencapai nilai €7,878.3 juta, angka tersebut 31,4% lebih rendah dari periode yang sama tahun 2015. Tingkat cakupan berdiri di 94,2%, 2 , 6% lebih tinggi dari Januari-Juni 2015 (91,6%). Keseimbangan harga barang non-energi menunjukkan surplus € 99,4 juta (€ 2,560.2 juta pada Januari-Juni 2015) sedangkan keseimbangan harga produk energi menurun 43,2% (pengurangan defisit energi) dikarenakan jatuhnya harga energi secara substansial.
     

f.       Investasi

  • Akibat dari belum terbentuknya pemerintahan baru Spanyol, banyak investor yang menarik modal mereka dari Spanyol. Sejumlah perusahaan telah mengkonfirmasi bahwa pemilik modal besar telah mulai menarik modal mereka keluar dari Spanyol karena meningkatnya ketidakpastian di negara tersebut menyusul pemilihan umum Desember, yang sejauh ini telah gagal menghasilkan pemerintah baru, serta risiko kenaikan pajak.

  • Percepatan pertumbuhan investasi sebesar 1,3% dibandingkan dengan kuartal pertama (lebih tinggi dari antara Januari dan titik Maret). Tingkat pertumbuhan investasi antar trimester tersebut telah meningkat selama 10 kuartal berturut-turut. Dalam hal ini, percepatan mendadak investasi barang modal meningkat 2,2% (indikator kepercayaan dari kegiatan bisnis masa depan yang penting).

     

g.     Industri

  • Dalam 6 bulan pertama tahun 2016 ekspor hasil industri berkembang positif. Dengan Ekspor barang modal (20,2% dari total) tumbuh sebesar 5,2% yoy; sektor otomotif (18,9% dari total) terus bertumbuh kuat dengan 13,3% yoy; dan industri makanan, minuman dan tembakau (17,1% dari total) juga meningkat sebesar 6,3% berkat penjualan asing. Di sisi lain, ekspor sektor produk energi menurun (-7,9% yoy) sebagai akibat harga komoditi energi yang rendah. Sementara sektor non-kimia semi-manufaktur turun -4,6%, bahan baku turun (-10,5%) sementara barang lain-lain turun (-51,6%).
     
  • Berdasarkan subsektor, kontribusi positif utama adalah dari ekspor mobil dan sepeda motor (+1,9 poin, terutama karena peningkatan penjualan ke Jerman, Italia, Belgia, dan Inggris); peralatan transportasi jalan (+0,7 poin, Inggris, Italia, Belanda dan Belgia); penjualan industri tekstil meningkat (+0,4 poin, Italia, Inggris, Amerika Serikat dan China); dan penjualan komponen otomotif meningkat (+0,3 poin, ke Maroko, Prancis, Rumania dan Swedia).
     
  • Sebaliknya, subsektor besi dan baja turun (-0,6 poin, terutama karena penjualan yang lebih rendah ke Aljazair, Italia, Amerika Serikat  dan  Jerman);  Industri Pesawat  (-0,3 poin, ke  Arab  Saudi,  Australia  dan  Libya);  mineral  (-0,3 poin, terutama Bulgaria, dan jarak yang lebih jauh ke Cina, Perancis dan India); dan obat-obatan (-0,2 poin, terutama ke Italia, lalu ke Inggris, Amerika Serikat dan Hungaria).

     

h.     Kebijakan Ekonomi

  • Untuk membuka lapangan kerja lebih luas, pemerintah medorong perusahaan-perusahaan besar untuk menopang UKM dalam melakukan internasionalisasi usaha karena pasar domestik masih lemah. Perusahaan besar Spanyol yang telah menjadi perusahaan multinasional tetap menjadi pilar internasionalisasi ekonomi. 
     
  • Dalam proses peningkatan ekonomi, stabilitas kebijakan, reformasi ekonomi dan konsolidasi fiskal yang dilaksanakan secara konsisten merupakan kunci pemulihan ekonomi Spanyol.

