KELOMPOK GAMELAN WARGA PORTUGIS TAMPIL MEMUKAU LISABON

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“From the new world of American music, European classical music, free spirit, ragtime, tango, jazz to Gamelan music of Indonesia”. adalah bagian cuplikan berita menarik yang diangkat oleh media Portugal untuk menggambarkan keragaman pentas musik “Dias Música em Belém” (Days of Music in Belem), sebuah acara perhelatan musik bergengsi menyambut musim panas yang diselenggarakan pada tanggal 15 hingga 17 April 2011 di Centro Cultura Belem (CCB), Pusat Kebudayaan Portugis terbesar di kota Lisabon.
 
Perhelatan musik di CCB umumnya menampilkan musik modern dan kontemporer dari Eropa dan Amerika. Namun kali ini, CCB juga mengikutkan sertakan Konser musik gamelan jawa (Concertó Gamelão Música da Java) oleh Yogistra Gong, kelompok musik gamelan binaan KBRI Lisabon, untuk mewakili Asia pada konser musik itu. Yogistira Gong adalah kelompok pemain gamelan dibawah pimpinan ahli perkusi Elizabet Davis dan anggotanya terdiri dari 14 pemain gamelan warga Portugis. Kolaborasi KBRI dengan Yogistra Gong selama ini cukup berhasil. Dengan bimbingan dan bantuan yang seperlunya, Kelompok Yogistra Gong yang dibentuk dua tahun lalu dan menggunakan peralatan gamelan milik KBRI, ternyata sudah mampu menggelar konser musik gamelan secara profesional dihadapan penonton.
 
Harmonisasi alunan suara musik gamelan Jawa yang dimainkan oleh pemusik warga Portugis yang membahana di pusat kebudayaan portugis di kota Lisabon itu ternyata mampu mencuri perhatian dan memukau masyarakat pecinta musik di Lisabon yang tengah mengunjungi berbagai penampilan musik modern dan kontemporer. Kemampuan para pemusik Portugis dalam memainkan instrumen gamelan yang diselingi tembang jawa yang dialunkan dengan sangat baik selama hampir satu jam itu, berhasil memberikan warna tersendiri perhelatan musik kali ini dan berhasil menyedot perhatian kurang lebih 400 masyarakat kota Lisabon yang memadati ruang pertunjukan budaya CCB.
 
Meskipun bukan orang Indonesia, para pemain kelompok Yogistra Gong ternyata dengan fasih dapat memainkan peralatan musik gamelan dengan baik. Penonton amat menyukai alunan musik gamelan Jawa, yang dianggap unik tapi alunannya menyenangkan. Berbagai lagu tradisional Jawa seperti es lilin, pelog pathetan, pelog barang, manyura liwung, jaranan dan semengat dapat dinyanyikan para pemain Yogistira Gong dengan baik, sehingga mengundang tepuk tangan dan pujian dari penonton menandai penghargaan dan kepuasan penonton atas ketrampilan mereka memainkan musik tradisional gamelan yang dianggap sangat original dari Jawa. Pentas musik Gamelan berhasil memberikan warna dan kesan tersendiri diantara maraknya musik modern yang tampil dalam acara tersebut.
 
Keterlibatan KBRI Lisbon dalam konser musik itu cukup berhasil dan bermanfaat. Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya memperkuat tali persahabatan “reach out” dan memperkuat citra Indonesia dimata masyarakat setempat. Upaya itu, sekaligus untuk memperkuat kegiatan promosi budaya Indonesia di Portugal.
 
KBRI Lisabon-pen.