Indonesian Business Luncheon & Penandatanganan MOU BKPM - SASOL SYNFUELS INTERNATIONAL (PTY) Ltd

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

London – Dalam rangka melakukan promosi dan peningkatan investasi luar negeri, pada tanggal 3 Desember 2009 Kepala BKPM, Gita Wirjawan beserta rombongan menghadiri Business Meeting dengan para investor Inggris, baik yang telah memiliki investasi di Indonesia maupun yang potential akan menanamkan investasinya di Indonesia. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilakukan secara rutin setiap tahun oleh BKPM bekerjasama dengan KBRI di London. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BKPM menyampaikan gambaran dan sikap optimis mengenai prospek perekonomian Indonesia ke depan dengan proyeksi peningkatan GDP Indonesia mencapai 25 – 40 triliun US Dolar pada tahun 2050 dengan asumsi pertumbuhan setidaknya 6 – 7 %. Terkait dengan program 100 hari pemerintahan yang baru, Kepala BKPM menjelaskan mengenai one stop shop policy dalam bidang investasi serta kebijakan untuk mempersingkat waktu perijinan bagi investor asing. Sementara dalam pidato pembukaan, Dubes RI untuk Inggris, Yuri Octavian Thamrin menyampaikan apresiasinya dan menekankan pentingnya Inggris sebagai negara dengan investasi kedua terbesar di Indonesia. Diterangkan bahwa untuk mempertahankan kondisi tersebut, pemerintah RI berkomitmen untuk menjaga daya saing sertta iklim yang kondusif bagi investasi asing di Indonesia. Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan one-on-one meeting antara para calon investor dengan pejabat-pejabat BKPM yang memperkenalkan dan menjelaskan berbagai potensi investasi di Indonesia yang sesuai dengan bidang usaha para investor yang hadir. Pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 50 pimpinan perusahaan terkemuka di Inggris yang bergerak di berbagai bidang antara lain pertambangan, energi, farmasi serta usaha retail. Pada hari yang sama, Kepala BKPM juga telah melakukan penandatanganan MOU antara BKPM dengan Sasol Synfuels International (PTY) Ltd mengenai proyek Coal-To-Liquids di Indonesia bertempat di kantor perwakilan BKPM London. Sasol Synfuels International (PTY) Ltd yang berpusat di Afrika Selatan, dikenal sebagai perusahaan pionir yang memproduksi bahan bakar sintetis dan petrokimia dari bahan dasar batu bara. Kerjasama ini merupakan bagian dari tindak lanjut kunjungan Presiden Yudhoyono ke Afrika Selatan pada tahun 2005. Dengan penandatanganan ini, Sasol akan melakukan penelitian dan survei terhadap cadangan dan kualitas batu bara yang dapat diproduksi menjadi minyak sintetis. Untuk jangka panjang, penggunaan teknologi pemrosesan batu bara tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor minyak dan menyediakan lapangan pekerjaan baru, dimana hal ini sejalan dengan cetak biru kebijakan energi jangka panjang Indonesia. * (KBRI London)