Mahasiswa Indonesia dukung pengembangan UKM melalui Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duta Besar RI telah membuka Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia (TIIMI) tanggal 11 Desember 2009. Pertemuan yang akan berakhir pada tanggal 13 Desember ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PPI-UK bekerjasama dengan KBRI London.



Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjadi forum pertemuan ilmiah antar para mahasiswa Indonesia yang tengah studi di luar negeri maupun rekan-rekan mereka yang menempuh studi di dalam negeri.



Pada kegiatan kali ini, TIIMI akan mengusung tema Small and Medium Enterprises in Indonesian Development, yang dihadiri oleh lebih dari 70 pemakalah dan partisipan dari 10 negara seperti Australia dan Belanda.



Dalam pembukaannya, Duta Besar RI untuk Inggris, Yuri Octavian Thamrin menyampaikan bahwa tema yang dibahas dalam pertemuan ini amatlah penting mengingat potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam penciptaan lapangan kerja, pemberantasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Untuk itu, KBRI London berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan UMKM di Indonesia baik melalui acara ini dan juga melalui cara-cara yang konkrit seperti pengikutsertan UMKM dalam eksibisi perdagangan di Inggris. Selanjutnya, Dubes RI juga mengharapkan agar pertemuan ini dapat menghasilkan saran kebijakan praktis yang dapat digunakan baik oleh pihak pemerintah maupun swasta di dalam negeri.



Sebagai pembicara, juga dilibatkan berbagai pakar di bidang UKM dari Inggris dan Indonesia diantaranya Dr. Yanuar Nugroho (Pengajar pada Manchester Business School), Maxi Gunawan (Ketua Kamar Dagang Indonesia untuk Inggris & Eropa) dan Robin A Hulf (Direktur Hulf McRae Ltd – Perusahaan konsultan pada pemerintah Inggris dan perusahaan-perusahaan komunikasi).



Atase Pendidikan KBRI London, Profesor Riza Sihbudi menyebutkan bahwa pertemuan yang pertama kali diselenggarakan tahun 2002 ini, diharapkan hasilnya akan dibukukan untuk disebarluaskan sebagai sumbangan pemikiran dari para mahasiswa dan intelektual muda Indonesia ke berbagai kalangan pengambil kebijakan di dalam negeri.



Ditambahkannya bahwa kegiatan ini tidak hanya sekedar sebagai forum silaturahmi dan ajang adu gagasan ilmiah-akademis belaka, melainkan juga sebagai bentuk kepedulian kalangan intelektual Indonesia khususnya yang berada di luar negeri bagi proses pembangunan di Tanah Air.



Disamping kegiatan utama berupa temu ilmiah, panitia penyelenggara juga mendatangkan perusahaan dari Indonesia yang dinahkodai oleh para wirausahawan muda yang bergerak di bidang pendanaan UKM. Dalam kesempatan tersebut, perusahaan ini memamerkan beberapa produk dari UKM di sekitar Jakarta dan Bandung yang telah mereka bina. (KBRI London)