Duta Besar RI London membuka Pertemuan Tahunan Anglo-Indonesian Society

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Duta Besar RI membuka pertemuan tahunan Anglo-Indonesian Society (society) yang diselenggarakan pada tanggal 7 Desember 2009 bertempat di KBRI London. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan setahun sekali dimana disampaikan laporan kegiatan tahunan dan rencana program kegiatan untuk satu tahun kedepan.

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar RI menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas inisiatif dan kegiatan yang telah dilakukan oleh society selama ini untuk meningkatkan pemahaman yang mendalam kepada masyarakat Inggris tentang Indonesia. Dalam kaitan itu, ditekankan pula bahwa KBRI akan terus melanjutkan komitmen dalam mendukung kegiatan society. Pada kesempatan tersebut, Dubes RI juga memberikan briefing singkat mengenai kondisi ekonomi Indonesia saat ini dan rencana kunjungan Presiden RI ke beberapa negara di Eropa dalam waktu dekat.

Selama tahun 2009, beberapa kegiatan yang telah dilakukan society bersama KBRI London antara lain adalah diskusi mengenai hubungan bilateral RI-UK yang menghadirkan Duta Besar RI dan Charles Humfrey, mantan Duta Besar Inggris untuk Indonesia sebagai pembicara pada bulan Februari 2009. Pada bulan yang sama, diadakan pula pemaparan mengenai “Harapan Project” di Provinsi Jambi oleh Ian Rowland, Tropical Conservation Manager dari Royal Society for the Protection of Birds. Selanjutnya pada bulan April 2009, diadakan acara diskusi yang bertema “Palms and Man” oleh Dr. John Dransfield, ilmuwan dari Royal Botanic Garden dan pemaparan mengenai konservasi terkait dengan pengembangan pertanian di Kalimantan Timur oleh Lord Cranbrook.

Sementara itu, dalam rangka mendukung persiapan Eksibisi mengenai Bali di Museum Horniman pada tahun 2012, pada bulan Agustus 2009 society telah menghadirkan Dr. Fiona Kerlogue, Curator Asia pada museum yang juga anggota AIS memberikan penjelasan mengenai rencana eksibisi tersebut. Pada bulan November 2009, AIS menghadirkan pembicara yang berbicara mengenai keindahan desain tekstil batik di pesisir utara Pulau Jawa dengan judul “Batik of Jawa Pesisir Lor”.

Selain dari kegiatan bulanan tersebut, society juga turut membantu pada korban bencana gempa bumi di Sumatera Barat yang baru lalu dengan mengirimkan sumbangan dana sebesar £ 1000 melalui Yayasan Bhakti Cikini. Dana tersebut berasal dari sumbangan para anggota dan kas society.

Untuk tahun 2010, society telah merencanakan beberapa kegiatan yaitu antara lain diskusi mengenai pandangan masyarakat barat terhadap makanan Indonesia yang akan disampaikan oleh Ibu Sri Owen, penulis buku belasan tentang masakan Indonesia yang menetap di Inggris; paparan mengenai wayang kulit oleh Dr. Matthew Isaac Cohen, pengajar pada Royal Holloway, University of London dan seorang dalang di Inggris.

Organisasi ini merupakan perkumpulan kemasyarakatan yang anggotanya terdiri dari warga negara Inggris, Indonesia dan warga lain yang menetap di Inggris yang memiliki rasa kecintaan dan ketertarikan dengan Indonesia, khususnya di bidang seni, budaya, wisata dan kuliner. Organisasi ini dan para anggotanya aktif dalam mempromosikan dan memperkenalkan keragaman Indonesia kepada berbagai segmen masyarakat di Inggris. Duta Besar RI menjadi anggota kehormatan dan pelindung, sedangkan seluruh staf KBRI London merupakan anggota, yang aktif mendukung kegiatan organisasi tersebut guna mendorong meningkatkan dan memperluas citra positif Indonesia kepada publik di Inggris.