Safari Budaya Sumatra Utara disambut Hangat Portugis

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Lisabon bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan 5 (lima) Lembaga Kebudayaan telah berhasil melaksanakan Safari Budaya Indonesia selama 2 (dua) minggu dari tanggal 16 Nopember-5 Desember 2010 di berbagai kota dan distrik di Portugal seperti Lisabon, Ourem, Barcelos dan Beja, Lembaga Kesenian (LK) Ria Agung Nusantara Sumatra Utara dengan 10 (sepuluh) artis dan musisi profesional berhasil tampil prima di hadapan publik di berbagai kota mulai dari Lisabon, Barcelos, Ourem dan Beja.

Penampilan LK Ria Agung Nusantara telah mampu mendulang kekaguman masyarakat Portugis tentang kekayaan seni budaya Indonesia, termasuk seni Budaya Sumatra Utara yang baru pertama kali tampil di Portugal. Di ke 5 (lima) kota tersebut, Kelompok Budaya SUMUT menghibur masyarakat Portugis dengan berbagai tarian dan lagu rakyat dari Deli, Minang, Tapanuli, Simalungun, dan Aceh. Mereka telah menampilkan berbagai tarian, alunan instrumen musik tradisional dan lagu rakyat dengan prima seperti antara lain tari Gandang, tari Payung, Tor-tor; Gondang Hasapi dan lagu-lagu rakyat tanah Batak dan ditutup dengan lagu tradisional Portugis yang mengundang tepuk tangan dan apresiasi tinggi dari para penonton.

Pentas budaya SUMUT di 2 (dua ) tempat di Pusat kota Lisabon pada tanggal 17 dan 30 November 2010, berhasil menyedot penonton sebanyak 450 (empat ratus lima puluh ) sedangkan Pagelaran di tiga kota lainnya di Barcelos, Ourem dan Beja, juga berjalan sukses dan dihadiri 460 (empat ratus enampuluh) pengunjung. Penampilan di Museum Orient, Lisabon tanggal 30 Nopember merupakan puncak pentas budaya SUMUT di Portugal, yang berhasil menarik perhatian besar masyarakat Portugis baik dari kalangan pemerintah maupun swasta.

Acara tersebut dihadiri berbagai kalangan pejabat Pemerintah, Parlemen, Duta Besar negara sahabat dan Asosiasi-asosiasi budaya, Jurnalis dan friends of Indonesia serta masyarakat Portugal. Antara lain hadir Ketua Asosiasi Persahabatan Portugal-Indonesia di Parlemen Portugal dan istri Menteri Luar Negeri Portugal Luis Amado. Acara ditutup dengan sajian lagu rakyat Portugis yang mengundang partisipasi seluruh penonton ikut memainkan suling mini yang dibagikan kepada para penonton untuk mengiringi lagu rakyat Portugis. Acara ini cukup sukses terlihat dari apresiasi para penononton yang langsung menyalami mereka dan menyampaikan rasa kagum atas acara budaya Indonesia dimaksud. Safari seni budaya Indonesia dari Propinsi Sumatra Utara yang dilaksanakan oleh KBRI Lisabon dengan kerjasama erat dengan berberbagai institusi budaya dan Walikota berhasil dengan baik, hal ini tidak saja dilihat dari peliputan yang cukup luas oleh media cetak dan elektronik Portugal, tetapi juga dari berbagai apresiasi komentar para pengunjung yang langsung disampaikan melalui media internet kepada KBRI Lisabon.

Dubes RI Lisabon Albert Matondang dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa Kelompok tari rakyat Indonesia dari Provinsi Sumatra Utara, tidak hanya hadir menyemarakkan dan memberikan warna tersendiri dalam pentas budaya di Portugal, namun hal tersebut juga jelas menunjukkan semangat persahabatan dan kerjasama melalui seni dan budaya kedua negara. Pertalian sejarah dan budaya Indonesia dan Portugal yang telah ada 500 tahun ketika pelaut Portugal mengunjungi daratan Nusantara dan meninggalkan jejak sejarah dan budaya di bumi nusantara, jelas merupakan salah satu faktor yang berhasil menunjang berbagai kegiatan promosi seni budaya Indonesia di Portugal. Penampilan Misi budaya Indonesia di Portugal jelas tidak hanya akan memperkuat hubungan budaya dengan Portugal, hal itu juga akan memberikan kontribusi bagi peningkatan parawisata Indonesia di masa depan. Lisabon, Desember 2010 Fungsi Penerangan KBRI Lisabon