  • Pemerintah telah mengambil keputusan sulit dan melakukan reformasi ketenagakerjaan dengan tetap memberi prioritas untuk mengatasi pengangguran. Di tengah terjadinya PHK besar-besaran di Spanyol menyusul krisis ekonomi tahun 2008, Pemerintah berupaya mengambil langkah-langkah cepat dengan mengevaluasi hubungan kerja yang lebih menarik bagi investor.
     
  • Tahun 2016 penuh dengan optimisme ekonomi berkat reformasi dan peningkatan ekspor, dan peningkatan daya saing perusahaan besar Spanyol (energi, konstruksi, militer) yang memberi kontribusi ekonomi dalam negeri.
  • Pemerintah berupaya keras untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing perusahaan Spanyol, dan tetap menjadikan Marca España (Spanish Brand) sebagai duta besar ekonomi Spanyol. Internasionalisasi perusahaan Spanyol sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan.
  • Reformasi ketenagakerjaan mulai menunjukkan hasil positif sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Masih banyak terdapat PHK dan protes massa di tengah kelesuan ekonomi dalam negeri, sehingga diharapkan dengan internasionalisasi perusahaan Spanyol akan memberi kontribusi penting penciptaan lapangan pekerjaan. internasionalisasi berarti kemakmuran bagi Spanyol.
  • Internasionalsiasi perusahaan Spanyol adalah salah satu cara untuk keluar dari krisis, dan mendoromg transformasi perusahaan Spanyol menjadi lebih inovatif dan berpengalaman. Dengan internasionalisasi perusahaan Spanyol, dapat tercipta lapangan pekerjaan dan menekan pengangguran.
  • Spanyol telah berhasil melakukan reformasi ekonomi, bahkan lebih baik daripada negara tetangganya. Ukuran keberhasilan perusahaan Spanyol tidak hanya dari kekuatan finansial, namun lebih utama adalah kemampuan beradaptasi dan inovasi yang kompetitif sebagai kunci keberhasilan.

     

i.       Data ekonomi Spanyol:

  • Tingkat Pertumbuhan PDB: 3.2% (2016 est.)
  • PDB-perkapita: $25,831 (akhir 2015)
  • Komposisi PDB menurut sektor:
    agrikultur: 2.5%, industri: 22.7%, jasa: 74.8% (2015 est.)
  • Tingkat inflasi: 0.8% (2016 est.)
  • Pembagian Angkatan Kerja
    Agrikultur: 2.9%, industri: 15%, jasa: 58.4% (2015 est.)
  • Jumlah & tingkat pengangguran: 22,7% dari total populasi (2016 est.)
  • Produk Pertanian: Biji-bijian, sayuran, buah zaitun, anggur anggur, bit gula, jeruk; daging sapi, babi, unggas, produk susu; ikan.
  • Industri: Tekstil dan pakaian jadi (termasuk alas kaki), makanan dan minuman, logam dan logam manufaktur, kimia, galangan kapal, mobil, peralatan mesin, pariwisata, tanah liat dan produk tahan api, alas kaki, obat-obatan, peralatan medis. Spanyol adalah eksportir mineral non- logam ke negara-negara Uni Eropa lainnya, antara lain; air raksa, batu tulis, minyak mineral industri mentah lainnya, dan seng.
  • Ekspor: € 128.041,20 juta (s.d. Juni 2016)
  • Komoditas Ekspor: Mesin-mesin, kendaraan bermotor; produk makanan, barang-barang kebutuhan konsumen lainnya.
  • Impor: € 135.919,50 juta (s.d. Juni 2016)
  • Komoditas Impor: Energi (minyak bumi & gas alam), mesin dan peralatan, kimia, barang setengah jadi; makanan, barang-barang kebutuhan konsumen.

