Seminar Indonesian Updates di University of Exeter, Inggris, 16 November 2011

11/22/2011

 
KBRI London bekerjasama dengan University of Exeter telah menyelenggarakan Seminar Indonesian Updates dengan tema “Democracy and Counter-Radicalisation in Indonesia: Learning through Comparison” pada tanggal 16 November 2011. Seminar yang berlangsung di Institute of Arab and Islamic Studies, University of Exeter ini menghadirkan beberapa pakar dari Indonesia dan scholars/lecturers dari Universitas Exeter.

Nara sumber dari Indonesia terdiri dari Inspektur Jenderal (Purn) Ansyaad Mbai, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), K.H. Marsyudi Syuhud, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Dr. Arskal Salim, Associate Professor dari Aga Khan University, London.

Paparan yang disampaikan oleh nara sumber Indonesia tersebut difokuskan pada penyampaian perkembangan terkini keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan transisi demokrasi, strategi counter-radikalisasi Indonesia dalam memerangi terorisme, peran Islam moderat di Indonesia dikaitkan dengan kedua hal tersebut, dan pergulatan antara gagasan syari’ah dalam perkembangan demokrasi di Indonesia.

Seminar Indonesian Updates yang dibagi dalam dua sesi tersebut dipandu oleh Professor Tim Niblock, Professor Gareth Stansfield, dan Professor Ian Netton, lecturers dari Universitas Exeter dan menampilkan penanggap/pembicara dari Institute of Arab and Islamic Studies yakni Professor Sajjad Rizvi, Dr. Lise Storm, Dr. Klejda Mulaj dan Dr. Omar Ashour yang pada intinya menyampaikan pandangan scholars Inggris mengenai masa depan demokrasi dalam konteks negara Islam yang lebih luas dan radikalisasi/de-radikalisasi.

Mengawali seminar, KUAI KBRI London Herry Sudradjat memberikan sambutannya kepada para hadirin yang sebagian besar terdiri dari kalangan akademisi Inggris dan pelajar Indonesia di Exeter. Dalam sambutannya, Herry Sudradjat menyampaikan pandangannya terkait demokrasi di Indonesia, dimana proses demokratisasi di dalam negeri telah memberikan ruang bagi rakyat Indonesia untuk menikmati hak-hak dasarnya serta juga memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap kebebasan pers dan penegakkan hak asasi manusia di Indonesia.

Namun sayangnya, pada perkembangannya demokrasi yang dibangun di Indonesia juga dimanfaatkan sebagian kalangan untuk menyebarkan paham radikalisme. Dalam hal ini, Herry Sudradjat menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk terus memerangi penyebaran nilai-nilai radikal di dalam negeri, antara lain dengan bekerjasama dengan berbagai organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia untuk menjadi ujung tombak program deradikalisasi di Indonesia sebagai upaya dalam mencegah dan membendung pertumbuhan pemahaman keagamaan radikal di dalam negeri.

Penyelenggaraan Seminar Indonesian Updates sendiri dimaksudkan sebagai bagian dari prakarsa KBRI London untuk mengadakan suatu seri seminar dalam rangka memberikan informasi terkini mengenai berbagai perkembangan di Indonesia kepada para pemangku kepentingan di Inggris. Ke depannya diharapkan kerjasama sinergis antara KBRI London dengan University of Exeter dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi bagian dari kegiatan rutin kedua belah pihak untuk menyampaikan perkembangan terkini mengenai Indonesia kepada para pemangku kepentingan di Inggris.