Paspor dan SPLP

a.    Paspor Dinas

Paspor Dinas adalah paspor yang diberikan kepada Pegawai Negeri, Pejabat Negara tertentu, atau Warga Negara Indonesia tertentu yang akan melaksanakan tugas Pemerintah Republik Indonesia yang tidak bersifat diplomatik.

Masa berlaku paspor dinas biasanya sesuai dengan masa tugas yang diemban oleh pemegang paspor, namun tidak melebihi masa lima tahun sejak tanggal dikeluarkan. Masa berlaku paspor dinas yang belum mencapai lima tahun bisa diperpanjang

Prosedur Perpanjangan Paspor Dinas

  1. Telah  melakukan lapor diri
  2. Mengisi formulir perpanjangan paspor dinas secara lengkap dan jelas dengan huruf cetak.(Formulir FK-02)
  3. Menyertakan paspor dinas yang akan diperpanjang
  4. Menyertakan fotokopi SK penugasan dari instansi induk masing-masing
  5. Menyertakan surat keterangan dari instansi penugasan di Portugal (ex. Kantor pemerintahan atau Universitas)
  6. Menyertakan Amplop pengiriman balik berperangko, bagi pemohon yang mengirimkan melalui jasa pos
  7.  Lama proses pengerjaan 3 (tiga) hari kerja
  8. Tidak dipungut biaya (gratis)


Catatan :

  1. Proses perpanjangan paspor diharapkan dilakukan 6 (enam) bulan sebelum masa berlaku paspor berakhir.
  2. Perpanjangan masa berlaku paspor paling lama 2 (dua) tahun

     

b.    Paspor Biasa

Paspor Biasa adalah Surat Perjalanan Republik Indonesia yang diberikan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan melakukan perjalanan ke luar atau masuk wilayah Negara Republik Indonesia.

Paspor Biasa diberikan berdasarkan permintaan yang diajukan pemohon kepada:

  • Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk, bagi WNI yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Negara Republik Indonesia;
  • Kepala Perwakilan Republik Indonesia atau Pejabat Imigrasi atau Pejabat Dinas Luar Negeri pada Kantor Perwakilan Republik Indonesia yang ditunjuk Menteri Luar Negeri, bagi WNI yang bertempat tinggal atau berada di luar wilayah Negara Republik Indonesia.

Paspor Biasa berlaku paling lama lima tahun sejak tanggal dikeluarkan dan tidak bisa diperpanjang lagi jika masa berlakunya berakhir. Apabila masih diperlakukan WNI bisa mengajukan permintaan Paspor Biasa yang baru.

               

Penggantian Paspor

Penggantian paspor dilakukan jika paspor yang dipegang oleh WNI menjadi:

  1. Habis masa berlakunya
  2. Halamannya penuh
  3. Hilang
  4. Rusak

Paspor biasa yang habis masa berlakunya, yang halamannya sudah penuh, atau yang rusak harus diganti dengan yang baru. Dengan penggantian ini, pemohon akan diberikan paspor baru (nomor paspor yang berbeda) yang berlaku selama lima tahun. Pada saat ini, sudah tidak ada lagi pelayanan perpanjangan paspor untuk paspor biasa.

Untuk menggantikan paspor biasa yang hilang, apabila paspor tersebut TIDAK dikeluarkan oleh Fungsi Konsuler KBRI Lisabon, kemungkinan besar penggantinya akan berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor.

Pelayanan Paspor Biasa

Fungsi Konsuler KBRI Lisabon menyediakan pelayanan kekonsuleran berikut yang berkaitan dengan Paspor Biasa:

  • Permohonan Paspor Baru
  • Penggantian Paspor

 

Prosedur Permohonan Paspor Baru

  1. Telah melakukan lapor diri
  2. Mengisi formulir Perdim 14 (formulir hijau) secara lengkap dan jelas dengan huruf cetak
  3. Menyertakan dokumen-dokumen berikut ini :
    • Akte kelahiran/surat kenal lahir/surat ganti .
    • Surat Nikah orang tua jika pemohon masih dibawah umur (dibawah 17 tahun)
    • Surat keterangan / pernyataan tidak memiliki paspor asing
    • Kartu ijin tinggal di Portugal
  4. Menyertakan 2 lembar pas poto ukuran 4x6 dengan latar belakang terang
  5. Lama proses pengerjaan 3 (tiga) hari kerja
  6. Biaya € 30 (tiga puluh euro) untuk paspor 48 Halaman & € 10 (sepuluh euro) untuk paspor 24 Halaman

Catatan : Paspor 48 Halaman berlaku selama 5 tahun sedangkan Paspor 24 Halaman berlaku selama 3 tahun.

 

c. Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP)             

Dalam keadaan tertentu, kepada Warga Negara Indonesia (WNI) baik yang berada di wilayah maupun di luar wilayah Negara Republik Indonesia dapat diberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk WNI sebagai pengganti Paspor Biasa.

Yang dimaksud dengan keadaan tertentu di atas antara lain:

  1. Jika berada di wilayah Negara Republik Indonesia:
    • apabila kehabisan persediaan blangko Paspor Biasa;
    • dalam keadaan mendesak, misalnya sakit; atau
    • sebagai realisasi perjanjian khusus Indonesia dengan negara tetangga.
  2. Jika berada di luar wilayah Negara Republik Indonesia:
    • untuk pemulangan ke Indonesia;
    • apabila kehabisan persediaan blangko Paspor Biasa; atau
    • apabila kehilangan paspor biasa.

    Permintaan SPLP untuk WNI bisa diajukan kepada:

  • Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk, bagi WNI yang bertempat tinggal atau berada di wilayah Negara Republik Indonesia;
  • Kepala Perwakilan Republik Indonesia atau Pejabat Imigrasi atau Pejabat Dinas Luar Negeri pada Kantor Perwakilan Republik Indonesia yang ditunjuk Menteri Luar Negeri, bagi WNI yang bertempat tinggal atau berada di luar wilayah Negara Republik Indonesia.

    SPLP untuk WNI berlaku untuk perjalanan ke luar atau masuk wilayah Negara Republik Indonesia dan berlaku paling lama tiga bulan

    Prosedur Permohonan SPLP
    1. Melakukan Lapor diri
    2. Mengisi formulir Perdim 14 (formulir hijau) secara lengkap dan jelas dengan huruf cetak
    3. Menyertakan Salinan Paspor lama
    4. Menyertakan Surat Keterangan kehilangan dari kepolisian setempat
    5. Menyertakan 2 lembar pas poto ukuran 4x6 dengan latar belakan terang
    6. Lama proses pengerjaan bisa ditunggu
    7. Biaya € 5 (lima euro)