KADIN LONDON AKUI KEMAJUAN PEREKONOMIAN INDONESIA

2/20/2012

 
Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara dengan masyarakat kelas menengah sebesar 45 juta orang, Indonesia merupakan sebuah pasar yang stabil dengan tingkat pertumbuhan tinggi dan membuka potensi kerjasama besar bagi perusahaan-perusahaan Inggris di bidang jasa keuangan, konstruksi, pelabuhan, pertambangan, minyak dan gas, pendidikan, lingkungan hidup, retail dan sebagainya. Demikian disampaikan oleh Wendy Deller, Head of Group Policy Development Prudential, sebagai moderator acara ‘Indonesia: Market Update’ yang diselenggarakan oleh London Chamber of Commerce and Industry (LCCI), atau KADIN London, bekerjasama dengan Prudential Corporation, Kantor BKPM-London dan KBRI London.

Sebagai keynote speaker dalam forum prestisius tersebut, Duta Besar RI T.M. Hamzah Thayeb menyampaikan bahwa kemajuan ekonomi Indonesia itu sendiri bukan hanya diakibatkan oleh berbagai reformasi di bidang ekonomi yang telah dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Yudhoyono, namun juga oleh optimisme dan semangat positif yang merupakan karakter inheren bangsa Indonesia. Kinerja ekonomi Indonesia yang tinggi, dikombinasikan dengan sistem pemerintahan demokratis yang mendorong pembangunan berkelanjutan, telah menjadikan Indonesia kuat di tengah gelombang krisis ekonomi global yang menimpa dunia beberapa waktu ini.

Dubes Hamzah melanjutkan bahwa dunia juga telah mengakui competitiveness ekonomi Indonesia, sebagaimana terlihat dari peningkatan rating Indonesia dari beberapa credit-rating agencies seperti Fitch, Moody’s dan Standard & Poor serta laporan World Economic Forum tahun 2011 dan survey dari BBC.

Namun demikian, Dubes Hamzah menyampaikan pula bahwa masih terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi seperti menurunkan tingkat kemiskinan, mendorong peningkatan infrastruktur, memerangi korupsi dan menjawab tantangan perubahan iklim. Oleh karenanya, Pemerintah Indonesia telah melanjutkan berbagai kebijakan positif yang berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi positif yang memberikan hasil nyata bagi rakyat Indonesia, seperti menerapkan MP3EI, mendorong public-private partnership untuk sektor infrastruktur, mempromosikan investasi di bidang manufaktur, dan sebagainya. Dalam hal ini, Dubes Hamzah mengundang para pengusaha dan investor Inggris untuk berkunjung ke Indonesia dan melihat sendiri berbagai kemajuan yang telah dicapai Indonesia.

Acara tersebut menghadirkan Deborah Clarke, Direktur Perdagangan dan Investasi di Kedubes Inggris di Jakarta, yang memaparkan profil Indonesia dan saran-saran praktis untuk berbisnis di Indonesia. Selanjutnya, Merry Maryati, Atase Perdagangan KBRI London, dan Meyer Siburian, Kepala Kantor BKPM London, mendeskripsikan mengenai potensi perdagangan dan investasi serta prosedur peraturan dan regulasi maupun insentif bisnis di Indonesia. Melengkapi paparan narasumber sebelumnya, Simon Taylor, Business Development Manager perusahaan New Look, membagi kisah sukses perusahaan fashion Inggris tersebut di Indonesia.

Selain memberikan pengakuan terhadap kemajuan dan potensi ekonomi Indonesia, acara ‘Indonesia: Market Update’ tersebut juga memperoleh sambutan positif dari para hadirin yang merupakan top level executive, pengusaha dan investor Inggris. Berbagai pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi, yang berkisar pada isu-isu regulasi, potensi kerjasama di bidang energi, sarana transportasi, komoditas, retail, jasa konsultasi dan sebagainya, menunjukkan minat tinggi kalangan usaha di Inggris terhadap potensi ekonomi Indonesia.

Selain itu, forum yang digagas oleh KBRI London tersebut merupakan langkah awal sebelum diadakan market visit dari para anggota LCCI ke Indonesia yang direncanakan untuk diselenggarakan pada tanggal 14 – 21 April 2012. Diharapkan melalui kunjungan yang juga disponsori oleh Prudential Corporation tersebut, para anggota LCCI dapat bertemu langsung dengan para stakeholders ekonomi Indonesia baik dari Pemerintah maupun sektor swasta dan melakukan networking serta mendorong hubungan ekonomi langsung baik di bidang perdagangan, investasi maupun kerjasama ekonomi lainnya.

Upaya tersebut merupakan satu dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan oleh KBRI London dalam rangka mempromosikan potensi ekonomi Indonesia, mendorong peningkatan kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Inggris serta mendukung pembangunan Indonesia melalui perdagangan dan investasi dari Inggris.