     

V.     PROFIL PERTAHANAN SPANYOL

  1. Kekuatan Angkatan Bersenjata Spanyol.   Secara umum potret kemampuan dan kekuatan Angkatan Bersenjata Spanyol cukup besar dan tangguh, apalagi kemampuan ini terintegrasi dengan baik di bawah payung aliansi kekuatan NATO. Sebagai salah satu anggota NATO, maka cara pandang dan konsep strategis pengembangan kemampuan dan kekuatan Angkatan Bersenjata Spanyol merupakan turunan dari konsep umum strategis pertahanan dan keamanan NATO. Saat ini jumlah kekuatan personel AB Spanyol cukup besar bila dibanding kekuatan AB negara Uni Eropa (UE) maupun NATO lainnya. Kekuatan global Angkatan Bersenjata Spanyol sesuai data yang dikumpulkan sebesar 125.000 personel dengan cadangan umum berjumlah 274.000 orang yang sewaktu-waktu siap untuk dimobilisasi a­pabila keadaan darurat perang terjadi. Kekuatan Utama Angkatan Bersenjata Spanyol tersebut terbagi dalam tiga angkatan, kekuatan personel AD sebanyak 78.000 orang, kekuatan personel AL sebanyak 26.000 orang (termasuk 300 Marinir dan 800 penerbang AL) dan kekuatan AU Spanyol sebanyak 21.000 orang.

  2. Anggaran Pertahanan Spanyol. Sejak awal krisis pada tahun 2008, anggaran pertahanan Spanyol mengalami penurunan rata-rata 5,4 % per tahun. Pada tahun 2016 Kementerian Pertahanan telah mengajukan rencana anggaran senilai € 4.421.000.000,00 namun anggaran tersebut belum disetujui oleh kabinet, karena sampai saat ini belum terbentuk kabinet pemerintahan baru setelah pelaksanaan pemilu pada 20 Desember 2015 yang lalu. Angka tersebut hanya meningkat 0,57 % dari tahun 2015 dengan asumsi angka yang telah disetujui.

 

HUBUNGAN BILATERAL RI – SPANYOL

  1. Hubungan kedua negara telah terjalin dengan dibukanya hubungan diplomatik pada tahun 1958. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Spanyol secara umum dirasakan semakin baik dengan meningkatnya peran Indonesia di kancah internasional. Bagi Spanyol, Indonesia merupakan negara ¨Strategic Alliance¨ di kawasan Asia Tenggara.
  2. Meskipun dihadapkan pada kendala adanya krisis ekonomi di Spanyol yang mengakibatkan menurunnya kemampuan Spanyol untuk mengirimkan delegasi pemerintah ke Indonesia, namun adanya krisis menciptakan peluang bagi investor Spanyol melihat Indonesia sebagai salah satu alternatif untuk menanamkan modal usahanya.
  3. Hubungan bilateral bidang pertahanan antara Indonesia dan Spanyol ditandai dengan penandatanganan MoU pada tahun 2013 di Jakarta. MoU tersebut telah meningkatkan hubungan baik kedua negara terutama di bidang pertahanan yang ditandai dengan penempatan Atase Pertahanan Spanyol di Jakarta sejak tahun 2013. Tindak lanjut dari MoU tersebut adalah pertemuan dan koordinasi antara Kemhan RI dan Kemhan Spanyol pada Oktober 2014 membahas kemungkinan dan peluang kerjasama yang akan dilaksanakan kedepan dan meningkatnya saling kunjung pejabat militer guna melakukan penjajakan dalam rangka mengimplementasikan butir-butir yang tercantum dalam MoU tersebut.
  4. Pada tanggal 20 Oktober 2015 telah ditandatangani MoU on Combating International Terrorism yang bertempat di kantor Pusat Intelijen Anti-terorisme dan Anti-Organized Crime (CITCO) di Madrid. Selain bertukar kebijakan dan pengalaman dalam memerangi terorisme, kedua pihak membahas secara khusus masalah penanggulangan Foreign Terrorist Fighter (FTF) dan proses deradikalisasi yang sudah berhasil dilaksanakan di Indonesia. Lebih lanjut kedua pihak membahas perangkat UU subversif yang dimiliki Spanyol sejak tahun 2015 untuk melawan terorisme dan radikalisme.