Dubes RI Ajak Kalangan Usaha Inggris untuk Berinvestasi di Luar Pulau Jawa

7/12/2012

Pembangunan ekonomi daerah adalah faktor penting dalam peningkatan hubungan ekonomi RI-Inggris. Demikian pernyataan Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, T.M. Hamzah Thayeb di hadapan kalangan usaha Inggris dalam kesempatan Indonesian Regional Investment Opportunities yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat bekerja sama dengan KBRI London, Inggris, Kamis (12/7).

Ekonomi daerah menjadi kunci pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan yang pada akhirnya akan berkontribusi pada komitmen RI-Inggris untuk meningkatkan nilai perdagangan dan investasi bilateral RI-Inggris. Untuk itu, Dubes RI mengajak pengusaha Inggris untuk melihat peluang investasi yang ditawarkan oleh berbagai provinsi di Indonesia tidak hanya di sektor ekstrasi sumber daya alam tetapi juga industri pengolahan bernilai tinggi.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 40 orang pengusaha dan pejabat kamar dagang Inggris tersebut menghadirkan sebagai pembicara Direktur Promosi Fasilitasi Daerah BKPM, Ir. Aloysia Endang Wahyuningsih, Kepala BKPMD Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Zakaria Umarhadi, M.Si, Kepala Bidang Promosi BKPMD Bali, Putu Gde Suwartaya, Kasubdit Promosi dan Informasi BKPMD Sumatera Utara, Nita Gandana Purba. Turut hadir sebagai narasumber adalah Direktur Jardine Matheson Holdings & Co. Ltd, Simon Keswick.

Menurut Direktur Promosi Fasilitasi Daerah BKPM, sekitar 67 persen investasi asal Inggris periode 2007-2012 terkonsentrasi di Pulau Jawa. Selebihnya tersebar di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara. Dalam kaitan ini, kehadiran Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang menawarkan peluang investasi di enam koridor ekonomi di Indonesia menjadi kesempatan bagi pengusaha Inggris untuk mencari lokasi bisnis alternatif di luar Pulau Jawa. Lebih lanjut, Direktur Promosi Fasilitasi Daerah BKPM juga menyampaikan berbagai insentif yang ditawarkan bagi pengusaha Inggris bila akan menanamkan modalnya di Indonesia. Terkait prosedur investasi, ditegaskan bahwa registrasi investasi dapat diselesaikan dalam waktu satu hari.

Kepada kalangan usaha Inggris, Kepala BKPM Bangka Belitung menawarkan peluang usaha di sektor pariwisata dan infrastruktur khususnya pembangunan bandara, pelabuhan dan pembangkit tenaga listrik. Selanjutnya, Kasubdit Promosi dan Informasi BKPM Sumatera Utara mempromosikan potensi daerah di bidang pertambangan, pertanian dan peternakan serta menawarkan peluang investasi di sektor energi terbarukan khususnya hydropower dan geothermal. Sementara, Kepala Promosi dan Kerja Sama BKPM Bali menawarkan peluang investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur khususnya pembangunan jalan.

Pengusaha asal Inggris, Simon Keswick dalam pernyataan testimonialnya menegaskan tentang kemudahan berbisnis di Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya di Asia. Sebagai salah satu investor asing asal Inggris yang paling sukses di Indonesia, Keswick mengajak pengusaha Inggris untuk berinvestasi di Indonesia karena beberapa alasan yaitu populasi yang besar, kelompok kelas menengah yang terus tumbuh dan tenaga kerja yang dapat diandalkan.

Sebelumnya, kegiatan promosi investasi daerah oleh BKPM telah dilakukan di tiga negara yakni Korea Selatan, Jerman dan Amerika Serikat.