Doa bersama bagi almarhum K.H. Abdurrahman Wahid, Presiden ke-4 RI

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI London bekerjasama dengan Pengajian Masyarakat Muslim Indonesia di London mengadakan tahlilan dan doa bersama di KBRI London pada Minggu, 3 Januari 2009, bagi almarhum , K.H. Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke-4 yang meninggal dunia di Jakarta, Rabu, 30 Desember 2009.

Cuaca kota London yang berkisar antara 0 hingga minus 3 derajat celcius, tidak menghalangi masyarakat Muslim Indonesia di London untuk berdatangan ke KBRI London, untuk melakukan sholat ghaib, tahlilan serta doa bersama bagi almarhum Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid.

Selain dihadiri staf dan keluarga besar KBRI London, tampak hadir para sesepuh masyarakat Indonesia dan tokoh NU yang bermukim di Inggris, khususnya London. Acara didahului sholat Ashar bersama dan dilanjutkan dengan sholat Ghaib, pembacaan ayat Yasin, tahlil dan doa bersama. Dalam kesempatan tersebut, tokoh NU di Inggris telah menyampaikan sambutannya untuk mengenang almarhum.

Selain menggelar tahlilan dan doa bersama tersebut, sejak hari Kamis 31 Desember 2009 KBRI London membuka buku duka bagi perwakilan Diplomatik di London dan masyarakat umumnya lainnya termasuk warga Indonesia. Buku duka ini dibuka hingga hari Selasa, 5 Januari 2009.

K.H. Abdurrahman Wahid, biasa disapa Gus Dur, memiliki arti tersendiri bagi Ummat Muslim Indonesia di Inggris. Para sesepuh warga Indonesia maupun pengurus tokoh-tokoh NU di Inggris memiliki ikatan kepribadian dengan Gus Dur. Beberapa diantaranya telah mengenal Gus Dur sejak masih bersekolah di Irak.

Gus Dur, merupakan Presiden ke-4 Indonesia dan yang pertama terpilih secara demokratis setelah reformasi lahir di Jombang pada 4 Agustus 1940. Sebelum menjadi Presiden RI, Gus Dur dikenal sebagai Ilmuwan Islam, pendukung demokrasi, dan Ketua NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selama masa jabatannya sebagai Presiden RI, ia dikenal sebagai penganut Islam moderat dan memainkan peranan penting dalam pendirian dialog antar agama serta mendorong pluralisme dalam masyarakat Indonesia.

Sebagai salah satu orang terkemuka di Indonesia dan di dunia internasional, Gus Dur merupakan representasi Islam demokratis yang merangkul perbedaan dan keragaman dengan toleransi dan pengertian. Gus Dur telah berhasil membawa Indonesia, melalui masa-masa transisi yang paling sulit, ke alam demokrasi seperti saat ini.

Duta Besar RI untuk Inggris dan Irlandia beserta segenap jajaran dan keluarga besar KBRI London turut berduka cita dan menyatakan belasungkawa yang mendalam atas kepulangan K.H. Abdurrahman Wahid ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa.