Banyak yang perlu dilakukan untuk menyiapkan generasi muda sebagai penerus estafet kepemimpinan. Berbagai upaya dilakukan Kemlu untuk turut menyumbang dalam proses mendorong kemajuan negara. Salah satunya melalui program “Outstanding Students for the World” (OSTW) 2012 yang berlangsung pada 9-17 Juni 2012.
“Program ini bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada generasi muda tentang politik luar negeri dan praktik diplomasi Indonesia. Program ini juga sebagai bagian dari upaya untuk mendorong people-to-people contact,” Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Duta Besar A.M. Fachir menuturkan hal tersebut di Pejambon hari ini (11/6) saat mengukuhkan 14 pelajar berprestasi luar biasa sebagai peserta program OSTW 2012.
Dikatakan Fachir, pelaksanaan program untuk kedua kalinya ini merupakan bagian dari upaya terus menerus Kemlu dalam mendukung generasi muda Indonesia untuk berkiprah. “Tidak hanya dalam lingkup nasional, tetapi juga dalam tataran internasional,” tegasnya.
Program OSTW tahun ini bertema “Enhanching Friendship for a Better Future” dan akan dilakukan ke Jepang, pada 12-16 Juni 2012.
Pemilihan Jepang sebagai tempat penyelenggaraan, menurut Fachir, karena negara ini tidak hanya sebagai kekuatan ekonomi dunia yang di dukung oleh kemampuan industri dan teknologinya yang sangat maju, tetapi juga merupakan salah satu negara yang berhasil mempertahankan nilai-nilai sosial budayanya.
“Selain itu, Indonesia dan Jepang juga memiliki hubungan tradisional yang sangat erat,” tambahnya seraya menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori yang telah ikut membantu memperlancar pelaksanaan program ini.
Selama berada di Jepang, para peserta OSTW mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan Indonesia melalui interaksi dan kunjungan di berbagai tempat seperti Tokyo Institute of Technology dan Pusat Gempa dan Tsunami.
Mereka juga akan mengikuti kuliah umum Sejarah RI-Jepang dan bertemu dengan negarawan Jepang Fukuda dan Dubes RI di Tokyo.
Direktur Diplomasi Publik Kemlu, Kusuma Habir menuturkan bahwa sebelum melawat ke Jepang, para peserta mendapatkan pembekalan selama 3 hari (9-11/6) tentang politik luar negeri, diplomasi, public speaking dan perlindungan WNI dan BHI.
Kemlu telah memilih 14 peserta dari berbagai latar belakang prestasi, dari juara olimpiade fisika hingga inovator muda dan dari pemenang lomba debat hingga peneliti. “Termasuk seorang Ketua Mobil Esemka dari Solo dan pelajar berprestasi dari ponpes modern Gontor,” ujar Kusuma.
Berbagai pihak turut mendukung program ini, diantaranya Kemdikbud, LIPI, Garuda Indonesia dan Surya Institute.
Dari program OSTW ini, diharapkan para peserta dapat merepresentasikan Indonesia di publik Jepang, membina persahabatan dan memilihara networking dengan mitra-mitranya di Jepang. (sumber: Dit. Infomed/PLE/Yo2k)