Pentas Budaya Mahasiswa UI di Lisabon

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Festival Internasional Tari Rakyat di Portugal dengan tema Dunia Menari  : “O Mundo a Dancar – Festival Internacional de Folclore “ telah berhasil di gelar di 2 (kota) di Portugal yakni Barcelos dan Moncao pada tangal 22 Juli dan 3 Agustus 2010, tidak kurang dari 10 (sepuluh) negara telah berpartisipasi dalam acara dimaksud yaitu berturut-turut Indonesia, Argentina, Brasil, Cuba, Mexico, Polandia, Kenya, Senegal, Serbia dan Portugal, dimana mereka menampilkan tari rakyat terbaik dari negaranya masing-masing. Hampir seluruh warga kota Moncao tumpah ruah di pusat kota menyaksikan pagelaran tari rakyat tersebut, yang berlangsung dari jam 10-13.00 dini hari.
Indonesia yang diwakili oleh kelompok budaya Universitas Indonesia (Kelompok Peminatan Tari Fakultas Psikologi) tampil gemilang dan berhasil memukau publik Portugal yang antusias menyaksikan kekayaan dan keunikan tari rakyat Indonesia. Sambutan hangat dan decak kagum publik di kota Barcelos dan Moncao pun terdengar riuh saat menyaksikan sajian tari rakyat Papua, Minang dan Aceh yang ditampilkan dengan sempurna oleh para mahasiswi UI tersebut. Khususnya tari Saman dari Aceh mampu mengundang decak kagum masyarakat Portugis karena keunikan dan kekompakan tarian rakyat Aceh yang sangat sempurna dan baru pertama kali mereka saksikan.
Kekaguman masyarakat Barcelos cukup berasalan disamping penampilan sempurna para mahasiswi UI tersebut, tarian tersebut dianggap sebagai tarian rakyat yang  sarat dengan nuansa budaya dari belahan dunia timur yang berbeda dengan tampilan dari negara-negara lainnya. Dalam Festival internasional tari rakyat yang diselenggarakan di Barcelos Portugal, Indonesia berhasil dinobatkan sebagai kelompok tari terbaik diantara negara peserta lainnya.
Walikota Barcelos dan Moncao, sangat menghargai partisipasi Indonesia dalam Festival tarian rakyat tersebut karena dengan perjalanan yang sangat jauh dari Indonesia  dapat berpartisipasi dalam acara tarian rakyat yang diselenggarakan di Portugal. Kehadiran kelompok tari rakyat Indonesia tidak saja hadir Duta Besar RI dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa walaupun jarak kedua negara jauh, namun rakyat Indonesia telah lama mengenal Portugal, karena pertalian sejarah dan budaya Indonesia dan Portugal yang telah ada 500 tahun lalu ketika pelaut Portugal mengunjungi daratan Nusantara dan meninggalkan jejak sejarah dan Budaya di bumi Nusantara yang hingga saat ini dipelihara di Indonesia. Peninggalan Portugal di Indonesia tidak saja berupa peninggalan fisik (archelogical sites) namun juga Indonesia telah mengadopsi ribuan kata bahasa Portugis seperti tinta, kertas, sekolah, faktur, gereja, mentega dan lain sebagainya.
Dubes RI juga menyampaikan bahwa pertalian budaya kedua negara masa lalu merupakan aset yang penting dan berharga yang perlu di renergize bagi pengembangan hubungan sosial budaya kedua negara saat ini dan masa mendatang dan tentunya pagelaran budaya semacam ini akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan hubungan bilateral kedua negara. Partisipasi Kelompok penari dari UI dalam Festival Tari Rakyat di beberapa kota di Portugal telah membantu upaya KBRI mengulurkan tali persahabatan dengan masyarakat Portugis diberbagai kota. Mereka bukan hanya disambut, tapi juga dipuji karena menarik dan penampilan yang rapi.